GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE. 41


__ADS_3

"Pagi ini ada rapat kepala ruangan Nona muda,dan anda harus hadir" Bisik Andreas ditelinga Liu,gadis itu hanya mengangguk,tapi kemudian Andreas kembali berbisik yang membuat mata Liu langsung berbinar senang.


"Tuan Jerald datang untuk menemui anda Nona Muda,Tuan Muda sudah menunggu didalam ruangan anda"


Liu berdiri dari duduknya,sangking senangnya akan bertemu dengan sepupu yang memliliki wajah tampan itu,dia tidak sadar terus mengumbar senyum menawan yang membuat seisi rumah melongo,bahkan Amos sampai menjatuhkan pisau olesnya memandang Liu tanpa berkedip,gadis cantik itu jarang sekali tersenyum dengan lebar,bahkan terhitung tidak pernah.


"Mau kemana kau?"Tanya Amos melihat Liu yang akan berlalu tanpa berpamitan lebih dulu,Liu memberhentikan langkahnya memandang Amos dan Lexa sejenak.


"Malam ini aku tidak pulang" Celetuk Liu dengan santai,Amos tampak melebarkan bola mata,tentu saja dia tidak memberi izin. Tapi anehnya kenapa Lexa selalu dia bebaskan.


"Tidak boleh"Tegas Amos ikut berdiri juga menatap istri mudanya dengan tajam,senyuman indah Liu luntur seketika,diganti dengan wajah masam dan mata jengah pada Amos....


"Ayo Andreas" Ajak Liu mengangkat bahu acuh,memang siapa Amos bisa mengatur-atur seorang Lowhen Qynliu Robsont,gadis itu kembali berjalan dia mengabaikan raut wajah suaminya yang memerah menahan amarah.


"Siapa kau sebenarnya Qynliu" Sentak Amos tiba-tiba,sedari tadi Amos cukup memerhatikan gerak-gerik Qynliu dan Andreas yang terlihat mencurigakan,mereka seperti Pelayan dan majikan,dan Liu adalah seorang Majikannya. Bukan hanya itu segala kecurigaan tentang siapa Liu membuat Amos tak bisa lagi membendung rasa penasarannya. Liu kembali menghentikan langkahnya memandang Amos dengan mata tajamnya.....


Aura tersembunyi Liu kembali semerbak,ditambah senyuman iblis disudut bibirnya,sungguh sangat misterius dan mengerikan. Bahkan seorang Lexa yang selalu bersikap angkuh itu menjadi tertunduk takut.....


"Siapapun aku,memang apa pedulimu,selain si nyonya Lexa yang terhormat itu,tenang saja,tak lama lagi aku akan pergi,pergi kembali kesiapa aku sebenarnya"

__ADS_1


Blesss


Amos mematung ditempatnya,darah seolah berhenti mengalir ditubuhnya,matanya memanas mendengar perkataan Liu,dia bungkam kata-kata itu seolah menusuk pada relung hati terdalam dengan ribuan pisau.


Liu pergi meninggalkannya, mengakhiri hubungan sakral mereka yang namun hanya diatas kertas,tidak pernah terpikir oleh Amos untuk berpisah dengan Liu,Amos membenci perceraian walaupun dia tidak mencintai istri mudanya itu.....


Amos tersadar hanya tersisa satu bulan lagi,sesuai perjanjian mereka dengan Liu dan pernikahan itu akan berakhir,tidak boleh,tentu itu tidak boleh terjadi,Liu akan menjadi istri Amos selamanya,itu tidak akan pernah berubah.


Egois,Amos sangat egois.


"Li...."


Mata Amos langsung memancarkan kilatan amarah,dia memandang Sima dan Daddynya itu tajam,tak ada raut kesenangan sama sekali patutnya seorang anak pada orang tua. Tanpa menyapa mereka Amos langsung kembali duduk kekursi meja makan.


"Pagi Dad pagi Mom" Sapa Lexa mencoba mencairkan suasana,dia dengan cepat menggiring keduanya ikut menyantap sarapan.


"Dimana Keyndra nak,semalam dia tidak pulang kerumah"Tanya Tuan Ham lembut pada putra sulungnya. Wajah Sima tampak pias dia menatap dalam kearah Amos seolah memberi kode.


"Dikamarnya,biarkan saja dia tinggal disini,disini dia jauh lebih terurus" Amos menjawab dengan dingin, Tuang Ham mengangguk lemah,sampai kapan hubungannya dengan kedua putranya itu akan membaik.

__ADS_1


Mata Amos menatap nyalang ibunya,Sima mengangkat bahu acuh dia balik menatap Amos dengan wajah mengejek,dengan tidak tahu malunya Sima langsung menyendokkan makanan kedalam piring tanpa dipersilahkan si Tuan rumah.....


"Suatu saat nanti,kau akan mendapatkan karmanya Sima,aku akan membalaskan dendam untuk semuanya,itu janjiku Sima" Batin Amos mengeram,nafasnya memburu tangannya terkepal sampai buku-buku tangannya terlihat,wajahnya memerah menahan amarah.


Sekarang Amos hanya bisa menyimpan kemarahannya didalam hati, mengingat dia yang tidak bisa melawan Sima dan putranya Agio, walaupun Amos seorang pengusaha nomor satu negara ini,tapi jika dihadapkan dengan Mafia nomor satu negara Ini pula,Amos tidak bisa berkutik.


*********


"Kakak" Liu memekik,terlihat pria diujung sana yang tengah duduk diatas sofa tengah dikelilingi banyak pelayan langsung berdiri semangat,mata indahnya berbinar senang dia merentangkan tangannya lebar.


Brughhhhh


Liu berhamburan kepelukan pria itu,langsung melompat keatas tubuhnya,pria itu terkekeh geli dengan tingkah adik kecilnya.


"Princess" Sapanya memberi kecupan penuh Cinta dikening Liu.


Maaf ya Guys Author jarang Up,kendala Kuota sih😭😭😭maklumi ya Guys,Author usahain buat pra Readers setia.....


Jan lupa daratkan dukungannya terus ya biar Author semangat terus.....

__ADS_1


__ADS_2