Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
eps 115


__ADS_3

'' paman seru hari ini lain waktu kita main lagi ya '' ucap Tian.


'' ok, anak ganteng paman siap bila Tian pingin lain waktu '' berkata Iyan.


'' Desi ajak juga ya kak Tian '' ucap Desi.


'' iya boleh deh Desi ikut biar ramai ''


ucap Tian.


Lalu mereka pulang ke rumah masing-masing.


Septi dan Tian serta kedua orang tuanya pulang kerumah di sepanjang perjalanan Tian tidur merasa lelah bermain seharian.


Septi yang melihat Tian tidur dengan tersenyum membuat hatinya bertanya apa mereka berdua karena ada ikatan batin membuatnya lebih memahami satu sama lain.


Orang tua Septi belum mau mengungkit masalah mengapa Septi belum bisa menjawab pertanyaan Iyan siapa bapak kandung Tian. Ayah dan ibu ingin membuat Septi lebih menikmati masa liburan dari pada mengenang masa lalu yang harus dilupakan.


Septi juga tidak ingin membicarakan hal tersebut kepada kedua orang tuanya. Dia sibuk dengan berbagai aktifitas agar liburan ini berkesan bagi Tian.

__ADS_1


Septi tidak mengingat masa lalu dia lebih memilih fokus ke masa depan.


Septi meluangkan waktunya untuk bersenang-senang dengan Tian dan juga kedua orang tua nya.


Tidak terasa waktu berlibur Tian telah selesai. Mereka harus kembali pulang.


Kedua orang tua Septi tidak ingin berpisah dengan Septi dan Tian.


Sang ayah berkata '' nak kenapa tidak tinggal di sini aja, kamu cari kerjaan disini dan Tian bisa pindah sekolah ''.


'' untuk saat ini belum bisa ayah, saya lebih tenang hidup disana tidak bertemu kembali dengan teman masa lalu '' ucap Septi.


'' baiklah namun ibu minta tolong pikirkan permintaan kami yang semakin tua dan kalian berdua di sana jauh dari kami '' berkata ibu Septi.


ucap Septi.


Menjelang siang Septi dan Tian meninggalkan rumah orang tua nya. Dengan berat hati orang tua Septi melepas anak dan cucunya.


'' ibu dan ayah sehat selalu ya, agar kita bisa berjumpa kembali '' ucap Septi.

__ADS_1


'' daaaaa kakek dan nenek, selamat tinggal '' ucap Tian.


Lalu ibu dan anak ini masuk ke dalam kendaraan online yang telah menunggu di halaman rumah.


Septi dan Tian tidak lupa melambaikan tangan nya sampai mobil menjauh dan menghilang.


Orang tua Septi juga membalas lambaian tangan Tian dan Septi dengan perasaan terharu sampai-sampai nenek meneteskan air matanya.


'' sudah nek ikhlas mereka, agar lancar dan selamat sampai tujuan serta doa kan agar bisa bertemu kembali di suatu hari '' berkata ayah Septi.


Nenek menghapus air mata yang jatuh tanpa di sadari ya.


'' baik yah, ibu mendoakan semoga mereka lekas pindah ke sini bersama kita lagi '' ucap nenek.


Ayah dan ibu Septi masuk ke dalam rumah dan mereka merasa sepi karena beberapa hari yang lalu ada Tian sang cucu yang memberikan warna dirumah menjadi hidup dengan gelak tawa dan canda Tian. Namun saat ini kembali lagi ke seperti dahulu sebelum Tian datang sepi dan sunyi. Nenek menarik nafas dalam-dalam memikirkan akan hal ini terjadi kembali rumahnya sunyi dan senyap hanya suara televisi yang bisa mengisi kehampaan didalam rumah.


Kedua orang tua Septi kembali pada aktivitas sebelum nya untuk mengisi hari-hari nya.


Ayah masih menyibukkan diri untuk bekerja sedangkan nenek yang merasa bosan dirumah menunggu sang kakek pulang.

__ADS_1


Yang merasa tertekan dan kehilangan Tian adalah nenek sebab tidak ada lagi yang menemani nenek dirumah menunggu sang kakek pulang.


Kini nenek pasrah dan ikhlas menunggu sang anak dan cucunya untuk kembali lagi kerumah.


__ADS_2