GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE . 106


__ADS_3

Byurrrr.....


Air yang begitu dingin hingga menembus tulang berhasil membangunkan Liu dari pingsannya, air itu membuat Liu meringis sakit karna luka-luka goresan pada wajahnya,


Perlahan dengan sekuat tenaga Liu membuka matanya dan berusaha untuk duduk, kemudian mata Liu langsung menangkap sosok wanita yang tadi dengan sengaja menyiramkan air padanya, nafas Liu memburu dengan amarah yang menggebu-gebu.


"Hallo gadis kecil, kita kembali bertemu"


Ucap wanita itu dengan seringai puas, Liu hanya diam sambil menelisik seluruh isi ruangan yang terlihat sangat memperihatinkan. Ruangan kumuh dengan lantai semen seadanya namun dinding ruangan terlihat kokoh menggunakan beton keras namun tak terurus.


"Apa yang kau inginkan Lexa?"


Tanya Liu berusaha tenang, dia berdiri sambil memegang perutnya yang terasa keram karna benturan kuat mobil tadi saat kecelakaan, mata elang Liu mengunus ke arah Lexa. Bukannya takut, Lexa justru tertawa keras dia memang Liu dengan sinis, Lexa berjalan ke arah Qynliu kemudian.


"Apa ini sakit Ha?"


Teriak Lexa, Qynliu kembali meringis kecil saat Lexa menjambak rambut panjangnya dengan gerakan cepat, tangan Liu tetap berada pada perutnya.


"Dasar gadis sialan"


Pekik Lexa di depan wajah Liu, sambil mengencangkan cengkramannya pada rambut Liu, merasa tenaga Lexa yang begitu kuat membuat beberapa helai rambutnya rontok, Liu tidak tinggal diam, dia memutar tubuhnya dengan lincah sehingga tangan Lexa terlepas, kemudian Liu melayangkan tendangan bebas ke perut Lexa yang membuat wanita itu langsung terlempar pada tembok.


Bughhhhh

__ADS_1


"Ah sialan"


Pekik Lexa lagi, sambil memuntahkan darah segar dari mulutnya, tendangan Liu tidak main-main tapi langsung merusak tubuh bagian dalam. Liu berdiri dengan wajah datar, tangannya tak pernah jauh dari perutnya yang sudah mulai membesar.


"Mafiso!!"


Teriak Lexa keras sambil menahan dadanya yang terasa sesak, dua orang pria dengan otot besar dan wajah menyeramkan langsung mendobrak pintu dan masuk dalam ruangan.


"Nyonya"


Ucap kedua pria itu serempak membantu Lexa berdiri.


"Ckkk, beri wanita sialan itu pelajaran"


Seorangnya lagi sudah berhasil menangkap lengan Liu, Liu bergerak cepat, mendorong pria itu dengan sikunya hingga dia sedikit terhuyung dan memberi Liu kesempatan untuk menyerangnya.


Hingga kedua Pria berbadan besar itu sudah tergeletak di lantai tak berdaya, setelah menghadapi wanita hamil yaitu Liu, melihat pasukannya dikalahkan amarah Lexa kian membuncah, dia berteriak keras dan memanggil seluruh Mafisonya, para Pria itu kini sudah memenuhi ruangan dan mengepung Qynliu.


"Hahahah Menyerahlah gadis lemah"


Ejek Lexa dengan percaya diri, mata Liu dengan tenang mengawasi para pria itu satu persatu sambil memasang kuda-kuda, menurut Liu jumlah Mafiso yang tidak seberapa ini mampu Liu kalahkan dengan sangat mudah, namun tiba-tiba perutnya kembali terasa keram yang membuat Liu mengurungkan niat.


Liu terus memegang perutnya sambil meringis, rasa sakit pada perutnya sangat mengerikan, hal itu membuat Liu hanya bisa pasrah dan tak berkutik, dia takut terlalu banyak pergerakan dapat mengakibatkan hal fatal pada Anaknya.

__ADS_1


"Lihat dia sudah kesakitan sebelum disentuh, benar-benar gadis lemah, kurung dia dan awasi jangan sampai lolos"


"Le-Lexa"


Saat Lexa akan keluar, tiba-tiba Liu memanggilnya lirih dengan suara dah wajah kesakitan yang sudah meringkuk di lantai, keringat Liu bercucuran sambil terus memegang perutnya.


"Bawa aku ke rumah sakit, tolong selamatkan anakku"


Pinta Liu mengiba dengan penuh harapan, perutnya menjadi semakin sakit dan Liu takut terjadi sesuatu pada kandungannya, Lexa terdiam tangannya terkepal dengan gigi gemertup menahan amarah saat mendengar ucapan Liu. Anak?


Bisa-bisanya Amos menanamkan benih pada Qynliu, dengan mudah memberikannya keturunan, sedangkan sewaktu bersama Lexa, jangankan benih bahkan Amos tak sudi hanya untuk menyentuhnya.


"Anak?"


Guman Lexa kembali menatap Liu, Liu sudah pucat pasih dengan tubuh rapuh yang sebentar lagi akan tumbang. Lexa berjalan cepat berdiri tepat di depan Liu.


"Jangan harap!"


Bentak Lexa mendorong dada Liu hingga dia terjatuh ke tanah, dengan sengaja dia mendorong kuat hingga Liu terbentur cukup keras, rasa sakit Liu tak tertahankan dan akhirnya dia kembali pingsan tak sadarkan diri, semua orang keluar dari ruangan itu menyisahkan Liu yang tengah diambang hidup dan mati........


Flashback


Momen Romantis Amos dan Liu di dalam mobil terganggu saat sebuah mobil truk menghantam mobil mereka dengan keras hingga mobil itu berguling dan terpental cukup jauh dari tempat tabrakan, tubuh Liu terlempar keluar dari mobil yang membuat Amos syok dan berteriak, karna terkejut Liu pun langsung pingsan dan sudah terletak di jalan, Amos berusaha mengeluarkan diri dari dalam mobil untuk menyelamatkan istrinya, terlihat mobil truk tadi tanpa tanggung jawab langsung melarikan diri.

__ADS_1


Saat sedang berusaha keluar, Amos melihat sebuah mobil sedan hitam datang dan beberapa pria keluar dari dalam mobil kemudian langsung mengangkat Liu tanpa ijin, Amos terus berteriak dan mengancam pria itu namun mereka mengabaikannya, Liu dimasukkan ke dalam mobil dan dibawa pergi yang membuat Amos menggila melihat itu......


__ADS_2