
Semua tamu satu persatu pulang. Kini hanya ada Haikal dan Aruna saja berdua di rumah. Keduanya saling menatap dengan tatapan penuh kebahagiaan.
Tiba-tiba saja Haikal membopong tubuh Aruna hingga membuat wanita itu memekik kaget.
"Haikal .. Turunkan aku, aku mohon ..."
"Tidak, aku tidak akan menurunkannya."
"Aku takut, Haikal. Tolong turunkan aku sekarang juga. Aku khawatir kakinya akan kembali sakit."
"Tenang saja, Aruna. Aku sudah pulih total. Kau aman dan kau tidak akan terjatuh."
"Haikal ... Tolong turunkan sekarang, aku mohon ..."
Pria itu sama sekali tidak mengindahkan perkataan istrinya. Ia tetap membopong tubuhnya dan membawanya ke arah kamar.
Haikal menjatuhkan tubuh Aruna di atas tempat tidur, dan ia berada di atas wanita itu. Aruna tampak gugup sekali.
"Jangan takut, sayang. Kita sudah suami istri," ujar pria itu di akhiri dengan senyum yang menyejukkan.
Aruna membalas senyuman Haikal. Saat ini mereka memang sudah dah menjadi sepasang suami istri. Tapi Aruna masih saja merasa canggung seperti ada dinding pembatas yang bernamakan teman.
Haikal menatap kedua manik mata Aruna lekat. Senyum pria itu sudah berbeda dari sebelumnya. Aruna jadi semakin gugup, tapi bagaimanapun Haikal sudah berhak atas tubuhnya.
"Aku akan melakukan jika kau mau. Aku tidak mau kau merasa terbebani, sayang."
__ADS_1
Kalimat Haikal barusan terasa menggelitik dan membuat sekujur tubuh Aruna berdesir. Ia meneguk salivanya dengan susah payah, napasnya tertahan, dan wajahnya sedikit pucat.
"Apa kau keberatan jika aku meminta hak ku?" tanya Haikal memastikan.
Aruna menggigit bibir bawahnya. Jika ia menolak, maka ia yang dosa.
Dengan kedua mata terpejam, Aruna menganggukan kepalanya. Haikal mengembangkan senyum lebar. Hari ini, dan detik ini, Aruna akan menjadi miliknya seutuhnya. Selamanya.
***
Malam ini, Elona mendadak ingin tidur di kabar sang ibu bersama ayah barunya. Haikal sama sekali tidak keberatan memberi izin Elona untuk tidur seranjang bertiga dengannya. Bahkan ia merasa senang.
Sementara Elona terbaring di atas tempat bersama ibunya, Haikal duduk di kursi yang tidak jauh dari ranjang tempat tidur.
"Aku bahagia sekali karena paman Haikal bisa menjadi ayah baruku. Terima kasih ayah Haikal, sudah mau jadi ayah Elona," ucap bocah itu.
Elona menoleh ke arah ibunya. "Terima kasih juga, ibu. Sudah menjadikan ayah Haikal sebagai ayah baruku."
"Sama-sama, sayang. Elona bahagia memangnya?"
"Saaaangat bahagia ..." jawab bocah itu.
"Really?" tanya Haikal.
"Aku serius paman," jawab Elona seketika membungkam mulutnya. "Maksudku, ayah," ralatnya.
__ADS_1
"Kalau begitu kita tidur bersama malam ini. Maksud ayah, ayah tidur bersama ibu dan Elona tidur sendiri di kamar."
"Aku tidak mau, aku ingin tidur bersama ibu dan ayah Haikal. Kita bertiga saja."
"Ibu kan sudah milik ayah sekarang."
"Tetap ibu aku, ayah."
"Milik ayah."
"Tetap milikku."
"Ibumu milik ayah malam ini." Haikal bangkit berdiri dari duduknya dan loncat ke atas tempat tidur dan memeluk Aruna.
Elona dengan cepat memeluk sang ibu takut keduluan ayah barunya.
"Ibumu milik ayah .." Haikal mengeratkan pelukannya.
"Tidak, ibu tetap milik ku." sahut Elona.
"Milik ayah." seru Haikal kukuh.
"Milik aku, ayah ... "
Keduanya saling berebut Aruna. Wanita itu merasa sangat bahagia melihat cara bercanda putri dan suaminya.
__ADS_1
_Bersambung_
NOTE: Yang mau lihat video mereka bisa cek ke Instagram @wind.rahma lagi, ya. Atau cek ke YouTube Windy Rahmawati