GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE . 97


__ADS_3

Karim mengantarkan Liu hanya sampai di penghujung jalan, awalnya pria itu sangat ingin mengantarkan Liu sampai ke kediamannya langsung, tapi karna Liu yang melarang dengan keras akhirnya dia menyerah, setelah Mobil Karim menjauh, berselang beberapa detik sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan Qynliu, salah seorang pria keluar dan membukakan pintu untuk Liu. Kemudian mulai melesatkan mobil memasuki kawasan Mansion Lowhen Robsont.


Liu sengaja tidak memberi tahu Karim dimana alamat rumahnya, karna itu masih menjadi Privacy, dia tidak ingin banyak orang tahu bagaimana kehidupan aslinya yang merupakan seorang pewaris keluarga besar yang berpengaruh di dunia.


Saat sampai di Mansion, Liu segera turun dari mobil, berjalan masuk ke dalam Mansion dan disambut para pelayan sambil membungkukkan badan tanda penghormatan pada nona muda itu..


"Mommy"


Teriak Liu menggelegar seisi rumah, suara cemprengnya yang melengking berhasil membuat Anatasya yang tengah berada di dapur menggeleng dengan kelakuan putrinya tidak berubah dari dia kecil.


"Liu jangan berteriak sayang, nanti tenggorakanmu sakit!"


Tegur Anatasya menghampiri putrinya tercinta, Liu yang melihat Mommynya langsung menghampiri dan memeluk wanita paruhbaya itu dengan erat,......


"Hehehe Sorry Mommy"


Jawab Liu dengan ekpresi menggemaskan, Anatasya kembali menggeleng, mencubit gemas pipis putrinya kemudian mengecup setiap jengkal wajah cantik Liu.


"Pergi ganti bajumu dulu, kemudian Lunch dengan mommy!"


"Siap Mommy, wait a moment"

__ADS_1


Dengan semangat empat lima, Liu langsung bergegas menuju kamarnya, saat akan menaiki lift menuju lantai atas, Liu dikejutkan dengan suara seorang pria tak asing memanggil namanya dengan begitu lembut, Pria yang mengenakan Outfit santai itu tengah berada di ruang keluarga menonton televisi sambil memakan cemilan. Ternyata itu adalah suaminya, Amos yang mengenakan baju hitam lengan pendek + celana hitam ponggol dipadukan sendal rumahan.


"Sayang, kau sudah pulang?"


Tanya sekaligus sapa Amos pada Istrinya, pria itu mencoba melupakan pertengkaran mereka tadi saat berada diparkiran kampus Liu, dan memilih mengalah pada istrinya agar Qynliu tidak semakin membencinya.


Bukannya menjawab ucapan suaminya, Liu justru memalingkan wajah dan langsung berjalan memasuki lift dan menekan tombol yang akan mengantarkannya ke lantai atas.


Amos mengeram kesal, dia mengatur pernafasan dan mencoba menahan amarah yang bisa meledak-ledak dengan kelakuan Liu yang sudah tidak sopan dengannya, bagaimanapun sekuat tenaga dia harus bisa mengontrol emosi agar tidak menyakiti Liu dengan kata-kata ataupun tindakannya. Waktunya tidak banyak untuk kembali mendapatkan cinta Liu, jadi usaha Amos juga harus lebih keras.


Saat sampai di dalam kamar, dengan perasaan kesal karna tadi melihat wajah pria yang sudah membuatnya murka saat berada di kampus bersama Karim, Liu melemparkan tas mungilnya dengan asal kemudian langsung menuju lemari untuk melihat beberapa pakaian yang akan dia kenakan.


Mata Liu melotot saat melihat seluruh isi lemarinya, satu persatu ruang lemari dia cek, laci sampai rak sepatu, betapa terkejutnya Liu saat melihat beberapa baju pria dan juga aksesoris pria yang memenuhi lemari dan juga rak perlengkapannya. Liu mengambil satu baju itu, dia menghirup bau parfum yang sangat familiar, Emosi Liu kembali terpancing saat menyadari bahwa semua barang pria yang menyatu dengan barangnya ini adalah milik Amos.


Amos menyusul istrinya ke dalam kamar, sampai disana dia mengedarkan pandangan namun tidak menemui sang wanita tercinta, saat mendengar suara percikan air dari kamar mandi pria itu pun mengerti dan memilih menunggu di atas pembaringan.


Tak lama Liu keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dan juga pakaian santai, celana hotpants putih dipadukan dengan Tanktop merah muda yang membuatnya terlihat sangat feminim dan juga seksi, Liu melihat suaminya itu diatas pembaringan, tanpa sepatah katapun Liu berjalan kedepan meja rias dan mulai mengeringkan rambutnya.


"Aku mencintaimu"


Tiba-tiba Amos sudah memeluk istrinya dari belakang, menyembunyikan wajahnya dileher mulus Liu dan menggumankan kata Cinta, Liu memilih diam.

__ADS_1


"Aku mohon jangan seperti ini, maafkan aku, dan jangan dekat-dekat dengan pria itu, aku tidak suka, kau sudah berjanji memberikan kesempatan untukku, jika ada pria itu aku takut dia akan mengambilmu dariku"


Jelas Amos selembut mungkin, dia masih menyembunyikan wajahnya diceruk leher Qynliu, Liu yang mendengarkan ucapan suaminya menjadi aneh, sejak kapan seorang Amos Bhalendra menjadi manja dan sangat manis.


"Sayang"


Panggil Amos lagi saat merasa Liu tidak memperdulikannya, Liu yang merasa kesal dengan kasar menghempaskan tangan suaminya kemudian menatap Amos sinis.


"Ckk, sebenarnya apa yang kau inginkan ha, sudahlah Amos jangan berpura-pura manis, aku tahu ini semua palsu, akhiri ini dan kita harus bercerai!"


Bentak Liu dengan marah, mendengar kata cerai untuk kesekian kalinya dari mulut Liu membuat darah Amos ikut mendidih, raut wajahnya menjadi dingin, rahangnya mengeras dengan gigi gemertup menahan amarah.


"Sudah berapa kali aku katakan, tidak akan ada perceraian diantara kita, sampai kapanpun kau akan tetap menjadi istriku"


"Bagaimana jika aku memang tidak bisa mencintaimu lagi, apa kau gila selalu memaksakan apa yang kau inginkan ha?"


"Qynliu!!"


"Apa, kau ingin menamparku? Tampar!, tampar aku, apakah itu akan membuatmu puas, kau sama sekali tidak berubah, kau pria kasar dan juga egois, aku membencimu Amos, aku membencimu"


Liu langsung berlari keluar kamar, dia membanting pintu dengan keras, Amos mengutuk kebodohannya, dengan mudah emosinya terpancing, hampir saja dia tadi akan melayangkan tangannya ke pipi chubby sang istri tercinta.......

__ADS_1


"Argggggg Qynliu, kau membuatku gila!!"


Teriak Amos marah, dia menarik rambutnya frustasi kemudian keluar dari kamar mengejar Qynliu.


__ADS_2