GAIRAH TEMAN ISTRIKU

GAIRAH TEMAN ISTRIKU
Butuh Seseorang


__ADS_3

Seperti biasa, Aruna harus bangun pagi sekitar jam lima. Selain harus menunaikan kewajiban nya sebagai seorang muslim, ia juga harus menjalankan tugasnya sebagai seorang ibu. Menyiapkan sarapan untuk Elona. Dan juga membersihkan rumah.


Tiba-tiba saja lampu ruangan dapur mati. Aruna gelagapan.


"Ya ampun, ini kenapa lampunya mati ya?"


Aruna menoleh ke ruangan luar dapur, ternyata lampu yang lain menyala. Mungkin lampu tersebut harus di ganti, sebab terakhir ganti setahun lalu.


"Untung masih ada stok lampu baru."


Aruna bergegas mengambil lampu di tempat ia menyimpan. Selain itu ia mengambil tangga yang biasa di gunakan untuk memasang dan mencopot lampu, juga di gunakan untuk yang lainnya.


Dengan memanfaatkan cahaya lampu senter sebagai penerangan sementara, Aruna mulai memanjat tangga tersebut. Kakinya sedikit gemetar, lantaran ini pertama kali ia harus naik ke atas tangga tersebut.


"Mudah-mudahan aku bisa," ucapnya berusaha meyakinkan diri sendiri.


Ia memegang erat tangga tersebut, sebelah tangannya memegangi lampu yang akan di pasang untuk menggantikan lampu yang mati. Pijakan pertama berhasil, namun di pijakan kedua ia terpeleset yang membuat dirinya terjatuh ke lantai.


"Aaaaa ..." teriakan Aruna menggema di ruangan.


Beruntung tangga nya tidak ikut jatuh mendidih tubuhnya.

__ADS_1


"Aawww ... " Ia merintih kesakitan.


Lututnya memar dan itu sangat sakit sekali.


"Aaww .. Sakit sekali .." Rintihnya lagi.


Aruna meniupi bagian lutut nya yang sakit. Ia pikir ia bisa melakukan semuanya sendiri. Tapi nyatanya tidak bisa. Ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri bahwa ia tidak bisa hidup sendiri.


Seketika pikirannya tertuju pada Abian. Biasanya pria itu yang akan mengganti jika ada lampu yang mati. Tapi sekarang pria itu sudah tidak ada lagi. Bukan berarti Aruna menginginkan Abian kembali, hanya saja ia merasa jika ia membutuhkan seseorang.


"Aku harus bisa melakukannya sendiri. Jika bukan diriku, siapa lagi?"


Aruna mencoba untuk bangkit. Ia tidak boleh lemah. Ia harus kuat, ia yakin bisa melakukannya. Namun harus dengan ekstra hati-hati.


Tanpa membuang-buang waktu lagi, ia segera mencopot dan memasang kan lampu yang baru. Sebelumnya ia sudah mematikan terlebih dahulu stop kontaknya agar tidak terkena sengatan listrik.


Aruna menghela napas lega, akhirnya ia bisa melakukannya sendiri. Cepat-cepat ia turun dan menyalakan stop kontaknya. Hasilnya lampu nya nyala sangat terang.


Seulas senyum terbit dari kedua sudut bibirnya, meski tipis namun tak memudarkan senyum manisnya.


"Akhirnya aku bisa melakukannya," ujarnya dan ia berpikir tidak butuh seseorang lagi.

__ADS_1


Aruna membuang lampu bekas tersebut di tempat sampah, ia bergegas menaruh tangga nya di tempat semula. Setelah itu, ia melanjutkan membuat sarapannya.


***


Seorang pria tampak menggeliat kan tubuhnya, matahari sudah memancarkan sinarnya. Itu tandanya hari sudah berganti.


Setelah keluar dari rumah lantaran di usir oleh Aruna, Abian memutuskan untuk tinggal di rumah kontrakan yang kecil. Bukan di apartemen. Sebab ia harus menghemat, terlebih perusahaan nya kini mengalami kebangkrutan.


Abian duduk, menyandarkan punggungnya di tembok. Tatapan nya berubah kosong. Ia bingung harus menjalani hari-harinya seperti apa sekarang. Setiap hari sendiri tanpa istri dan anak.


"Apa aku tidak bisa bersama lagi dengan mereka? Aku tidak sanggup membayangkan jika suatu hari Aruna dan Elona mendapat kebahagiaan dari keluarga barunya."


"Dan apakah aku bisa menemukan sebuah keluarga lagi?"


Abian sungguh menyesali perbuatannya. Hanya saja semuanya sudah terlambat. Ia sadar di saat semuanya telah terjadi.


Abian menghembuskan napas kasar.


"Sekarang aku harus memikirkan pekerjaan dulu, aku harus mencari uang untuk bertahan hidup. Setelah itu, setelah aku memiliki banyak uang, aku ingin mengajak Aruna dan Elona kembali bersama. Sebab ada mimpi yang harus kita wujudkan bersama-sama."


Abian kembali mendapat semangat hidup. Ia bergegas untuk bangun. Hari ini ia berencana untuk melamar kerja.

__ADS_1


_Bersambung_


__ADS_2