GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
EKSTRA PART (Twins J)


__ADS_3

"Yo, Morning Nona Muda, Je"


"Morning Ivy"


Sapa balik gadis cantik berambut sebahu, mendengar suara sahabatnya yang tak bersemangat gadis itu tertawa ngakak sambil ikut masuk ke dalam mobil.


"What happen Girl?"


Tanya gadis itu terkekeh memukul kecil lengan sahabatnya, terlihat wajah gadis satunya lagi yang dipanggil Je semakin murung tak bersemangat.


"You Know lah"


Jawabnya malas, menekan pedal gas semakin dalam membuat Mobil mewah yang mereka kendarai melaju dengan cepat membelah jalan, gadis yang bernama Ivy itu semakin tertawa dan berteriak menikmati angin yang menyapu cepat kulit mereka.


"Kak Jo meninggalkanmu lagi?"


Tanya Ivy berteriak agar suaranya tidak ikut tersapu oleh angin, Je atau Jeana menganguk semakin menginjak pedal Gas mobil berwarna silver itu.


"Wow, Calm Down Girl"


Panik Ivy merasakan mobil yang semakin kencang, dengan lihai Jeana menyalip kendaraan di tengah ramainya kota dipagi hari, para pengendara mengumpat aksi mereka yang berbahaya.


Citttt.....


Jeana menginjak rem mobil dengan kuat, membuat tekanan besar yang mengakibatkan body belakang mobil terangkat dan sedikit membuat benturan, mobil mereka berhenti tepat di depan sebuah Mansion menjulang tinggi. Dari jarak yang tidak terlalu jauh, seorang gadis cantik dengan rambut ikalnya berlari dengan seragam sekolah menghampiri Jeana dan Ivy, berlari kencang dengan roti dimulut dan langsung melompat naik ke atas mobil.


"Let's go Nona Muda Je"


Pekik gadis itu yang sudah duduk dikursi belakang masih mengunyah roti dimulutnya, Jeana hanya menggeleng kemudian mulai melajukan kendaraan.


"Kau tidak menyapaku Sofia?"


Tanya Ivy kesal membuat Sofia menyengir kuda, mobil mereka melaju dengan kecepatan rata-rata menuju gedung tinggi sekolah favorit di negara tersebut.


Saat mobil mereka melintasi gerbang, para siswa-siswi Lowhen Hight School berhamburan keluar dan melihat idola mereka datang, semuanya bersorak dan terus memanggil-manggil nama ketiga murid cantik nan menawan itu.


Ketiganya keluar dari dalam mobil mengenakan kaca mata hitam, seragam sekolah pas Body menempel sempurna pada tubuh mereka, saat kaki mereka menepak lantai sekolah, para murid semakin berteriak histeris.


Ketiganya langsung menuju kelas dan duduk di kursi masing-masing, terlihat mereka sibuk pada ponsel, sejenak Jeana berpamitan pada kedua sahabatnya karna ingin pergi ke toilet, Jeana berjalan dilorong menuju toilet.


Tak lama seorang pria tampan dengan rambut Blonde acak-acakan yang semakin membuat kadar ketampanan, ditambah seragam sekolahnya yang asal menambah kesan Badboy datang berkunjung ke kelas Jeana dan kedua sahabatnya. Para siswi berteriak tertahan saat pria itu lewat, mereka meneriaki namanya dan mengagumi ketampanannya. Pria itu menghampiri Ivy dan Sofia yang sibuk bermain ponsel.


"Hai Prince Alkazora"


Sapa Ivy dan Sofia serempak dengan senyuman cantik, sedangkan pemuda itu hanya menanggapi dengan wajah datar andalannya. Keduanya hanya mampu menelan ludah kasar melihat ekpresi pria bernama Alkazora itu.

__ADS_1


"Di mana Jeana"


Tanya Alka to the poin, tanpa ekpresi sedikitpun diwajah tampannya. Namun, tak mengurangi kadar pesona pria itu.


"Toilet"


Serempak mereka lagi menjawab, pemuda itupun langsung bergegas pergi meninggalkan Ivy dan Sofia beranjak menuju toilet, Alka masuk tanpa permisi ke dalam toilet wanita membuat para siswi berteriak terkejut saat melihat seorang pria tampan masuk tanpa izin. Alka tetap berwajah datar, melewati pintu demi pintu hingga dia berhenti tepat disebuah ruangan khusus wastafel dengan kaca besar. Dia masuk ke dalam dengan senyuman menyeringai menatap seorang gadis yang tengah mencuci tangannya dan tidak menyadari kehadiran pria itu.


Alka berjalan pelan kemudian mengunci pintu itu dari dalam, mendekati gadis itu diam-diam dan langsung memeluknya dari belakang. Membuat gadis itu terkejut setengah mati.


"Hai sayang"


Lirih Alka memeluk gadis itu tak lain adalah Jeana, dia merengkuhnya kuat sambil mengendus lehernya dalam.


"Kak, a-apa yang kau lakukan?"


Gugup Je membalikkan tubuhnya, melepas tangan pria itu yang semakin nakal bergeliya ditubuhnya, wajah Je tampak panik menatap pintu yang tertutup sepertinya terkunci oleh Alka.


"Menurutmu apa Hem?, aku merindukan gadisku"


Cup.....


"Kak, jangan kurang ajar"


Pekik Je saat Alka tanpa sopan mengecup bibirnya, sedangkan pria itu hanya terkekeh sambil menyeringai menatap gadisnya yang marah semakin terlihat sangat menggemaskan. Alka berjalan mendekat mencoba meraih tubuh Je namun gadis itu semakin mundur dengan wajah ketakutan, sialan ada tembok tepat di belakangnya membuat dia tidak bisa bergerak lagi.


Suara nafas Je yang tertahan saat Alka kembali menyerang bibirnya dengan brutal, membungkam mulut Jeana dengan ciuman panas yang berhasrat, Alka menerobos memaksa lidahnya agar masuk semakin dalam, mengabsen setiap rongga mulut Jeana. Gadis itu memberontak, dia memukul-mukul dada bidang Alka namun hanya terasa seperti gelitikan kecil. Tangan Alka tak enak diam, menyikap baju belakang Jeana dan memasukkan tangannya ke dalam, meraba kulit punggung Je langsung dan merasakan kulit hangatnya. Tangan Alka sudah berada ditali pengait dua gunung kembar Je, bersiap akan melepaskannya .


Plak......


Namun sebelum itu, Jeana berhasil melepaskan diri, melayangkan tamparan keras di wajah tampan Alka, dengan mata berkaca-kaca dan wajah emosi dia menatap Alka tajam tapi pria itu hanya menyeringai puas dengan apa yang dia lakukan, dia memegang pipinya bekas tamparan Je.


"Apa kau gila, aku ini adikmu Tuan Alka, kita ini bersaudara"


Teriak Jeana marah, air matanya ikut menetes karna merasa jijik dengan tubuhnya yang selama ini selalu digerayangi oleh pria di depannya ini. Pria yang selalu menyentuh tubuhnya sesuka hati.


"Memang apa peduliku, sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu"


"Kau, lihat saja aku akan mengadukanmu pada Grandma dan Uncle"


Mendengar ancaman sang gadis, Alka justru tertawa keras kembali mendekati tubuh menggoda Je dan mengelus pipi tanpa celah itu dengan penuh cinta.


"Lalu, apa mereka akan percaya?. Aku rasa mereka justru akan mengatakan bahwa kakakmu yang tampan ini memang sangat menyayangi adik cantiknya"


"Jangan menyentuhku"

__ADS_1


Kesal Je menepis kasar lengan kekar sang kakak, pria itu terus menatapnya penuh cinta dan kekaguman.


"Kali ini kau lolos sayangku, ingat jangan bersentuhan dengan pria lain atau kau akan tau akibatnya"


Ancam Alka dan berlalu meninggalkan Je seorang diri di toilet, Jeana menghapus sisa air matanya dan kembali merapikan pakaiannya yang berantakan, membasuh wajahnya agar kembali terlihat fres.


******


Sedangkan di sisi lain, terlihat seorang pemuda tengah berdiri di atas gedung tinggi memegang sebuah senjata laras panjang, sesekali matanya mengawasi dengan teropong ditangan, pemuda itu menutup wajahnya dengan masker, mengenakan topi hitam dan baju serba hitam. Mata anehnya tak teralalihkan dari sosok seorang pria Tua yang akan masuk ke dalam pesawat di bandara.


"Di sini sangat panas"


Keluhnya menyeka keringat yang terus menetes, kemudian mata elangnya kembali mengawasi dari jarak jauh, terlihat sebuah pesawat peribadi yang dinaiki pria tua itu akan mengudara, pemuda itupun langsung bersiap dengan senjatanya mengarahkan tepat pada body pesawat. Saat pesawat itu lepas landas dengan segera dia melancarkan aksinya.


DOR......


DOR.....


DOR.....


Tiga kali tembakan berturut-turut tepat mengenai sayap dan badan pesawat, pria itu pun tersenyum bangga.


Bommmmmm


Pesawat itu meledak di atas udara, setelah peluru yang mengandung bahan peledak itu tepat mengenai pesawat, tiba-tiba pemandangan di langit menjadi mengerikan, api berkobar dan bangkai pesawat berjatuhan ke tanah.


DOR.....


DOR.....


"Oh ****"


Umpat pemuda itu, dia adalah Jeano Putra dari Amos dan Qynliu, kembaran atau lebih tepat kakak Jeana. Jeano berlari melompati gedung mencari celah di antara bangunan tinggi itu, dia berlari dengan gesit sambil menghindari peluru yang terus diarahkan padanya. Beberapa pria berbadan kekar mengenakan Jas mengejarnya sambil terus menembaknya, pria-pria itu adalah para bodyguard atau agen rahasia yang melindungi pria tua itu. Mereka menjadi panik saat pesawat meledak dan menyadari seseorang yang mencurigakan berada di atas gedung dengan sebuah senjata.


Jeano berlari kencang, puluhan peluru itu meleset hingga pada gedung tinggi Jeano berhenti berlari dengan nafas tersengal-sengal, dia berdiri tepat di lantai paling atas diantara gedung. Matanya mengunus kebawah dan melihat jarak yang begitu jauh dengan bumi, dia mendesah kesal melihat di bawah sana adalah jalan raya, banyak kendaraan berlalu lalang.


"Anak muda, kau mau lari ke mana Ha?"


Para pria itu berdiri tepat di depannya mengacungkan senjata dengan tertawa senang, karna berhasil menyudutkan Jeano. Bukannya takut Jeano justru tertawa keras membuat para agen itu mengerjit heran, padahal dia sudah berada diambang kematian.


Jeano mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya dengan perlahan, benda pipih seperti ponsel kemudian dia menekan benda itu dan melemparnya tepat di hadapan mereka.


Para Agen itu menjadi panik melihat benda itu yang tak lain adalah Bom, mereka berusaha melarikan diri namun tidak ada jalan keluar. Saat akan kembali menembaki Jeano tiba-tiba pria itu menjatuhkan dirinya dari atas gedung dan berselang satu detik.......


Booooommmmm

__ADS_1


Gedung itu meletus meledakkan bangunan beserta tubuh para agen itu yang langsung mati dengan mengenaskan, suara riuh langsung terdengar saat ledakan itu menghancurkan segalanya. Di tengah tubuhnya yang tengah mengambang diudara tiba-tiba sebuah Helikopter datang dan menangkap tubuh Jeano menggunakan tali, Jeano tersenyum puas sambil menatap sisa-sisa ledakan.


"Misi berhasil"


__ADS_2