
Satu jam berlalu berada di dalam ruangan membosankan dengan seorang Dosen yang masih terus menerangkan materi, Liu memilih membaringkan kepalanya pada meja sambil menguap beberapa kali.
Tok....tok...tok....
Suara pintu kelas mereka diketuk seseorang dari Luar, kelas pun menjadi hening sejenak saat Dosen itu terdiam dan menyahut.
"Masuk"
Ucap Dosen itu dengan tegas, saat pintu terbuka terlihatlah siapa sosok yang mengetuk pintu saat pelajaran tengah berlangsung, para wanita yang berada di dalam menjerit tertahan melihat Pria yang berdiri di depan pintu dengan wajah tampan yang berhasil mencuri perhatian. Pria yang memakai jas itu terlihat mengedarkan pandangan keseluruh ruanga.
"Maaf mengganggu, aku hanya ingin bertemu dengan Qynliu"
Mendengar namanya di sebut-sebut, Liu mendongak dan seketika matanya membola kaget, bahkan Liu hampir terjungkal ke belakang sangking kaget dan syok nya dia.
Bayangkan saja, baru satu jam yang lalu dia berbalas pesan dengan suaminya, kini pria tampan itu sudah berada di depan kelas dan mencarinya. Liu menelan salivanya kasar, pikiran Liu langsung melayang pada pesan terakhir mereka di mana Amos memintanya pulang, Liu menjadi sangat yakin bahwa Amos datang ke sini untuk menjemputnya dan membawanya pulang lalu kembali menggempurnya tanpa ampun di atas ranjang.
"Yang bernama Qynliu, silahkan berbincang di luar karna pelajaran akan kembali di mulai"
Liu menggerutu kesal, terlihat wajah Amos yang berbinar dan dia tersenyum jahil pada istrinya, semua orang yang berada di dalam kelas menjadi heboh dengan kedatangan Amos, seorang pengusaha terkenal yang dikenal dunia sebagai seorang CEO muda tampan yang mendirikan perusahaan Besar.
Liu segera turun dari kursinya dan berjalan menghampiri Amos, dia langsung menarik lengan suaminya dengan wajah cemberut penuh kekesalan. Keduanya menjauh dan langsung masuk ke dalam mobil Amos.
__ADS_1
Liu duduk di kursinya melipat tangan di dada dan memandang Amos seolah meminta jawaban.
"Ayolah sayang, kau kan tahu kalau aku tidak bisa menahannya"
Bela Amos tanpa rasa bersalah, dia bahkan menarik Liu agar duduk di atas pangkuannya, kemudian mulai melajukan mobil, sepanjang jalan Liu hanya terdiam sambil menggigit bibir bawahnya saat tangan Amos mulai bergerak liar, tangan Amos menyusup ke dalam Rok dan CD Liu mulai meraba apem kegemarannya. Liu terus menyingkirkan lengan kekar itu namun Amos seolah tak perduli.
Citttt...
Amos memarkirkan mobil tepat di garasi rumah, tidak sabaran dia langsung mengangkat Liu dan membawanya menuju kamar mereka, dengan pelan dan hati-hati Amos meletakkan istrinya di atas ranjang.
"Amos apa kau gila, kau menjemputku dari kelas hanya untuk ini?"
Tanya Liu seolah tak percaya, Amos mengangkat bahunya tak perduli dan sibuk menanggalkan pakaiannya satu persatu.
Ucap Liu mencari jalan dan bersiap akan meraih gagang pintu, tapi sebelum itu
"Ckkk sayang, kau ingin mengelabuiku?, aku tidak akan melepaskanmu"
Amos langsung menangkap istrinya dan kembali membawa Liu menuju ranjang, Liu terus menggerutu serta mengeluarkan sumpah serapah pada suami mesumnya.
Melihat mulut Liu yang tak berhenti berbicara Amos dibuat gemas, dia langsung menindih Liu kemudian menyerang bibir seksinya. Amos tak memberi jeda, dia menahan pergerakan istrinya agar tidak bisa lolos.
__ADS_1
Bibir Amos terus mengecap bibir atas dan bawah Liu secara bergantian, lidahnya dia dorong masuk agar bisa mengakses dan mengobrak Abrik di dalam sana, dia juga menggigit kecil bibir bawah istrinya sangking gemasnya yang membuat Liu meringis, kini bibir Amos berpindah ke leher jenjang dan putih mulus. Dia memberi tanda cinta sebanyak mungkin .
"Ashhhhhh pelan-pelan"
Desah Liu dengan lirih, menikmati setiap sentuhan suaminya.
Sregggggghh
Amos semakin membabi buta, dengan sekali tarikan baju Liu berhasil dia robek kemudian melemparkannya ke segala arah, matanya kini dimanjakan dengan pemandangan indah yang membuat Amos hampir meneteskan air liur, walau sudah berkali-kali menggagahi Liu, namun tetap saja dia terus dibuat candu dan tergila-gila akan tubuh istrinya, kemolekan tubuh Liu membuat Amos rasanya ingin terus dan tak ingin berhenti membuat Liu berkeringat dan mendesah meneriaki namanya.
Gumpalan daging besar yang menyembul tepat mengenai wajah tampan nya, bakpao kembar yang mampu membuat Amos terhipnotis.
"Ahhhhhh"
Desah Liu saat Amos menyambar seperti kilat, dia langsung menyerang bakpao itu tanpa ampun, mengulumnya penuh hasrat yang membuat Liu terus mendesah nikmat.
Selesai bermain-main dengan tubuh istrinya, Amos kini benar-benar sudah tidak tahan dia langsung menarik CD Qynliu yang membuat goa itu terpampang dengan jelas dan kembali membuat Amos berdecak kagum.
"Aku akan memulainya sayang"
Aba-aba dari Amos yang membuat Liu menganguk malu-malu, dengan susah payah Amos terus berusaha menempatkan basoka besinya pada sarang yang hangat kegemarannya.
__ADS_1
"Ahhhhh shhhhhh sakit"
Kembali Liu mendesah saat senjata suaminya berhasil menerobos dan menyentak kuat, Amos mengecup kening dan juga bibir Qynliu untuk meredakan rasa sakit, sampai sekarang Goa Liu benar-benar sempit dan sulit untuk dimasuki........