
Hari ini Muji mengajak Septi dan Tian untuk jalan-jalan.
Septi meminta ijin pada Bu Wahyuni karena Septi selama bekerja di warung Bu Wahyuni belum pernah sekalipun libur. Maka Bu Wahyuni memberi ijin Septi dan Tian untuk menikmati hari libur.
Muji, Septi dan Tian telah bersiap untuk mengisi hari libur pergi ke suatu tempat.
Septi telah mempersiapkan segala keperluan untuk Tian.
Karena kendaraan Muji ada walaupun mobil pengakut barang bagi Septi tidak mengapa. Dia tidak gengsi dengan keadaan ini, bagi Septi mensyukuri apa yang dimiliki.
Septi tidak memandang seseorang dengan keberadaan harta bendanya melainkan kebaikan hati orang tersebut. Pemikiran Septi harta bisa di cari tetapi hati yang baik sulit untuk mendapatkan nya.
Mereka bertiga pergi ke sebuah danau yang indah dan sejuk. Di sana banyak pengunjung karena hati libur. Tian senang melihat ada beberapa permainan anak-anak yang menarik hatinya.
Muji yang melihat Tian antusias mengajak untuk bermain sebuah permainan untuk anak-anak.
Tian sebenarnya hanya bisa melihat saja untuk bermain belum bisa. Lalu Muji yang memegang dan mengajari untuk permainan.....
Tian terlihat senang bisa bermain.
Septi melihatnya tersenyum bahagia melihat keakraban antara Muji dan Tian.
__ADS_1
Septi mengikuti kemana Muji dan Tian bermain. Mereka terlihat seperti satu keluarga yang bahagia.
Dari pagi hingga sore hari Muji mengajak Septi dan Tian ke berbagai tempat. Muji menggunakan waktu libur Septi dengan baik. Karena Muji esok hari akan pergi kembali melanjutkan pekerjaan. Maka Muji membuat hari ini cukup berkesan bagi Septi.
Jelang sore hari mereka pulang ke warung. Muji mengantar kan Septi dan Tian lalu berpamitan untuk pulang.
******
Seperti biasa pagi hari Septi mulai sibuk bekerja di warung untuk mempersiapkan segala sesuatunya.
Kini Tian sudah mulai belajar berjalan. Tidak terasa Septi bekerja di warung tersebut hampir satu tahun lamanya.
Sedangkan hubungan dengan Muji makin dekat saja.
Septi dan Tian sudah terbiasa dengan Muji.
Pada hari ini Muji menemui Septi untuk mengajak bicara yang serius tentang hubungannya.
Muji berkata '' ibu Tian bagaimana bila kita menikah saja, biar Tian memiliki seorang ayah !''
'' tapi bagaiman dengan anak-anak mas apa mereka setuju bila kita menikah '' ucap Septi
__ADS_1
'' ibu Tian dulu jawab apa bersedia menikah dengan saya '' kata Muji
'' baiklah saya bersedia '' ucap Septi
'' terima kasih ibu Tian menerima saya '' ucap Septi
Lalu mereka merencanakan untuk bertemu dengan keluarga besar Septi dan Muji.
Namun dalam hal ini Septi tidak ingin pulang ke rumah orang tua nya, takut mereka marah mengetahui bahwa Septi telah berpisah dengan Aria.
Septi menjelaskan kepada Muji bagaiman situasi perpisahannya dengan mantan suami dan tidak ingin melibatkan keluarganya lagi. Septi ingin memutuskan jalan hidupnya sendiri tanpa campur tangan keluarga.
Muji pada akhirnya menerima alasan Septi.
Dan kini Septi yang menuntut untuk bisa bertemu dengan anak-anak Muji, untuk lebih mengetahui dan memahami semua karakter anak-anak Muji yang lumayan banyak jumlahnya.
Muji menyetujui mempertemukan Septi dengan anak-anaknya.
Dan bulan depan telah disepakati untuk Septi bertemu dengan anak-anak Muji.
Septi juga berharap bisa bertemu dengan calon mertuanya dan keluarga besar Muji.
__ADS_1
Muji menjelaskan sementara waktu Septi di pertemukan kepada anak-anak Muji, sedangkan orang tua Muji belum bisa dipenuhi oleh Muji karena hanya satu hari saja Septi dibawa untuk berkenalan dengan anak-anaknya.
Muji menjelaskan dilain waktu aja kenalan dengan orang tua nya.