Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
eps 77


__ADS_3

Muji seorang pria yang sedang lewat di warung tempat Septi bekerja. Sedangkan muji berasal dari tempat yang jauh. Muji singgah di warung karena ingin mengisi perutnya yang telah menempuh perjalanan jauh.


Muji seorang pengemudi kendaraan untuk di sewakan ke pada pihak yang membutuhkan jasa sewa.


Septi sebagai seorang pramusaji melayani Muji dengan ramah.


Septi berkata


'' mas ingin makan apa ''' ucap Septi dengan tersenyum


'' saya ingin makan lauk ikan dan sayur aja '' berkata Muji.


Septi berlalu dari hadapan Muji untuk mengambil pesanan muji.


Semua telah siap lalu Septi mengantarkan ke meja Muji.


Sampai di hadapan meja Muji berkata '' ini mas pesanannya, silahkan di nikmati dan semoga sesuai dengan selera mas ''.


'' terima kasih '' ucap Muji


Septi berlalu meninggalkan Muji, biar dia bisa menikmati hidangan yang telah di pesannya.


Muji menyantap makanan nya dengan semangat dan terlihat menikmatinya.


Septi melihat muji dengan lahapnya menikmati makanannya tersenyum senang.


Muji selesai makan duduk sambil menghisap rokok.

__ADS_1


Muji berkata '' mbak tolong buatkan kopi hitam ''


'' baik mas, pahit ya kopinya '' ucap Septi


'' ya, '' jawab Muji


Septi membuat kopi pahit dan mengantarkannya ke meja Muji.


Sampai di depan Muji kopi baru aja di letakan di meja ada teman mendekati Septi dan berkata


'' mbak Septi, itu Tian bangun dan menangis ''


Septi permisi dengan Muji dan berlalu ke dalam warung. Di dalam kamar segera Septi mengambil Tian dan memberikan ASI-nya.


Dengan lahapnya Tian minum ASI, sudah kenyang Tian diam dan Septi membawa Tian keluar dari kamar.


Dalam hati Septi berkata


'' mengapa mas Muji belum pergi ''


Di kira Septi, Muji sudah pergi karena dia menyusui Tian cukup lama. Rupanya memang Muji menunggu Septi keluar dari dalam warung.


'' mbak anaknya sungguh mengemaskan, siapa namanya anak ganteng '' berkata Muji


'' Septiansyah, di panggil Tian mas '' ucap Septi


'' nama yang bagus '' kata Muji

__ADS_1


Septi dan Muji berbincang-bincang dan sekali-kali Muji bermain dengan Tian.


Anak Septi sudah mengerti bila ada orang mengajak berbicara dengan menjawab mimik atau senyumnya.


Muji bertambah senang sebab mendapat respon yang baik dari Tian, bahkan Tian bisa gelak tawa bermain dengan Muji.


Tidak terasa cukup lama mereka bertiga terlibat dalam suasana percakapan dan akhirnya waktu Muji untuk pergi.


Muji harus kembali ke tepat tinggalnya dan mengucapkan


'' mbak lain waktu saya kemari lagi mau tidak kita jalan-jalan ''


Septi mendengar perkataan Muji, hanya tersenyum sebab Septi baru mengenal mas Muji. Dia takut salah memilih teman kembali.


Saat ini Septi sudah bahagia dengan kehidupannya sekarang walaupun hanya berdua dengan Tian sang anak.


Namun Septi tidak ingin membuat Muji tersinggung dengan penolakan Septi, maka dia hanya tersenyum saja menjawab pertanyaan Muji tersebut.


Akhirnya Muji memasuki kendaraan nya dan melambaikan tangan sampai pergi dari warung tersebut.


Septi memegang tangan Tian dan mengerakkan nya menjawab lambaian tangan Muji.


Sebab mereka berdua terlihat sudah akrab walaupun baru saja bertemu muji bisa membuat Tian tersenyum bermain bersama.


Septi melihat keakraban mereka bahagia karena banyak orang yang suka dengan Tian, sedangkan ayah kandungnya Tian belum dapat menyapa dan melihat pertumbuhan Tian yang mulai besar dan tumbuh dengan menggemaskan bagi orang yang melihatnya.


Septi menarik nafas memikirkan akan hal ini.

__ADS_1


__ADS_2