Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
eps 111


__ADS_3

Dengan hari berdebar Septi menunggu permainan komedi putar ini berhenti. Dan beberapa saat kemudian permainan telah usai. Terlihat Tian dan Iyan serta anak perempuan yang bersama Iyan turun bersama dari wahana permainan.


'' selamat berjumpa Septi !'' ucap Iyan.


'' oh... siapa anda maaf saya tidak mengenal anda !'' berkata Septi.


Septi sengaja melakukan hal ini untuk menghin dari Iyan. Dia tidak ingin hatinya hancur untuk kesekian kalinya karena melihat Iyan sudah bersama seorang anak.


'' apa kamu pura-pura lupa dengan saya Iyan yang pernah menjalin hubungan terlarang dengan mu !'' berkata Iyan.


Septi tidak menanggapi perkataan Iyan, dia menarik Tian dari tangan Iyan.


'' ayo Tian kita pergi ke sana kakek dan nenek kasihan telah lama menunggu '' ucap Septi.


'' tunggu Septi ini apa anak kita terdahulu !'' berkata Iyan.


Septi tidak ingin menjelaskan tentang Tian yang sebenarnya anak kandung Iyan. Septi tetap pada pendiriannya untuk menjauh dari Iyan.


'' ibu, om itu siapa !'' ucap Tian.


'' oh...itu ibu tidak tahu Tian, mungkin orang yang salah mengenali seseorang '' berkata Septi.

__ADS_1


Memang di dunia ini ada kemiripan kita dengan orang lain dan menurut berita yang beredar bahwa ada tujuh kembaran kita yang menyerupai diri kita. Hal ini di jelaskan oleh Septi kepada Tian sang anak.


Septi berjalan mencari keberadaan kedua orang tua nya.


Sedangkan Iyan mengikuti Septi bersama anak perempuan yang di gandeng oleh Iyan.


Iyan tidak ingin melepaskan Septi dan Tian sebelum memberikan penjelasan yang sebenarnya siapa Tian sebenarnya.


Septi melihat kedua orang tua nya sedang berbicara dengan seseorang yang tidak dia kenal.


'' siapa ini Bu !'' ucap Septi.


'' oh....ini perempuan yang sedang menunggu anak dan suaminya '' berkata ibu Septi.


'' mama '' ucap anak perempuan tersebut.


Wanita itu pun merentangkan tangannya menyambut sang anak perempuan tersebut, lalu mereka saling berpelukan.


Septi yang melihat kebelakang secara otomatis terpukau apa yang ada di hadapannya, yaitu Iyan yang sedang berdiri di depannya dengan memandang penuh tanda tanya.


'' maaf ibu dan bapak ini orang tua dari Septi kan !'' Iyan berkata.

__ADS_1


Memang dari dulu Iyan tidak pernah dipertemukan langsung dengan orang tua Septi dan tidak berani ketempat orang tua Septi sebab seratus Septi masih istri Aria waktu itu.


'' iya... anak ini yang waktu dulu datang kerumah bukan ! berkata ibu Septi.


'' iya, ibu syukur lah ibu masih mengenali saya dan berarti benar ini Septi kan !'' ucap Iyan.


Ibu melihat ke arah Septi dan membulatkan mata memiliki nya penjelasan Septi.


Septi yang mendapat pandangan dari sang ibu tertunduk dan malu.


Bahwa kebohongannya terungkap.


'' ada apa ini mengapa kamu Septi tidak mengakui bahwa pernah kenal dengan saya !'' berkata Iyan.


Kemudian ayah mengajak mereka semua ke sebuah tempat yang nyaman sambil memesan makanan dan minuman.


Mereka melanjutkan pembicaraan dan berusaha untuk menjelaskan keadaan yang terjadi selama Septi dan Iyan berpisah.


'' maaf kan saya, kak sebenarnya saya sudah melupakan semua yang pernah kita lewati bersama, saat ini saya sudah bahagia dengan kehidupan saya dengan Tian '' ucap Septi.


'' kamu boleh melupakan say Septi tetapi bagaimana dengan anak kita apa dia tidak berhak mengetahui siapa bapak kandungnya ! '' berkata Iyan.

__ADS_1


Septi menarik nafas dalam-dalam dan berpikir dengan jernih apa yang harus dijawab dari pernyataan Iyan tersebut.


__ADS_2