GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE . 99


__ADS_3

Amos sudah berada diambang pelepasan, dia terus menggerakkan pinggulnya dengan gerakan cepat, Qynliu sudah tak berdaya, wanita itu terbaring pasrah sambil sesekali mendesah dan meringis nikmat. Amos menekan dalam basokanya, siap untuk mengeluarkan lava panas yang siap menghangatkan rahim Istrinya.


"Akhhhhh"


Erang Amos merasa nikmat, tubuh pria itu itu bergetar merasakan sensasi surga dunia tiada tara, dia tersenyum puas dengan keringaj bercucuran.


Cup.


Kecupan mesra Amos layangkan tepat di kening Liu, sebagai maksud ucapan terimakasih karna telah melayaninya dengan sangat baik sebagai seorang istri yang berbakti pada suami. Liu menatap Amos dengan tatapan kesal, setelah benda keramat itu terlepas dari lubang surganya, dengan buru-buru Liu menarik selimut dan menutupi tubuh polosnya.


Keduanya sama-sama terdiam, rasanya bingung dengan topik pembicaraan, Amos bergerak dia berpindah lebih dekat dengan istrinya, dengan sekali tarikan paksa, Amos berhasil menganggkat Liu tepat ka atas tubuhnya.


"Astaga kau mengagetkanku!"


Kesal Liu saat tiba-tiba dia sudah dia atas tubuh suaminya, dengan posisi tengkurap, Amos terkekeh lucu, Liu terlihat sangat menggemaskan sekarang.


Rambut acak-acakan, mata sayunya yang terlihat sangat lelah, serta wajah jutek yang begitu lucu, jangan lupakan tubuh polos Liu yang menempel sempurna di dada Amos membuat dia semakin terlihat menggoda, rasanya Amos ingin meminta lagi dan lagi.


"Jadi Bagaimana?"


Tanya Amos, sambil menoel hidung Liu, wanita itu menautkan alisnya kebingungan, dari pada menatap mata Amos yang terlihat menggodanya dia lebih memilih menatap dada bidang suaminya sambil memainkan jari-jari lentiknya di sana.


"Apanya?


Balas Liu bingung.

__ADS_1


"Jangan mendekati pria itu, aku tidak suka!"


"Kau jan-...."


"Apa kau ingin membantah, baiklah akan aku buat kau terus mendesah di atas ranjang ini"


Ancam Amos dengan wajah menjengkelkan, hal itu membuat Liu melotot panik, apa lagi saat tangan Amos mulai meraba-raba masuk ke dalam selimut, seribu cara Liu mencari jalan keluar agar bisa lolos dari Amos, namun rasanya mustahil dengan keadaan seperti ini, Amos akan mengunci pergerakannya.


"Oke Fine, apa kau puas?"


"Sangat puas"


Cup.......


__________


"Sebenarnya apa yang kau inginkan, Lexa?"


Tanya Liu dengan suara yang begitu terdengar kesal, entahlah wanita cantik itu akhir-akhir ini menjadi aneh, emosinya tidak terkendali dan juga sifatnya yang suka berubah-ubah. Lexa yang mendengar pekikan Qynliu mengerjit aneh, sekaligus mendengus kesal.


Saat Amos mengajak sang istri tercinta berjalan-jalan ke salah satu Mall yang ada di kota ini, karna keinginan Liu yang sangat mengidamkan ngabuburit bersama suaminya, dengan suka Amos akan mengabulkan keinginan istri cantiknya itu.


Namun, saat akan keluar dari Mall, keduanya dihadang oleh Lexa, yang tak lain adalah mantan istri Amos Bhalendra.


"Santai oke, santai, aku hanya ingin menatap Amos. Mantan suami ku ini masih sangat terlihat tampan dan menggoda"

__ADS_1


"Cihhh menjijikan"


Umpat Amos merasa tak sudi dipuji oleh Lexa, Liu tersenyum miring melihat balasan suaminya. Percayalah walaupun dia tersenyum dengan wajah kemenangan, ada bara api cemburu yang berkobar di mata Liu, rasanya dia siap membunuh Lexa si wanita penggoda. Wanita rubah itu tidak tahu malu, berani-beraninya menggoda Liu tepat di depan Mall dan banyak orang yang berlalu lalang.


Plakkkk.....


"Kau wanita *******"


Emosi Liu benar-benar tak terkendali, dengan gerakan tiba-tiba dia berhasil melayangkan tangan ke pipi merah Lexa membuat wanita itu terhuyung dan menjerit sangking kuatnya tamparan Liu. Amos melotot melihat aksi agresif istrinya, tak biasanya Liu melakukan hal seperti ini, biasanya wanita itu hanya akan diam dan menyaksikan apa yang orang lain lakukan.


"Arggggggg, sialan, Liu....Kau!!!"""


Pekik Lexa geram memegang pipinya sambil menunjuk Liu dengan jarinya, pipi Lexa terasa panas, bahkan kulitnya seakan terbakar oleh tamparan keras Liu, Liu semakin tersulut melihat wajah menantang Lexa, wanita itu benar-benar berbeda, bahkan Liu tidak memperdulikan tatapan orang-orang yang menatap aneh, mengerumuni mereka untuk melihat pertengkaran diantara keduanya.


Bughhhhh......


Plakkk....


"Arghhhhh sakit, sakittttt...."


"Sayang, sayang hentikan, sudah tidak perlu meladeni wanita gila itu"


Amos semakin terkejut, tak lupa orang di sekitar, dengan cepat Amos menarik Liu agar menjauh dari Lexa, jika tidak bisa-bisa istrinya itu akan membunuh Lexa di tempat keramaian. Dengan brutal Liu melayangkan tendangan dan juga tamparan bertubi tubi pada Lexa, membuat wanita itu menjerit sakit dan sudah tergeletak di lantai. Amos dengan cepat menarik istrinya ke dalam pelukannya, setelah merasa Liu lebih tenang dia menggendong sang istri ala koala meninggalkan Lexa yang sudah tak berdaya di depan orang-orang.


"Qynliu, aku akan membalasmu"

__ADS_1


Lirih Lexa sambil menatap kepergian keduanya, dia berteriak layaknya orang gila saat menyaksikan orang-orang yang terus merekam ke jadian tadi semua menganggap Lexa benar-benar wanita gila dan juga sangat miris.........


__ADS_2