GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE. 26


__ADS_3

Amos keluar kamar dengan emosi yang menggebu-gebu,mendengar Liu yang mengucapkan nama pria lain dibawah kungkungannya sungguh sangat terasa menyakitkan,ditengah malam begini. Amos menaiki mobil melajukannya menuju apartemen Gal sang Asst.


"Gal" Teriak Amos mengumpat,sampai didalam Apartemen Gal tepatnya diruang tamu dia melihat Asstnya itu tengah menggagahi dua orang wanita sekaligus dengan sangat brutal. Semua terlihat menjijikan mereka bercinta tanpa batas. Gal terkejut tapi tak menghentikan aktifitasnya yang tengah bermain-main diatas kedua dada wanita itu.


"Tunggu aku dikamar,ini tak akan lama" Seru Gal dengan nafas tersengal. Amos kembali mengumpat tapi tetap masuk kedalam kamar Gal membiarkan Asstnya itu beraktivitas.....


"Ckkk kau gila datang jam segini,menggangu saja" Seru Gal memasuki kamar duduk didepan Amos yang tengah berbaring diranjang sahabatnya itu....


"Tadi aku hampir saja memper*kosa Liu,gadis itu benar-benar membuatku gila,aneh jika bersama Lexa tubuhku sama sekali tidak bereaksi" Ucap Amos memandang langit-langit kamar yang terasa kelabu. Gal tertawa keras sampai-sampai air matanya keluar.


"Kurasa kau memang sudah mencintai gadis cantik itu,wah hebat" Gal menepuk tangan dengan keras menertawakan Sahabatnya. Amos mencibir dia melempar wajah Amos dengan bantal.


"Cih tidak mungkin,aku hanya mencintai Lexa" Amos masih saja menyangkal perasaanya,dia mencoba menepis semua dugaan.


"Dasar bodoh, gelarmu boleh young presedir tapi otakmu,big baby. Tiga tahun menikah dengan istrimu itu,kalian bahkan sama sekali belum melakukan hubungan badan. Itu artinya kau hanya menaruh rasa sayang pada Lexa,bukan cinta. Ingat sayang karna status kalian" Amos terdiam mencoba mencerna semua ucapan Gal. masuk akal tapi tidak mungkin.


"Pikirkan baik-baik,aku tahu kau tidak bodoh, kau hanya gengsi mengakuinya,jangan sampai semua terlambat membuatmu menyesal"


Amos kembali terbaring mencerna kata-kata Sahabatnya. Dia juga mengingat pernikahannya bersama Lexa. Tiga tahun menjalani bahtera rumah tangga namun tak pernah sekalipun keduanya melakukan hubungan suami istri,entah mengapa Amos sama sekali tidak bergairah sedikitpun pada istrinya itu.

__ADS_1


Berkali-kali Lexa mencoba menggoda, bertelanjang didepan suaminya namun tetap sama Amos tidak diliput *****,melihat tubuh Lexa sama sekali tidak membuatnya bergairah. Keduanya sudah lama saling kenal,menjalin kasih dari sejak SMA. Lexa adalah gadis lemah lembut dan gemulai mampu membuat sosok Amos jatuh cinta.


Beberapa tahun menjabat menjadi young presedir diperusahaan miliknya sendiri. Amos memutuskan untuk mempersunting kekasih hatinya itu tak lain adalah Lexa. Gadis manja dan suka berbuat sesuka hati. Rumah tangga mereka berjalan dengan baik hanya saja tidak ada hubungan intim didalamnya.


Bulan-bulan kelima pernikahan Lexa mulai sedikit berubah,dia lebih sering menghabiskan waktu malamnya diluar dengan dalih bersama teman-teman. Amos sama sekali tidak menaruh curiga,dia sibuk bekerja dan bekerja. Sebenarnya Amos adalah tipe suami yang dilayani penuh sama seperti Bryan Daddy dari Liu. Namun mengingat Lexa adalah anak manja dan satu-satunya biasa dilayani bukan melayani,membuat Amos pasrah tidak menuntut banyak pada Lexa.


Semenjak kedatangan Liu membuat sesuatu terjangan aneh didalam diri Amos seakan menghantam, perlakuan sopan dan cara Liu melayaninya membuat desiran listrik menyengat didadanya. Belum lagi saat dia memandang gadis itu,tenjangan birahi datang membludak hal pertama yang baru dia rasakan. Namun karna rasa gengsi yang tinggi dan keyakinan hatinya hanya milik Lexa membuat Amos menutup diri dan selalu bersikap kasar pada Liu.....


Selain itu Amos juga memiliki trauma akut tentang pasanganan,yang dia dapat dari kedua orang tuanya. Pantang bagi Amos untuk bercerai dan mendua,sebisa mungkin dia mempertahankan rumah tangga,tak ingin semua hancur lebur seperti kedua orang tuanya.


Jadi inti dari semua ini adalah. Amos adalah perjaka ting ting....


Pagi ini Liu sudah siap dengan seragam sekolah,dia memandang pantulan dirinya pada cermin,dia tersenyum manis,cantik dan menggoda,untuk bekas cupangan sudah dia samarkan dengan pondation.


Kaki kecilnya melangkah turun kearah meja makan dimana semua sudah berkumpul untuk sarapan hanya tinggal menunggu dia saja....


"Qynliu" Pekik suara bass terdengar berat coll ala pria. Liu membelalak,disalah satu kursi meja makan disana dia melihat Keyndra teman pria yang pernah menyatakan perasaan. Pria itu juga memandang Liu tak percaya.


"Keyndra" Guman Liu,dia melangkah kecil kearah semuanya yang tengah memandang mereka yang seperti saling terkejut,ekor mata Liu dengan nakal sedikit melihat Amos yang tengah memasang tampang datar,seolah tak terjadi apa-apa semalam.

__ADS_1


"Ngapain kamu disini?"Tanya Keyndra bodoh. Liu menggaruk kepala bingung ingin menjawab apa,mata Liu memberi kode pada Andreaz yang ikut bergabung bersama mereka seolah memberi kode. Andreas berdiri cepat dia langsung berpindah dibelakang Liu.


"Maaf pagi ini sebelum kesekolah kami ada kegiatan penting,jadi kami pamit berangkat duluan"


"Ah iya betul sekali,ayo Andreaz nanti kita bisa telat" Liu dengan cepat menyeret rekannya itu berlalu keluar rumah,meninggalkan kebingungan besar dibenak semua orang..


"Kau mengenalnya?"Amos bertanya dengan dingin,dia memandang Keyndra datar. Pria itu yang berstatus sebagai adik Amos anak kedua dari Tuan Ham mengangguk lemah.


"Dia Liu teman sekelasku,dan dia juga yang sudah menolakku"Keyndra berucap tak semangat,sudut bibir Amos terangkat membentuk senyuman tipis.


"Gadis seperti itu saja kalian perebutkan,sudah miskin tidak ada sopan santun lagi" Ibu Amos dan Keyndra mencibir dengan gaya sombongnya. Mata Keyndra menajam menatap kearah ibunya.


"Dia jauh lebih baik darimu,wanita menjijikan" Balas Keyndra dengan sangat pedas,suana dimeja makan seketika berubah menjadi tegang,kedua anak kurang ajar itu selalu berkata kasar pada Ibunya yang membuat wanita paruhbaya itu terus menelan saliva.


"Dia istriku , Istri kedua tepatnya"


Brakkkk


"Apa" Pekik Keyndra keras dengan menggebrak meja,dia memandang Amos cengo,tuan Ham menggeleng,dengan Lexa memandang tak suka. Madunya itu banyak yang suka.

__ADS_1


__ADS_2