
"Arggggg lepaskan aku, lepaskan aku sialan"
"Anak muda kau terlalu berisik"
"Dasar wanita gila tidak tah....."
Bughhhhh
"Arggggs damn"
Agio terus berteriak mengiringi perjalanan mereka menuju markas utama Tianshi Zhi Xue, ternyata pria itu berhasil dilumpuhkan oleh Qynliu. Gerakan tangannya yang cepat mampu melesatkan timah panah kelengan Agio, alhasil senjata yang dia todongkan pada Anatasya terjatuh ke tanah.
Tak kalah cepat, Anatasya memanfaatkan waktu singkat itu untuk menerkam Agio, gerakan tubuhnya yang masih sangat lihat dengan mudah melayangkan tendangan mengenai perut Agio dan pria itu terkapar kelantai.
Keduanya mengunci pergerakan Agio, mengikat tangan pria itu juga kakinya sehingga membuat Agio kalah talak. Lalu keduanya menyeret Agio yang terus memberontak masuk kedalam mobil.
Sepanjang jalan Agio berteriak dan mengerang kesakitan karna luka tembak pada lengannya. Tapi, seakan tuli ibu dan anak itu bukan merasa kasihan justru malah tertawa bahagia. Menyalakan musik dengan suara besar di mobil dan menertawakan keadaan Agio.
Betapa bodohnya Agio dia berpikir pendek bahwa Qynliu dan Anatasya bisa sangat mudah dikalahkan karna keduanya adalah wanita. Tapi tidak sama sekali justru dia lah yang menjadi bulan-bulanan.
Lima belas menit perjalanan mobil mewah Qynliu yang dikendarai oleh Anatasya akhirnya memasuki parkiran utama khusus pemimpin dimarkar TZX, beberapa Mafiso berlari untuk membukakan pintu mobil dan menyambut kedua wanita pemimpin besar itu.
"Salam Lady, salam Princess"
Keduanya mengangguk dengan wajah sama-sama datar, lalu dengan hanya kode mata beberapa Mafiso itu mengerti dan mengecek Amos yang berada dikursi belakang. Pria itu hanya terdiam pasrah saat dia kembali diseret oleh beberapa pria berbadan kekar dengan kasar. Tubuhnya sudah mulai melemah, darah terus keluar dari lengannya.....
__ADS_1
Ditengah kesadaran Amos begitu menatap takjub bangunan megah luar biasa yang canggih dan modern, banyak Mafiso lalu lalang didalam markas. Bahkan jelas terdengar ditelinga Agio suara tembakan yang menggema serta suara tawa yang menggelegar, benar-benar ramai dan riuk piuh.
********
"Honey"
Badan kekar Bryan dengan cepat memeluk tubuh ramping istrinya yang baru saja memasuki ruang kerja yang ada diMarkas. Dia memeluk dengan tubuh gemetar Anatasya jelas merasakannya, senyum manis terukir dibibir sexsinya suaminya sangat khawatir.
"Tidak apa, putrimu bekerja dengan baik"
Seru Anatasya menenangkan suaminya, sekaligus membanggakan putri tercinta mereka. Sean yang juga berada didalam ruang kerja bersama sang Daddy karna menunggu kedua wanita mereka itu saling pandang dengan Qynliu...
"Hahahahaha"
Tawa keduanya pecah, membuat kedua orangtua itu merasa heran dengan anak-anaknya, apa yang lucu ditengah situasi mengharukan ini?.
Ledek Qynliu dan Sean serempak, Anatasya dan Bryan memutar bola mata malas kemudian mencibir kesal, anak kurang ajar menertawakan keduanya. Semakin kencang pula suara tawa Sean dan Liu merasa lucu dengan tingkah orang tua mereka yang tidak ingat umur, keduanya masih sama, Cinta, kekompakan, janji dan tingkahnya tidak ada yang berbeda......
(Wenny, Stev dan Oskar Asst Anatasya dilapak pertama, LEADER MAFIA GIRL masih tetap menjadi Astt sekaligus sekretaris Anatasya di perusahaan atau kemafiaan)
Malam pun tiba, suasana Mansion utama kedua keluarga besar itu terasa sangat ramai malam ini. Ada pertemuan keluarga dan makan malam bersama, semua keluarga besar berkumpul di Mansion Anatasya dan Bryan.
"Sya, kakak dengar dari Asst mu tadi siang kau diculik"
Tanya Alex sang kakak kedua Anatasya, ditengah kunyahan semua menatap kearah ibu muda itu. Dia memberi cengiran kelinci yang masih sama menggemaskan seperti dulu.
__ADS_1
"Hanya tikus kecil kakak, jadi bukan masalah"
"Iya Uncle, Mommy Sya sya pasti bisa mengatasinya"
Ucap Bela anak dari William dan Laudy dengan senyuman rekah membanggakan bibi yang di panggil Mommy itu. Anatasya tertawa lucu disusul yang lainnya.
"Putriku masih sama nakalnya ternyata"
"Hahahah Daddy, memang apa yang berubah dari wanita itu, dia masih lincah dan licik"
Celetuk Ken menjawab ucapan Felix yang ikut menertawakan Anatasya.
"Ayolah kakak, aku sudah punya anak dua jangan diledek lagi"
Kesal Anatasya dengan mencibirkan bibirnya kedepan, semua kembali tertawa termasuk kedua orang tua Bryan mertua dari Anatasya. ada yang aneh, sedari tadi Qynliu sama sekali tidak buka suara, bahkan dia tidak mengajak bermain para adik sepupunya yang masih kecil yang biasanya selalu membuat dia happy saat mereka berkunjung.
Gadis itu tengah termenung, menatap makanan dengan kosong dan hampa, telinganya seolah tuli mendengar senda gurau disekitar, entah apa yang ada di pikiran gadis itu.
"Aku sudah selesai, selamat malam semuanya aku akan akan tidur"
Tiba-tiba Liu bangkit dan buka suara, dia memberi senyuman paksaan pada mereka semua yang tampak heran dengan tingkahnya yang lebih banyak diam. Setelah sedikit menunduk pada anggota keluarga lain kaki jenjangnya melangkah menuju kamar yang berada di lantai atas.
"Apa ada yang terjadi dengan Liu?"
Tanya ayah Bryan merasa khawatir dengan cucu satu-satunya itu, Anatasya dan Bryan yang sepertinya mengerti saling pandang seolah memberi kode dengan pikiran masing-masing.
__ADS_1
"Tidak Dad, Daddy tau saja masalah remaja"
Jawab Anatasya dengan tenang dan sedikit kekehan, semuanya menganguk percaya dan menghela nafas lega. Makan malam kembali berlanjut diiringi canda tawa dua keluarga besar.