Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
eps 108 di


__ADS_3

Septi dan Tian akhirnya sampai di kota orang tua Septi. Dia memesan kendaraan online untuk menuju rumah orang tua Septi.


Beberapa menit kemudian Septi dan Tian tiba di rumah orang tua nya.


'' Bu ini rumah nenek dan kakek ya !'' ucap Tian.


'' iya sayang ''


Septi dan Tian turun dari kendaraan menuju pintu.


Hati berdebar-debar saat mengetuk pintu.


tok...


tok...


Septi menunggu beberapa menit karena pintu belum di buka.


Septi dan Tian menunggu sampai pintu terbuka. Saat pintu di buka dari dalam terlihat seorang ibu dengan wajah seperti bingung mengingat-ingat siapa yang berada di depan pintu rumahnya.


Septi sengaja meminta Tian di depan pintu sedangkan dia berada di samping pintu, maka ibu Septi melihat Tian terlebih dahulu sehingga ibu Septi tidak mengenali Tian sebagai cucunya. Tian pertama kali ke rumah orang tua Septi sehingga belum mengenal Tian.

__ADS_1


Ibu Septi berkata '' nak cari siapa !''


Kemudian Septi berdiri di belakang Tian sang anak. Baru lah ibu Septi mengenali bahwa di depannya sang anak yang sudah lama tidak ada kabar.


'' ibu ini anak Septi '' ucap Septi.


Ibu Septi langsung memeluk Tian dan menciumi nya.


Tian berkata '' nenek geli nek ''.


Lalu nenek melepaskan Tian dan mengajak mereka masuk ke dalam rumah.


Septi dan Tian sudah berada dalam rumah orang tua Septi. Dia terharu melihat keadaan dalam rumahnya yang tidak ada perubahan selama dia meninggalkan rumah tersebut.


'' iya nak, ayah kalian meminta ibu tidak merubah apapun hanya di perbolehkan membesihkannya, agar masih ada kenangan bagi kalian bila pulang ke rumah '' berkata ibu Septi.


Septi dan Tian juga ibu duduk di ruang keluarga.


'' Bu, ayah dimana apa masih kerja !'' ucap Septi.


'' iya ayah kamu masih melihat-lihat pekerjaannya bila tidak bekerja kami mau makan apa !'' berkata ibu Septi.

__ADS_1


Tian di ajak oleh nenek untuk beristirahat dulu sambil menunggu sang kakek datang.


Nenek meninggalkan Tian di kamar , lalu menemani Septi di ruang keluarga. Nenek ingin bertanya banyak hal tentang perjalanan hidup Septi selama ini menghilang dari keluarga.


'' Septi mengapa kamu ada masalah tidak pulang ke rumah ! sebagai seorang anak seharusnya kamu ke tempat kami selaku orang tua bukan malah menghilang tidak tahu di mana timbanya '' berkata ibu Septi.


'' maaf bu, Septi waktu kejadian itu tidak ingin membuat ayah dan ibu jadi pikiran dengan masalah rumah tangga saya '' ucap Septi.


'' tapi perbuatan mu itu membuat kami bersalah karena menjodohkan kamu dengan Aria '' berkata ibu Septi.


Akhirnya ibu meminta Septi menceritakan dari awal hingga sampai saat ini Septi dan Tian datang ke rumah.


Septi menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi dengan ibunya.


Di akhir cerita nya Septi bicara


'' ibu dan ayah jangan merasa bersalah saya menganggap.semua ini sudah takdir saya dan saya saat ini sudah ikhlas menjalankan hidup ini ''.


ibu Septi memeluk Septi dengan rasa terharu. Septi sendiri menyambut pelukan sang ibu sambil berusaha menahan tetesan air mata yang hampir terjatuh.


Septi tidak ingin ibunya mengetahui bahwa dia menangis karena tidak ingin membuat ibunya bersedih dengan kehidupan yang telah dilalui oleh Septi.

__ADS_1


'' terimakasih anakku, kamu bisa menerima semua ini dengan lapang dada dan sebagai salah satu ujian hidupmu, ibu bangga mempunyai anak seperti mu !'' berkata ibu Septi.


__ADS_2