
"Liu kamu tahu gak?"Tanya Haley dengan wajah bersemu merah, menepuk-nepuk kecil punggung tangan Liu yang ada diatas meja. Gadis itu mengerjit bingung melihat air muka temannya,tapi Liu masih cuek, menyeruput cup minuman diatas meja.
"Kenapa?"Tanyanya to the point,wajah Haley semakin bersemu merah,kukunya kini berpindah menggaruk-garuk kecil kaca meja,sejenak dia mengambil nafas sebelum berbicara.
"Ganteng banget tapi gak mungkin" Suara Haley dengan pekikan tertahan. Liu semakin merasa bingung,apakah temannya ini sudah gila. Sejenak dia mengedarkan pandangan keseluruh kantin,semua dipenuhi akan para siswa-siswi.
"Siapa?"Tanya Liu lagi dengan rasa penasaran yang sudah diubun-ubun....
"Dia,Se....."
"Hay Liu, Haley" Ucapan Haley terpotong dengan kehadiran sosok pria tampan yang tanpa izin menjatuhkan bobot dikursi kosong tepat samping Liu.
"Hay Keyndra" Sapa balik Haley dengan sangat ramah,sedangkan Liu hanya mengangguk kecil.
"Lanjutin"Suruh Liu menyendok kan makanan kemulutnya. Wajah Haley semakin bersemu, Astaga Liu dibuat terheran-heran.
"Lowhen Sean Robsont,kemarin aku bisa melihatnya dari jauh,huaaa dia tampan sekali,matanya sangat tajam, aku masih tidak percaya bisa melihatnya secara langsung"Pekik Haley heboh hingga menimbulkan perhatian para penghuni kantin,semua juga ikut heboh mereka membicarakan tentang kedatangan seorang pengusaha dari keluarga nomor satu kenegara mereka.
"Iya aku juga sempat melihatnya,tapi susah sekali,restoran hotel itu sangat padat kemarin"Seru Keyndra ikut-ikutan bahkan dia menyeruput minuman Haley tanpa izin. Liu memasang wajah datar,dia pikir apa tadi.
"Hanya itu?"Tanya Liu dengan jengah,Haley menyengir kuda begitupulah Keyndra......
__ADS_1
"Kau tidak melihatnya kemarin Liu,eh tapi entah hanya perasaanku saja,jika dilihat-lihat kalian sedikit mirip,wajah datarnya itu sama sepertimu"
"Iya,aku pikir hanya perasaanku juga" Imbuh Keyndra. Liu mengangkat bahu acuh,dia menyibak rambut,mengangkatnya tinggi kemudian berlalu tanpa pamit membuat kedua orang itu berlarian menyamakan langkah dengan Qynliu...
******
Siang ini Liu sudah berada dirumah,duduk disofa keluarga bersama cemilan ditangannya,rumah sangat sepi hanya ada para pelayan,entah dimana Amos dan Lexa serta orang tua mereka itu.
"Ehem" Terdengar suara deheman dari belakang. Liu berbalik lalu memberi tatapan jengah pada sipendehem,disana Amos tengah menatapnya dengan datar. Pria itu menjatuhkan bobot disamping Liu melonggarkan dasinya dan melepas sepatu. Liu tetap bersikap cuek, fokusnya hanya pada televisi.
"Liu,siapkan kopi hitam,dan juga pakaianku"Suruh Amos pada Liu,gadis itu memandang Amos dengan tajam,ingin menolak karna tengah fokus pada film,tapi ibunya selalu memberi petuah tentang seorang istri yang harus patuh pada suami.
Drrrrtttt.....Drttttt..
Mata Amos tertuju pada ponsel yang tergeletak diatas meja kaca,ponsel itu milik Liu,yang beberapa hari lalu dia pertanyakan dari mana gadis muda itu mendapat ponsel khusus keluarga nomor satu,dan dia berkilah bahwa itu hanya replika.
"Mommy" Guman Amos membaca nama yang tertera disana sebagai penelepon,tangannya siap mengambil ponsel itu tapi....
"Ini kopimu" Liu dengan cepat datang,menarik paksa ponsel yang sudah berada digenggaman suaminya,dia meletakkan kopi diatas meja kemudian menekan tombol terima panggilan.
"Ha-halo Mom" Sapa Liu dengan gugup,dia tengah disituasi yang tidak pas. Amos terus menatapnya penuh kecurigaan, berkali-kali Liu menelan ludah kasar,ingin berlalu tapi Amos menggenggam tangannya agar tidak bergerak barang sedikitpun.
__ADS_1
"Hallo Baby" Jawab sang Mommy Anatasya dari seberang sana,cukup terdengar jelas ditelinga Amos karna posisi mereka yang berdekatan walaupun tidak di Speaker.
"Anak Mommy sedang apa Hem?"Tanya Anatasya dengan suara khasnya yang super lembut,bahkan Amos yang berada disebelah Liu menjadi teduh mendengar suara penuh kasih sayang itu.
"Sedang duduk Mom,tapi Liu ingin kekamar mandi Mom" Jawab Liu tak kalah halus. Amos menatap Istri mudanya itu,untuk pertama kali mendengar suara Liu yang penuh kelembutan dia terpana mendengar itu.
"Ah,benarkah,maafkan Mommy Baby,yasudah pergilah jika sudah selesai baru kita mengobrol lagi"
"I-iya mom,I Miss You"
"Miss you to,baby girl"
Tut......
Liu menghela nafas lega,setidaknya dia bisa beralasan agar percakapan mereka tidak dilanjutkan dan nanti malah membuat kedok Liu terbongkar didepan Amos.....
"Kau kenap....."
"Uhukkkk....Uhukkkkk...Ka-kakak"
Ucapan Amos terpotong, tiba-tiba suara lirih terdengar dari belakang mereka,keduanya berbalik dengan bersamaan.
__ADS_1