
"Ehem" Liu berdehem keras melepas maskernya lalu memberikan pada seorang pelayan. Kedua pria itu berbalik serempak,mata mereka langsung beralih kearah sosok gadis cantik nan seksi yang sedang memandang mereka dengan melipat tangan didada. Mata keduanya langsung berbinar senang.....
"Princess" Pekik keduanya heboh,berhamburan dengan cepat kepelukan Qynliu,kelakuan keduanya membuat Liu terkikik geli,Grandpa dan Sean sudah seperti anak TK saja.....
"Grandpa,kakak,Liu kangen" Rengek Liu memeluk erat keduanya bergantian,tak lupa kecupan genit pada pipi mereka.....
"Cucu Grandpa semakin cantik saja" Goda Felix mencolek dagu Liu,gadis itu bersemu malu-malu kini tingkah manja nya yang lama terpendam sudah kembali muncul kepermukaan.
"Huaaa kakak" Pekik Liu menutupi pipinya saat Sean yang merasa gemas menggigit manja pipinya. Liu mengerucutkan bibir kesal yang membuat dia semakin terlihat menggemaskan.
"Ya ampun Baby kenapa kau menggemaskan sekali Hem?"Sean tak tahan,dia merengkuh tubuh molek itu dengan erat. Felix mengangguk setuju cucunya memang sangat cantik dan menggemaskan....
"Tentu saja aku kan Qynliu"Sombong Liu dengan gaya Arogantnya,persis jiplak Bryan,kedua pria itu memutar bola mata malas. Selain menggemaskan dia juga menyebalkan.
"Untung Daddy tidak ada,jika tidak pasti aku akan pusing dengan tingkah kalian" Keluh Sean. Felix meledakkan tawa melihat Liu yang sudah merubah ekpresi masam.
"Kakak jahat sekali" Rengeknya manja menepuk kecil dada bidang Sean,pria tampan itu terkekeh hingga jejeran gigi rapinya tampak terlihat,sangat tampan. Membuat Liu bahkan terpana....
"Grandpa kakak jahat sekali,malam ini aku tidur dengan Grandpa saja ya"Liu memeletkan lidah pada Sean lalu merangkul Felix menuju sofa besar nan empuk,keduanya duduk dengan mesra. Sean cemberut dia duduk didepan keduanya yang tengah memasang wajah mengejek.....
__ADS_1
"Kalian curang"Ketus Sean. Felix dan Liu tertawa keras dengan serempak,siapa yang bisa mengerjai seorang Sean selain keluarga. Pria kaku dan dingin itu selalu menampilkan wajah datar nan kejam,tapi sekarang dia seperti bocah kecil yang tengah merajuk.
"Akan aku adukan dengan Mommy" Sean bersiap mengeluarkan ponsel dari saku celana,ponsel yang sama seperti milik Liu. Dia menekan tombol panggilan video dengan tujuan sang Mommy Anatasya......
"Hallo Baby,ada apa sayang?"Muncullah wajah cantik nan anggun dari seberang sana yang memenuhi kamera,disusul sapaan merdu nan hangat . Sean tersenyum lebar,baru sebentar tapi sudah merindukan Mommynya.....
"Mommy,Liu dan Grandpa selalu menghinaku" Adu Sean dengan wajah cemberut. Mendengar itu dengan cepat Liu mengambil alih ponsel Sean lalu mendudukkan bokong bulatnya diatas paha sang kakak.
"No Mom,kakak hanya berpura-pura"Bela Liu tidak terima,dia menatap rindu gambar Anatasya dari seberang sana. Terbit senyuman indah nan hangat dari Anatasya,matanya sedikit mengenang.
"Mommy merindukan kalian sayang" Suara Anatasya terdengar lirih, putra-putri Anatasya itu juga ikut mengenang sama-sama merasa rindu.
"Wah Grandpa dilupakan" Tiba-tiba Felix ikut bergabung berdiri tepat dibelakang kedua cucunya melambaikan tangan pada Anatasya...
"Daddy"Sapa Anatasya riang melupakan sedikit kesedihannya. Felix tertawa Anatasya masih Anatasya yang dulu,manja, cerewet dan begitu lemah lembut....
"Lady Mafia bisa menangis juga rupanya" Ledek Felix dengan sedikit candaan, Anatasya mengerucutkan bibir yang membuat ketiga orang dari seberang sini tertawa lucu.
"Sayang" Terdengar suara bariton nan tegas dari seberang sana,nampaklah sosok kepala keluarga dari arah kamera. Tanpa permisi memberi kecupan nakal pada bibir istrinya. Ketiga orang itu tampak membelalak melihat adegan dewasa dari layar Ponsel.
__ADS_1
"Daddy" Pekik mereka bersamaan dengan wajah kesal dan bersemu.
"Eh" Sosok tampan dengan rahang tegas dan tubuh besar itu sedikit terkejut,dia melirik kearah ponsel yang tengah dipegang sang istri. Seketika dia menyengir kuda menggaruk tengkuk tidak gatal. Anatasya,ibu muda itu tersenyum malu.
"Maaf Daddy khilaf"Kilahnya dengan santai,lalu pria paruhbaya itu ikut bergabung duduk disebelah istrinya menampakkan wajah tampan itu pada kamera... ..
"Daddy ingat umur" Peringat Sean,dia meletakkan dagunya pada bahu sang adik. Felix dan Liu mengangguk setuju. Bryan hanya berdecih kecil. Dengan Anatasya yang menggeleng sudah siap menyaksikan keributan kecil antara suami dan putranya.....Kedua pria berbeda generasi itu masih sama seperti dulu. Saling menyalahkan dan selalu ribut dengan hal-hal kecil,tapi jangan salah,keduanya saling menyayangi. Bahkan Bryan sangat menyayangi putranya melebihi dirinya sendiri, begitupulah Sean yang berani bertaruh nyawa untuk Daddynya.
"Sudah jangan berisik. Mommy pusing mendengarnya" Anatasya mengambil jalan tengah,dengan cepat menghentikan keributan yang belum dimulai itu.....
Para anggota keluarga itu terus mengobrol hingga sore menjelang,mereka menghabiskan waktu dengan saling melepas rindu. Dengan Liu yang selalu merasa gelisah, takut-takut kedua orang tua,kakak dan Grandpanya itu mengintrogasi kehidupan Liu selama ini,dia jadi bingung menjawab apa.
Sedangkan ditempat lain. Seorang pria tampan bermata hitam pekat,tubuh atletis dibalut Jas hitam yang sangat pas ditubuh indahnya tengah uring-uringan dikamar Qynliu. Pria itu tak lain adalah Amos Bhalendra,Young presedir diperusahaan A'B Team.....
Entah mengapa sejak tadi pagi hingga sore bayangan Liu selalu menghantui pikirannya,membuat pria itu tak fokus pada pekerjaan. Wajah Liu yang tengah menangis meronta dilepaskan, hingga nama pria lain yang dia ucapkan mampu membuat darah Amos mendidih seketika.....Amos merasa dia ingin selalu berada didekat Liu istri mudanya,mendengar gadis itu memaki dengan kasar,matanya yang selalu memancarkan kebencian,hingga gaya arogantnya yang mampu membuat seorang Amos merindu. Tak tahan Amos pun memilih pulang kerumah mereka, mencari-cari Liu kesudut ruangan.
Tapi nihil yang dirindukan tak ditemukan. Amos duduk diatas ranjang yang hanya muat untuk satu orang itu,mengambil kain selimut diatas pembaringan dan menghirup wanginya sedalam mungkin,sungguh candu.
Wangi tubuh Liu menempel disana, sesuatu yang terdalam dalam diri Amos kembali bangun,dia mengerang karna merasa sakit,juniornya menegang seketika,celananya sangat terasa sesak.
__ADS_1
"Argggg Qynliu kau membuatku gila" Erang Amos menutup matanya semakin menghirup dalam wangi pada selimut.