
Muji dan sekeluarga bersama Septi juga Tian berkendara mengelilingi kota. Lalu mereka menuju ke sebuah mall terbesar di kota mas Muji.
Ketiga anak Muji terlihat bahagia karena mereka telah lama tidak ke mall tersebut semenjak ibu mereka pergi, biasanya mereka hanya pergi di supermarket dekat dengan tempat tinggalnya.
Anak bungsu Muji berkata
'' ayah kita nonton film di bioskop dulu ya, Anti pingin nonton sudah lama tidak nonton di bioskop ''
'' baiklah tanya dulu sama Tante apa mau juga nonton '' berkata Muji
Maka Anti berkata '' Tante mau nonton film di bioskop ''
Septi berkata '' Tante tidak ikut nonton kalian aja biar Tante menunggu di sini aja bersama Tian''
Septi tidak ingin nonton dan lagi Tian belum begitu paham dengan film.
Muji memutuskan anak-anak nya saja yang menonton film. Dia menemani Septi dan Tian sambil melihat-lihat isi mall tersebut.
Septi berkata '' mas temani anak-anak kasihan mereka bertiga masih kecil ''
__ADS_1
'' Ria apa kamu bisa menemani adik-adik mu untuk nonton film'' ucap Muji sang ayah
'' bisa ayah nanti paling hampir dua jam ayah ke sini ya, Ria nanti tidak tau harus kemana mencari ayah '' ucap Ria.
'' iya, sebelum film nya habis diputar ayah akan sudah di sini jangan khawatir nak '' ucap Muji
Septi mendengar pembicaraan antara anak dan ayah tidak bisa bicara hanya bisa mengikuti keputusan mereka saja.
Pada akhirnya mereka berpisah setelah Muji membelikan tiket untuk nonton film di bioskop yang ada di mall tersebut dan ketiga anaknya telah masuk keruangan yang akan diputar filmnya.
Di samping itu Septi menunggu Muji selesai mengantarkan anaknya masuk ke bioskop, Septi mengajak Tian melihat ada permainan untuk anak-anak di mall itu juga.
Muji mencari kesana-kemari dimana keberadaan Septi dan Tian.
Kebingungan Muji karena di telepon Septi tidak mengangkat karena di tempat permainan itu berisik sekali suara musik yang keras maka Septi tidak mendengar bila handphone nya berdering.
Muji sudah mulai lelah mencari dan dia terduduk di sebuah kursi yang ada di seberang tempat bermain Tian.
Tidak di sengaja mata Muji melihat ke arah tempat Tian dan Septi.
__ADS_1
Muji berucap '' oh.... mereka di sini, aku kok tidak kepikiran bahwa Tian pasti suka di sini banyak permainan untuk anak-anak'
Kemudian Muji berdiri dari kursi untuk menghampiri Septi dan Tian.
Dekat dengan Septi maka Muji berkata '' mengapa saya telepon tidak diangkat saya khawatir bila kamu dan Tian hilang ''
'' maaf mas, saya tidak mendengar suara handphone berdering karena keadaan disini berisik sekali '' ucap Septi
Muji lega melihat mereka tidak kenapa-napa walaupun dia sempat cemas mencari keberadaan mereka berdua.
Kemudian mereka bermain bertiga.
Muji mencari permainan yang bisa dimainkan oleh Tian yang masih kecil. Mereka terlihat seperti satu keluarga bila ada orang yang melihatnya. Mereka sungguh serasi sebagai sebuah keluarga. Apalagi Tian sudah begitu akrab dengan muji.
Waktu berlalu dengan cepat dan tidak terasa sudah satu jam lebih mereka di tempat permainan itu.
Kini saatnya mereka harus menjemput anak-anak di bioskop.
Maka Septi berkata'' mas, ini sudah waktunya anak-anak keluar dari bioskop, kasihan nanti bila kita tidak ada di sana !''
__ADS_1
'' iya, mari kita ke sana takut nanti seperti saya tadi kehilangan kamu berdua membuat saya cemas dan bingung'' ucap Muji