
Beberapa anak dan orang tua sudah berdatangan. Kemudian mereka di arahkan ke ruangan khusus acara. Aruna dan Haikal duduk di kursi yang sudah tersedia, sementara Elona berkumpul bersama teman dan gurunya untuk segera memulai acara.
"Aku sudah tidak sabar melihat Elona tampil," ujar Haikal.
"Iya, aku juga," sahut Aruna.
Terdapat MC juga di sana untuk menuntun berjalannya suatu acara. MC tersebut tidak lain merupakan miss Ayu.
"Acara akan di mulai sepuluh menit lagi. Pasti bapak dan ibu sudah tidak sabar kan ingin melihat penampilan putra dan putri anda sekalian?"
Beberapa orang menjawab pertanyaan tersebut. Sebab mereka memang sudah tidak sabar untuk menyaksikannya. Acara bertemakan tentang pahlawan yang telah gugur di medan perang.
Sementara di tempat lain, Abian tampak kesal sekali. Lantaran lagi-lagi mobilnya harus mogok. Berulang kali ia melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Acara Elona pasti sudah mau di mulai. Aku tidak ingin membuat putriku kecewa. Aku harus segera datang ke sana."
Abian menghubungi montir nya yang biasa, beruntung nya bisa di hubungi dan akan segera datang ke lokasi dimana mobil Abian mogok. Sementara Abian sendiri pergi menggunakan taksi yang kebetulan lewat.
Di dalam taksi, Abian tampak gelisah. Ia masih memikirkan acara Elona yang pasti sudah di mulai. Ia akan tetap datang meski acara itu telah usai.
Riuh tepuk yang menyambut acara. Beberapa anak mulai ke luar dan mengisi panggung. Orang tua dari anak tersebut tampak senang dan tak jarang dari mereka yang mengabadikannya lewat kamera hp.
"Aku rela mempertaruhkan nyawaku demi membela negeri ini," ujar anak laki-laki yang sedang tampil di pentas acara.
Beberapa anak yang menjadi penjajah segera mengangkat pistol nya. Bersiap untuk menembak.
__ADS_1
Ada beberapa anak lainnya yang juga di siksa oleh penjajah tersebut. Di sana terdapat Elona, Cheryl, dan yang lainnya.
"Tolong kami, jangan siksa kami," ujar Elona seraya memohon.
Melihat beberapa orang yang di siksa oleh penjajah tersebut, membangkitkan semangat anak laki-laki yang semula menyerah dan nyaris di tembak.
Anak laki-laki tersebut menggunakan senjata bambu nya untuk melawan penjajah, sehingga para penjajah itu tewas dan terkapar.
Sekumpulan anak yang tadi di siksa itu mengucapkan banyak terima kasih pada anak laki-laki tersebut lantaran sudah membebaskannya. Namun di saat mereka lengah, seorang penjajah yang belum benar-benar tewas itu melepaskan sebuah tembakan pada anak laki-laki yang menjadi pahlawan untuk banyak orang.
Doorrr ...
Tembakan itu tepat mengenai jantung dan seketika menewaskan pahlawan tersebut. Membuat sekumpulan anak itu menangis lantaran pahlawan nya gugur di medan perang.
Acara pun selesai.
Saat anak-anak membubarkan diri dari panggung, mereka semua menghampiri kedua orang tua masing-masing.
"Baik, acara telah selesai. Bagaimana perasaan kalian sebagai orang tua menyaksikan putra putri kalian tampil di acara pentas seni barusan?" seru miss Ayu.
Beberapa orang tua lain lagi-lagi menjawab pertanyaan miss Ayu.
"Ibu ..." panggil Elona, bocah itu lari seraya merentangkan kedua tangannya.
Aruna bangkit dari duduknya dan menymbut putrinya dengan pelukan. Elona menghambur ke dalam pelukan sang ibu.
__ADS_1
"Sayang ... Ibu bangga sekali padamu, nak. Aktingmu sangat bagus tadi. Ibu terharu melihatnya." Aruna menghujani Elona dengan ciuman di puncak kepala.
"Terima kasih, ibu."
"Paman juga ikut bangga, Elona. Kau sangat keren tadi, paman jadi ingin ikut membela Elona di panggung tadi," puji Haikal.
"Hehe .. Kalau begitu kenapa paman tidak ikut naik ke panggung saja?"
Haikal mencubit pipi Elona dengan gemas.
"Kalau paman naik ke panggung, teman-temanmu akan membubarkan diri. Mereka akan mengira paman penjajah sungguha."
"Haha ... Paman bisa saja."
"Sini, paman peluk Elona."
Bocah itu menoleh pada ibunya, Aruna mengangguk mengizinkan. Elona pun menghambur ke dalam pelukan Haikal.
"Karena Elona aktingnya bagus, paman akan belikan Elona hadiah lagi."
"Sungguh?"
"Tentu saja."
Elona semakin mengeratkan pelukannya. Hingga pandangannya tertuju pada seseorang yang berdiri di kejauhan. Seseorang itu melihat ke arahnya.
__ADS_1
Senyum Elona perlahan memudar. "Ayah," ujarnya lirih nyaris tak terdengar.
_Bersambung_