
Satu minggu setelah kejadian pahit itu, Aruna baru memberanikan diri untuk menginjakan kaki lagi di ruang televisi. Ia berniat untuk menata ulang ruangan tersebut agar terlihat baru supaya ia bisa sedikit saja melupakan kejadian buruk itu.
Ia mengambil jatah libur nya lagi minggu ini, dan akan selalu mengambil jatah libur nya.
Sebelum jam waktunya Elona pulang sekolah, ia harus segera selesai menata ruangan tersebut. Peluh keringat mulai bercucuran ke pelipis nya, ia menyeka nya dengan punggung tangan.
Tepat jam sembilan, ia sudah selesai.
"Huft .. Akhirnya selesai juga." Aruna menghela napas lega dan menghirup banyak-banyak oksigen.
"Aku harus segera mandi untuk menjemput Elona. Jangan sampai aku telat."
Aruna beranjak dari ruangan tersebut menuju kamar nya. Ia harus membersihkan diri dari keringat dan debu yang bercampur menempel di kulitnya.
Lima belas menit kemudian ia sudah selesai mandi dan berpakaian rapi. Lalu segera memesan ojek online untuk sampai di sekolah putrinya.
Kebetulan, begitu tiba di sekolah, Anak-anak baru saja bubar. Aruna menunggu Elona di depan gerbang. Dari kejauhan, ia melihat putrinya baru saja keluar kelas.
"Ibu .." panggil bocah itu seraya berlari dan menghambur ke dalam pelukan Aruna.
"Sayang .." Aruna memeluk tubuh mungil putrinya.
"Bagaimana belajarnya hari ini?" tanya Aruna setelah pelukan nya di lepaskan.
"Menyenangkan sekali, ibu."
"Baguslah kalau begitu."
Tiba-tiba seorang wanita dan teman Elona mendekat.
__ADS_1
"Hai, Aruna .." sapa wanita itu.
Aruna mendongakan wajah nya. "Hai, Kanaya."
Aruna menegakkan badan nya yang semula membungkuk usai memeluk putrinya.
"Kalian mau ikut pulang bersama kami?" tawar wanita itu.
"Terima kasih tawaran nya, Kanaya. Tapi sepertinya aku dan Elona naik ojek online saja. Ah ya, terima kasih banyak selalu memberi tumpangan untuk Elona sepulang sekolah. Terima kasih atas kebaikan mu, Kanaya," ucap Aruna.
"Iya, sama-sama, Aruna. Sekarang pun kalian tidak perlu naik ojek online, kasihan Elona. Cuacanya sedang terik, dia akan kepanasan jika naik motor. Ayo ikut pulang bareng kami saja!" ajak wanita itu.
"Tapi, Kanaya. Aku segan jika harus terus merepotkanmu."
"Tidak usah sungkan, Aruna. Ayo."
Aruna menoleh pada Elona dan bocah itu mengangguk, menandakan jika Elona setuju untuk ikut dengan ibu teman nya.
"Iya, Cheryl. Ayo."
Elona dan Cheryl sudah lebih dulu masuk ke mobil, sementara Aruna dan Kanaya masih berdiri di tempat.
"Ayo, Aruna," ajak Kanaya lagi.
"I-iya, Kanaya."
Aruna pun mengikuti langkah Kanaya untuk sampai di mobil yang terparkir tidak jauh dari tempat berdirinya. Aruna masuk ke bagian jok belakang kemudian, dimana Elona sudah ada di sana.
Saat Kanaya menghidupkan mesin mobil dan hendak melaju, tiba-tiba saja ekor mata Elona melihat sosok yang seminggu ini ia rindukan.
__ADS_1
"Ayah .." ucap bocah itu lirih.
Mobil pun melaju, Elona membalikan badan nya dan melihat ke bagian kaca belakang untuk memastikan orang yang baru saja di lihat nya. Dan benar, ternyata itu ayah nya.
"Elona lihat apa, sayang?" tanya Aruna.
"Ayah .. Ayaaaaahhh ..." panggil Elona setengah berteriak.
Aruna ikut menoleh, dan memang benar itu adalah Abian. Ia segera membalikan badan Elona.
"Elona, itu bukan ayah, sayang."
"Itu ayah, ibu. Itu ayah .."
"Bukan, sayang. Ayah kan sedang ada urusan pekerjaan di luar negeri, jadi jika ayah pulang tentu nya akan memberi kabar terlebih dahulu."
"Tapi aku melihat ayah ada di sana, ibu," kata Elona kukuh.
Aruna langsung membawa Elona ke dalam pelukan nya.
"Ayah tidak ada di sini, sayang. Kau salah lihat, itu bukan ayahmu," Aruna berusaha menenangkan Elona.
"Aku rindu ayah, ibu .. Kapan ayah akan pulang? Aku rindu sekali padanya .."
"Shttt .. Jangan seperti ini, ya."
Aruna membelai rambut Elona, ia tidak tega melihat putrinya seperti ini, tapi ia juga tidak bisa berbuat apapun selain berbohong.
Dari kaca spion yang menggantung di atas, Kanaya memperhatikan Aruna dan Elona. Ia merasa jika Aruna ada masalah dengan suaminya, sebab ia pun pernah mengalami masalah yang hebat sebelum kemudian berpisah dan memilih jadi single mom.
__ADS_1
_Bersambung_