GAIRAH TEMAN ISTRIKU

GAIRAH TEMAN ISTRIKU
Aku Menyesal Aruna


__ADS_3

Setelah hujan reda, Aruna berniat untuk membeli susu Elona. Kebetulan stok susu nya sudah habis.


"Elona, sayang. Ibu mau beli susu dulu ke minimarket depan, ya. Kau mau ikut atau tunggu saja di rumah? Soalnya jalanan becek, sayang. Takut kamu terpeleset dan jatuh," pamit Aruna.


"Elona tunggu di rumah saja, ibu. Elona mau mewarnai hasil gambar yang Elona buat tadi di sekolah," jawab bocah itu.


"Iya, sayang. Ah ya, tadi kau pulang sama siapa? Ikut sama bibi Kanaya lagi?"


"Iya, ibu. Bibi Kanaya yang mengantar Elona sampai rumah. Setelah itu, ada ibu Zahrana manggil, lalu Elona menghampiri ibu Zahrana."


"Maafin ibu ya, sayang. Ibu tidak bisa selalu ada untuk Elona," ucap Aruna merasa sedih.


"Tidak apa-apa, ibu."


Aruna membawa putrinya ke dalam pelukan. Mulai sekarang ia harus mengantar Elona ke sekolah setiap pagi. Jika ia bagian shift siang, maka ia masih bisa menjemput Elona. Tapi jika shift pagi, mau tidak mau Elona harus pulang ikut Kanaya, tetangga nya juga yang rumahnya terhalang lima rumah saja. Sementara Zahrana merupakan tetangga nya yang tidak memiliki keturunan, sehingga sangat senang jika Elona di titipkan padanya. Aruna beruntung, masih di kelilingi oleh orang-orang baik yang tentunya bisa membantu.


"Kalau begitu, ibu pergi dulu, ya. Takut nya keburu hujan lagi. Jangan lupa kunci pintunya selama ibu tidak ada."


"Baik, ibu. Ibu jangan lupa bawa payung, biar tidak kehujanan."


"Iya, sayang."


Aruna pun beranjak pergi, dan Elona mengunci pintu nya. Kemudian pergi ke kamar untuk mewarnai gambar.

__ADS_1


Begitu keluar pagar, langkah Aruna terhenti saat ia melihat sosok yang ingin ia lihat lagi kini berdiri di hadapan nya sejauh lima meter. Aruna membalikan badan berniat balik lagi, tapi sayang nya orang itu berhasil menarik pergelangan tangan nya.


"Aruna, tunggu, sayang!"


Aruna menepis tangan tersebut. "Lepaskan, jangan sentuh aku!" seru Aruna tanpa memandang wajah orang itu.


"Aruna, beri aku kesempatan untuk bicara dengan mu. Aku mohon, Aruna."


"Tidak ada yang perlu di bicarakan lagi, semua sudah selesai."


"Apa maksudmu sudah selesai, Aruna?"


"Aku ingin kita berpisah."


"Aruna, aku minta maaf. Tolong. Beri aku kesempatan sekali saja, Aruna. Aku mohon. Ini demi Elona, Aruna."


"Jangan jadikan Elona tameng dalam masalah ini, Abian. Kesalahan yang sudah kau lakukan ini sangat fatal. Jika kau berani mengambil sebuah keputusan, maka kau juga harus siap menanggung resiko nya. Termasuk berpisah dengan aku dan Elona."


"Tidak, Aruna. Aku tidak akan melepaskan mu."


"Tapi aku yang ingin terlepas darimu."


Abian bergeming.

__ADS_1


"Aku mohon, Aruna. Maafkan aku, aku janji-"


"Aku bisa saja memaafkan mu. Tapi untuk kembali bersama, aku tidak mau. Tolong jangan ganggu kehidupan aku lagi, maupun Elona. Aku tidak ingin Elona sampai tahu kalau ternyata ayah nya rela memilih wanita lain di bandung keluarga nya sendiri."


Abian sangat menyesal. Sangat. Kebahagiaan yang mereka bangun selama lima tahun harus pupus oleh hitungan hari.


Abian menatap sendu Aruna.


"Aku menyesal, Aruna. Aku tidak tahu harus melakukan apa agar kau memberi aku kesempatan lagi. Jujur, aku sangat mencintaimu, Aruna."


Ungkapan Abian membuat Aruna merasa sangat sedih. Tapi ia harus kelihatan tetap tegar. Abian saja tidak memikirkan perasaan nya pada saat berhubungan dengan Ziva, untuk apa ia harus memikirkan perasaan Abian sekarang.


"Pergilah, aku tidak ingin melihatmu ada di sini," usir Aruna dengan nada bicara pelan, menahan rasa sedih nya.


"Ok, aku akan pergi. Tolong jaga dirimu baik-baik. Sampaikan salam ku untuk Elona. Jika kau ingin menceritakan keburukan ku padanya, jangan lupa ceritakan bagian terbaiknya juga. Kalau aku sungguh menyayanginya."


Abian beranjak pergi dari sana. Aruna menengadah ke langit. Menahan air matanya agar tidak lagi terjatuh.


_Bersambung_


Like, Komen dan jangan lupa tambahkan ke Favorit, ya❤ Klik ikuti di Avatar aku juga🤗


Buat yang punya poin atau vote boleh di sumbangkan ke cerita ini, hehe.

__ADS_1


__ADS_2