GAIRAH TEMAN ISTRIKU

GAIRAH TEMAN ISTRIKU
Keselek Ludah


__ADS_3

Aruna segera mengganti pakaian nya setelah mendapat kabar dari Kanaya jika wanita itu bersama putrinya sudah stay di sana. Kebetulan pekerjaannya juga memang sudah selesai.


"Kau pulang naik apa hari ini? Di jemput suamimu lagi?" tanya Nabila saat mereka bebarengan keluar dari ruang belakang resto tersebut.


Aruna menggeleng. "Putriku ada di sini, aku akan makan dulu depan."


"Tapi makanan di sini kan mahal, Aruna. Total tagihannya bisa setara dengan gaji kita selama satu bulan."


"Iya, aku tahu. Kebetulan ada teman yang mau mentraktir kami."


"Wah beruntung sekali. Ya sudah, kalau begitu aku duluan, ya."


"Iya, Nabila. Hati-hati."


"Iya."


Sementara Nabila pergi, Aruna mengedarka pandangannya guna mencari meja yang saat ini di pakai oleh Kanaya. Resto tersebut cukup luas dan kebetulan sedang ramai pengunjung juga. Jadi lumayan sulit menemukan putrinya.


"Ibu ..." teriakan bocah yang tak asing membuat Aruna membalikan badan, tampak Elona melambaikan tangan padanya.


Aruna tersenyum dan bergegas menghampiri Elona.


"Hai .. Maaf ya harus menunggu lama," sapa dan ucap Aruna.


"Tidak, Aruna. Kita baru sampai lima menit lalu dan itu bukan waktu yang lama," jawab Kanaya. "Ah ya, silahkan duduk, Aruna."


"Iya, Kanaya. Terima kasih."

__ADS_1


Aruna menjatuhkan tubuhnya di kursi sebelah Elona. Mereka duduk berhadapan. Aruna dengan Elona dan Kanaya bersama putrinya, Cheryl.


"Aku sudah lama tidak makan di tempat kerja ibu," ujar Elona.


"Iya, sayang. Ibu minta maaf, ya. Lain kali jika ibu ada uang lebih, ibu pasti akan ajak Elona makan di sini."


"Elona tenang saja, jika Elona ingin makan di sini lagi, bibi akan sering-sering ajak Elona," sahut Kanaya.


"Iya, Elona. Kalau kau ingin makan di tempat lain pun, aku akan minta ibuku untuk mengajakmu, itupun jika ibumu memberimu izin," sahut Cheryl.


"Terima kasih bibi Kanaya, terima kasih Cheryl," ucap Elona.


"Iya, sama-sama," jawab Cheryl dan ibunya hampir bersamaan.


"Ah ya, mari kita pesan makanan dan minumannya. Aruna, pilih saja makanan dan minuman yang ingin kau pesan untukmu dan putrimu. Kau tidak perlu khawatir atau merasa sungkan, aku mendapat bonus yang lumayan besar, jadi pesan saja tanpa melihat berapa harganya."


"Sama-sama."


Kanaya mengambil buku menu yang sudah tersedia di meja, begitu pun dengan Aruna. Mereka mulai memilih makanan beserta minuman yang akan di pesan.


"Elona mau yang ini saja, bu," tunjuk Elona pada gambar yang terdapat di buku menu tersebut.


"Lalu minuman nya yang mana?"


Elona membuka lembaran buku menu itu lagi dan menemukan minuman yang sesuai selera.


"Elona ingin minuman yang dingin, jadi Elona pilih yang ini saja."

__ADS_1


"Yakin yang ini?"


"Iya, bu."


"Ya sudah, nanti ibu katakan pada teman ibu yang akan melayani di sini."


Kanaya pun selesai memilih menu makan dan minum nya. Lantas ia memanggil pelayan yang kebetulan berdiri tidak jauh dari sana. Pelayan itu tersenyum ramah pada Kanaya dan juga Aruna.


"Saya pesan makanan yang ini dan minuman yang ini untuk putri saya, dan yang ini untuk saya, ya."


"Baik, nona. Kalau nona Aruna pesan apa?" tanya pelayan itu sopan.


Siapapun yang duduk di kursi meja yang ada di resto merupakan seorang raja, sekalipun pelayan yang bekerja di tempat itu sendiri. Termasuk Aruna. Jadi wajib untuk di hormati.


Setelah Aruna mengatakan apa saja menu yang ia pesan, pelayan itu pergi. Sambil menunggu pesanan datang, Kanaya mengisi waktunya dengan mengobrol ringan. Sementara Elona dan Cheryl membahas tentang dunia mereka di sekolahan.


"Ah ya, Aruna. Akhir-akhir ini aku tidak pernah lagi melihat Elona di antar sekolah oleh ayahnya. Apa suamimu yang sibuk sehingga kau yang selalu mengantar putrimu?"


Wajah Aruna berubah menegang seketika. Ia tidak tahu harus menjawab pertanyaan Kanaya seperti apa, tapi ia rasa sepertinya perpisahan nya dengan Abian sudah bukan sesuatu yang harus di rahasiakan lagi. Tidak ada salahnya juga jika ia berkata jujur, asal tidak dengan menceritakan permasalahan yang terjadi saja.


"Aku sedang menggugat cerai suamiku."


"WHAT!?"


Kanaya sungguh terkejut dengan jawaban Aruna, ia nyaris tersedak ludahnya sendiri.


_Bersambung_

__ADS_1


__ADS_2