
Bagun pagi hari Septi begitu ceria.
Menyambut hari yang telah dijanjikan oleh Iyan untuk pergi jalan-jalan.
Septi telah mempersiapkan diri dan Tian sang putra pun sudah siap, mereka tinggal menunggu kedatangan Iyan.
Pintu rumah terdengar di ketuk
tok...
tok...
tok...
Septi tergesa-gesa ke pintu untuk membukanya.
" assalamualaikum " ucap Iyan
" waaikumsalam " jawab Septi
" e,,, anak ayah yang ganteng sudah rapi dan siap ya untuk jalan-jalan sama ayah !" kata Iyan
Kemudian Iyan mengambil Tian dari dekapan Septi dan berjalan menuju ke ruang tengah.
Di dalam rumah tidak ada ayah karena sudah pergi kerja, yang ada hanya ibu Septi.
Iyan dan Septi masuk ke dalam rumah untuk minta ijin pergi jalan-jalan ke taman.
Iyan berkata
" ibu, saya mohon ijin untuk jalan-jalan ke taman mengajak Septi dan Tian "
__ADS_1
" baiklah, hati-hati dan ingat Tian masih kecil jangan terlalu lama di luar " ucap ibu.
jawab Iyan " baik Bu "
Tian di dalam dekapan Iyan keluar rumah, Septi berjalan di samping Iyan.
Mereka naik taksi online yang di pesan Iyan.
Di dalam mobil Septi merebahkan kepalanya ke bahu Iyan.
Iyan yang melihat Septi manja tersenyum.
Sampai di taman kota
mereka berjalan beriringan dan Septi merangkul lengan Iyan.
Bila selintas orang melihat pasti menyenangkan mereka satu keluarga yang lengkap.
Iyan dan Septi juga Tian yang masih dalam pelukannya Iyan berjalan mengelilingi taman kota.
Saat ini kesempatan Iyan untuk melepaskan rasa kangennya pada Tian, maka sepanjang jalan Tian dalam dekapan Iyan.
Septi mengambil Tian dari Iyan di kala Tian merasa haus untuk minum ASI eksklusif yang di berikan Septi ke pada sang anak.
Septi ingin memberikan yang terbaik untuk Tian yaitu ASI sampai menginjak usia mendekati dua tahun.
Dengan keputusan Septi ini Iyan setuju agar Tian menjadi kuat dan kebal mendapatkan ASI Septi.
Merasa terik sinar matahari panas mereka bertiga menuju kedai makanan.
" yang, kamu pesan makanan apa !
__ADS_1
berkata Iyan
" saya ingin sayur dan juga ikan panggang aja say "
Lalu Iyan memesankan makanan untuk Septi dan juga untuk dirinya.
Makanan telah siap di meja.
" yang' makannya banyak ya agar ASI kamu banyak sehingga anak kita cukup minum ASI nya '' Iyan berucap
Septi mendengar Iyan berkata tersenyum.
" say, makan saya tidak banyak cuma bisa cepat lapar ya makan, jadi dalam sehari bisa sampai lima kali makan " ucap Septi
Mereka menyantap makanan dalam diam.
Selesai makan selagi duduk santai Tian menangis di beri susu oleh Septi tidak mau, lalu Iyan gendong di timang-timang juga tidak mau berhenti.
Septi berkata " yang ini waktu nya Tian tidur mungkin dia mau di baringkan tidak mau di gendong "
Iyan menjawab agar Tian bisa tidur, maka mereka pergi ke penginapan yang dekat sekitar taman.
Selesai pesan kamar Septi langsung membaringkan Tian dan memberikan ASI.
Puas makan bum ASI Tian tertidur pulas.
Iyan sedang tiduran di kasur sebelah, sengaja Iyan memesan kamar keluarga untuk mereka beristirahat.
Septi mendekati Iyan yang memejamkan mata.
" yang, kamu tidur ya " ucap Septi
__ADS_1
Iyan sengaja berdiam diri menunggu apa reaksi Septi selanjutnya.