GAIRAH TEMAN ISTRIKU

GAIRAH TEMAN ISTRIKU
Ketegaran Aruna


__ADS_3

Aruna terisak. Rasanya perih sekali. Terluka? Tentunya. Dan jangan tanyakan seberapa sakitnya. Ia mendapati suami nya tengah melakukan hubungan khusus dengan suaminya tepat di hari pernikahan nya yang ke lima tahun. Di khianati oleh suami dan teman nya sendiri.


"Ibu ..."


Panggilan Elona membuat Aruna mendongakan kepalanya. Ia segera menyeka air mata yang membasahi pipi nya.


"Elona, sayang ..."


Aruna membawa Elona ke dalam pelukan nya. Ia peluk erat tubuh mungil itu. Ingin rasanya menumpahkan tangis nya di pundak putrinya, tapi ia memilih untuk menyimpan air matanya di depan putrinya.


Setelah cukup lama memeluk, Aruna melepaskan pelukan nya. Ia tangkup kedua pipi Elona lalu ia mendaratkan satu kecupan dalam di kening bocah itu.


"Ibu, ibu kenapa menangis?" tanya Elona kemudian.


Aruna berusaha tersenyum di barengi dengan celengan kepalanya.


"Ibu baik-baik saja, sayang."


"Sungguh?"

__ADS_1


Aruna mengangguk.


"Aku mendengar ada suara keributan, ibu. Tapi aku tidak berani untuk keluar dari kamar. Setelah aku mendengar ibu menangis, barulah aku keluar kamar. Apa yang terjadi padamu ibu?"


Aruna tiga tega mengatakan yang sebenarnya pada Elona. Lagipula putrinya belum paham masalah nya. Yang ada, ia akan merusak mental Elona jika mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Tidak usah perdulikan itu, sayang. Ibu baik-baik saja."


"Apa ayah dan bibi Ziva menjahati ibu?"


Pertanyaan yang tak terduga keluar dari mulut Elona. Aruna diam untuk beberapa saat sebelum akhirnya mencoba mengalihkan perhatian putrinya.


"Ibu tadi bilang akan pergi bekerja, kenapa sekarang ibu ada di sini?"


Banyak sekali pertanyaan yang keluar dari mulut putrinya. Tapi Aruna harus berusaha untuk sabar menghadapi setiap pertanyaan itu.


"Elona baru bangun tidur kan? Bagaimana kalau ibu buatkan susu?"


"Ibu-"

__ADS_1


"Mau?" pangkas Aruna supaya Elona tidak lagi bertanya banyak hal.


Bocah itupun mengangguk. "Iya, ibu. Aku mau."


"Ya sudah, kalau begitu Elona tunggu di kamar, ya. Nanti ibu menyusul ke sana."


"Baik, ibu," jawab Elona menurut.


Bocah itupun melipir duluan. Sementara Aruna menyeka sisa air mata nya di pipi dan pelupuk mata. Barulah ia beranjak ke dapur untuk membuatkan susu.


Begitu masuk ruangan dapur, langkah nya terhenti. Pandangan nya tertuju pada meja makan. Seketika ia teringat ucapan Elona.


"Kaki bibi Ziva seperti ini pada kaki ayah, ibu. Mereka sedang apa, ya?"


Aruna memejamkan matanya. "Tidak, Aruna. Kau tidak boleh mengingat sesuatu yang tidak perlu di ingat. Lupakan saja. Anggap apa yang terjadi hari ini adalah mimpi buruk. Dan mimpi, sebaiknya di lupakan."


Aruna menarik napas panjang, ia menghembuskan nya secara perlahan. Ia mencoba untuk tegar. Yang terpenting ia harus pandai dalam mengambil keputusan.


Jangan jadi wanita boddoh. Perselingkuhan adalah sesuatu yang di lakukan secara sadar. Dan orang yang melakukan nya tidak pantas mendapatkan maaf. Sebab akan ada dua kali, tiga kali, dan seterusnya. Jangan siksa batin mu dengan alasan sayang terhadap sang anak. Sebab bisa jadi ini adalah cara Tuhan memisahkan mu dengan orang yang salah. Meski perceraian adalah sesuatu yang di benci oleh Tuhan. Bisa jadi, setelah ini Tuhan akan mempersiapkan jalan yang terbaik yang tidak terduga. Ingat, setelah badai pasti akan ada pelangi. Setelah kesedihan pasti akan ada kebahagiaan. Percayalah.

__ADS_1


_Bersambung_


__ADS_2