
"Jangan ada yang menyentuh para ******* ini,mereka pesanan Tuan Besar" Tegur si Pria tampan dengan wajah dinginnya,melihat beberapa dari Mafiso sangking tidak tahannya ingin mendekati salah satu dari mereka. Semuanya terdiam kemudian mengangguk patuh. Satu yang keempatnya tangkap,bahwa pria didepan mereka adalah orang penting dalam Mafia ini.......
"Masuklah" Si Pria itu membukakan pintu,Qynliu dan yang lain mengangguk,tak lupa dengan genit dan sengaja Liu membelai dada bidang pria itu,dan juga kedipan manja yang sangat menggoda. Pria itu memejamkan mata menikmati sentuhan hangat Qynliu.
Dia menghembuskan nafas kasar,melihat tubuh bagian belakang Qynliu yang bergerak berirama,gadis cantik itu benar-benar gila mampu membuat sosoknya yang menjadi Asst Pribadi Agio yang terkenal penjahat kelamin bisa jatuh hati.
Pria bernama Jos itu sedikit merasa heran, wajah-wajah cantik keempat gadis itu terlihat sangat berkelas begitupula gaya dan cara berjalan mereka. Kecantikan yang tidak biasa seperti para wanita penghibur pada umumnya. Jujur saja Jos sudah ada rencana akan menyewa mereka pula setelah Boss nya selesai.
"Hallo Baby" Sapaan hangat dari Jessi yang sudah lebih hebat dalam menggoda pria,dia menyibak rambutnya kesamping,berjalan kearah sosok pria yang tengah duduk diatas kursi tepatnya didepan meja kerja tengah menekuni sebuah buku,wajah pria itu sejenak tampak terkejut tapi sedetik kemudian berubah menjadi senyuman nakal.
Jessi meraba dada Pria itu tanpa diminta langsung duduk diatas pangkuannya memberikan gerakan sensual pada leher.
Ketiganya tersenyum tipis,Jessi memang bisa di andalkan,Liu bergerak pula berdiri dibelakang pria itu yang dia yakini sebagai Agio,menggantungkan tangannya di leher belakang menghembuskan nafas hangatnya di telinga Pria itu.
"Jos apa kau yang menyiapkan mereka?"Tanya Shio suaranya terdengar berat, sentuhan-sentuhan nakal dari kedua gadis ini cukup membuat dia langsung diterjang gairah. Sang Asst yang bernama Jos itu mengerjit bingung.
__ADS_1
"Tentu Bukan Tuan,aku pikir mereka memang pesananmu"Sahut Jos mendudukkan diri di sofa, matanya tak lepas dari Qynliu,di benar-benar sudah jatuh hati.
"Apa kami salah alamat Hem,sepertinya iya" Kini giliran Caca wajah menggemaskannya di buat merajuk manja. Agio yang tadi sempat menaruh curiga kembali bersikap biasa,dia menggeleng cepat kemudian menarik tangan Caca agar ikut menempel pada tubuhnya.
"No baby,aku rasa aku yang salah" Jawab Agio tangan nakalnya bergerak meraba pinggang ramping Caca,membuat gadis itu risih tapi demi memuluskan rencana akhirnya dia pasrah.
Mata Liu memicing dia menangkap sesuatu dibawah kaki Agio ada sebuah laci yang sedikit terbuka,dan isi didalamnya yang membuat Liu menaruh rasa curiga.
"Lexa" Batin Liu,untuk apa foto Lexa ada didalam sana,lebih parahnya lagi kenapa foto Lexa terlihat polos,wanita itu berpose dengan gaya seperti kuda,dia tidak memakai sehelai benangpun alias kondisi toples.
Liu menatap Agio,wajah pria itu sangat tampan persis Axel dan Amius, tubuhnya tegap suaranya bariton dan dilihat-lihat orangnya sangat teliti,dia tidak sembarangan,sangat berpendidikan.
Kini Agio sudah digeluti oleh keempat sekawan mereka dengan lihai mengalihkan perhatian Agio, dengan hati-hati dan perhitungan Liu berjalan berganti posisi dengan Bela,mengambil posisi berjongkok dan diam-diam menyelundupkan foto itu.
"Baby dimana toiletnya" Tanya Liu yang berjalan menghampiri Jos,pria itu tersenyum senang dia meraih pinggang Liu mencoba mengambil kesempatan.
__ADS_1
"Jangan memakainya sebelum aku,yang satu itu terlihat sangat Liar" Agio memberi peringatan,wajah Jos terlihat masam dengan berat hati dia melepas rangkulannya menuntun Liu menuju kamar mandi.
"Aku akan menunggumu disini" ucap jos.
"What the Fuc*k" Guman Liu kaget,dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat, ternyata didalam bingkai foto itu memang gambar Lexa, wanita itu terlihat sangat binal,didalam foto Lexa tengah diatas ranjang,tapi ada sedikit lengan yang tertangkap kamera,terdapat tato burung kecil,yang tadi juga sempat Liu lihat pada lengan Agio.
"Jangan bilang kalau mereka main gila" Liu menggeleng tidak percaya mulutnya membulat sempurna sangking tidak percayanya,tapi sedetik kemudian Liu tersenyum senang,ini bisa menjadi cara untuk memisahkan Lexa dan Amos.......
Cepat-cepat Liu kembali menyembunyikan bingkai foto itu pada baju punggungnya,dia tidak bisa terlalu lama di kamar mandi,nanti Jos akan curiga.
"Dimana mereka?"Tanya Liu saat menghampiri tempat tadi dan disana ketiga sahabatnya serta Agio sudah tidak ada.
"Sudah masuk kekamar,ayo aku antarkan" Jos tersenyum nakal dia kembali meraih pinggang Liu mumpung Agio tidak ada.
"Kau tidak ikut masuk Baby?"Goda Liu menyentuh kerah baju Jos,pria itu menyeringai,melihat dengan seksama bibir sexsi Liu....
__ADS_1
"Eiiiittts jangan dulu,selesai Bos baru aku akan melayanimu" Liu menahan bibir Jos yang hampir saja mencomot bibirnya tanpa izin, sebenarnya Liu ingin muntah mengatakan itu tapi yasudahlah,....
"Aku akan menunggumu disini" Seru Jos Liu mengangguk,kemudian memberi kedipan manja sebelum berlalu.