
Sementara di tempat kediaman Haikal. Gavin tengah mengajak bicara pria itu.
"Aku baru tahu jika wanita yang selama ini kau cintai itu ternyata Aruna," ujar Gavin.
"Iya. Memangnya kenapa? Dan kau belum menjawab pertanyaanku, Vin. Dari mana kau mengenal Aruna?"
"Sedikit rumit, sih."
"Jangan katakan jika kau juga menaksir Aruna!"
Gavin menatap Haikal yang wajahnya tampak serius sekali.
"Apa yang kau simpulkan dari aku dan Aruna?"
"Cepat katakan saja, sejak kapan dan bagaimana kau bisa mengenal Aruna!?" Haikal sudah tidak sabar menunggu jawaban Gavin.
"Ceritanya cukup sensitif, Kal. Itu alasan kenapa aku tidak mengatakannya tadi sejak masih ada Aruna."
__ADS_1
"Maksudmu?" Haikal di buat semakin penasaran.
"Begini, Kal. Jadi sahabat Aruna yang berkhianat dengan suaminya seperti yang pernah kau ceritakan padaku itu adalah Ziva, mantan istriku."
Iris mata Haikal melebar seketika. Jujur ia masih tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
"Sahabat Aruna mantan istrimu?"
Gavin mengangguk membenarkan.
"Iya, Kal. Jadi pada saat aku dan Ziva bertengkar hebat, Ziva memutuskan untuk pergi kabur dari rumah. Karena posisinya aku masih suami dia, masih kewajiban aku untuk mencari keberadaan nya. Lalu aku berusaha mencari Ziva melalui teman-temannya yang aku ketahui saja. Aruna orang terakhir yang aku temui dan Ziva memang tinggal di rumahnya," jelas Gavin.
Meski Gavin sudah menjelaskan panjang lebar kali tinggi, Haikal masih tidak menyangka saja dengan apa yang terjadi. Maksudnya ia tidak menyangka ia orang yang sudah menghancurkan rumah tangga Aruna adalah mantan istri sepupunya.
"Dan yang lebih lucunya dari hidup ini, Kal. Dunia kan luas, ya. Luas sekali. Tapi kita di pertemukan dengan orang-orang yang berputar di sekitar kita. Contohnya, sekarang saja Abian kerja di perusahaan ku."
"Sungguh?" tanya Haikal tidak percaya.
__ADS_1
"Iya, aku tidak bohong. Aku menikah dengan Ziva, Ziva itu teman Aruna, Aruna mantan istri Abian yang aku temui di jalan dan saat ini dia bekerja di perusahanku, lalu sekarang kau sepupuku mencintai wanita, dan ternyata wanita itu Aruna. Abian sering cerita kalau ada seseorang yang sedang dekat dengan putrinya, yaitu kau Haikal, sepupuku. Dan wanita yang selalu kau ceritakan ini ternyata Aruna, mantan istrinya Abian. Ternyata hidupku berputar di antara kalian-kalian ini."
"Dan aku rasa ini bukan sebuah kebetulan, Gavin. Ini takdir dan memang jalannya harus seperti ini. Terdapat banyak pelajaran dan hikmah dalam kejadian-kejadian ini."
"Iya, aku tahu, Kal. Termasuk kau bisa menanam harapan agar bisa bersatu dengan Aruna bukan?"
Haikal mengulas senyum tipis. Mungkin ini semua memang sudah harus di takdir kan seperti ini. Dan ia harap ini adalah jalan menuju kebahagiaan yang selama ini ia nantikan. Semoga saja.
"Ah ya, malam ini kau mau nginap?" Haikal berusaha mengalihkan topik pembicaraan ke hal lain.
"Iya, aku akan menginap. Setelah mengetahui wanita yang selama ini kau harapkan itu adalah Aruna, aku harus sering berada di dekatmu untuk menyemangati agar kau bisa secepatnya sembuh. Takutnya kau akan kehilangan harapan untuk bisa hidup dengan wanita sebaik Aruna. Aku tidak begitu mengenalnya, tapi aku sering mendengar curahan hati Abian yang begitu besar penyesalanannya. Sebab dia sudah mengkhianati istri sebaik Aruna. Dia merasa sudah membuang berlian demi sampah busuk yang ku buang sebelumnya."
"Selain baik, Aruna juga wanita yang cerdas," puji Haikal. "Dia tidak memberi kesempatan untuk suaminya yang sudah melakukan kesalahan yang di lakukan secara sadar. Tidak seperti dirimu, Vin. Yang berulang kali memberi Ziva kesempatan dengan mengharapkan satu hal, dia akan berubah. Dan nyatanya, kesalahan fatal yang di lakukan dan di beri kesempatan, akan terulang bukan hanya sampai dua kali."
"Sudahlah, tidak perlu bahas dia lagi. Aku sudah berada di keputusan yang benar sekarang. Aku sudah bermetamorfosis menjadi duren."
Haikal mengernyit. "Apa itu duren?"
__ADS_1
"Duda keren," jawab Gavin dan di sambut tawa oleh Haikal.
_Bersambung_