GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE. 37


__ADS_3

"Hello my Bit*ch" Terdengar sapaan nakal dari Jesi tak lain adalah sahabat Liu. Senyum gadis itu rekah,melihat ketiga sahabatnya yang terlihat dari kamera ponsel Jesi. Ketiga orang disana juga melempar senyum rindu,mereka melambai dengan heboh,menujukkan tubuh molek mereka pada Liu yang hanya terbalut dalaman,dengan botol minuman dimasing-masing tangan mereka.


"Kalian sedang berpesta?"Tanya Liu ketiga orang itu mengangguk kemudian tertawa bersama.


"Kurang karna tidak ada Nona muda" Pekikan Isabella terdengar sangat nyaring,gadis itu sepertinya sudah mulai mabuk. Liu balas terkekeh.


"Nona Muda sialan" Pekikan Rebecca pula dengan wajah merahnya. Liu tertawa terbahak-bahak,kedua sahabatnya sudah mabuk duluan dan hanya tersisa Jesi yang ikut tertawa....


"Malam ini kalian datang ke rumahku,dan nanti aku kirimkan alamatnya"Suruh Liu dengan tegas,Jesi menangguk cepat.


"Iya,kami juga sudah merindukanmu gadis sialan" Jawab Jesi disertai candaan,Liu hanya menyeringai iblis.


"Besok malam kita ada misi besar,bersiaplah" Wajah Jesi seketika berubah menjadi serius,dia mengangguk cepat sambil menatap Liu dalam. Dari senyuman mengerikan nona Muda itu pasti menyimpan banyak rencana licik....


"Urus kedua gadis itu,mereka sangat menyusahkan,selamat bersenang-senang" Ledek Liu melihat raut wajah Jesi yang menyedihkan,dengan cepat Liu mematikan sambungan panggilan video sebelum Gadis itu marah-marah padanya.......

__ADS_1


"Lebih baik aku beritahu sekarang,agar nanti mereka tidak terlalu terkejut" Guman Liu. Kemudian dia memutuskan kembali menyalakan Ponsel membuka aplikasi chat dan mengirim pesan pada Jesi untuk nanti disampaikan juga pada Caca dan Bela....


Dalam pesan Liu memberitahukan semua rahasianya tentang pernikahannya dengan Amos,dia menceritakan dengan detail,dari awal pertemuan hingga pernikahan itu terjadi sampai dititik sejauh ini,dimana keluarga Amos dan Lexa begitu memperlakukannya dengan buruk,dia sengaja memberitahukan pada ketiga temannya agar nanti mereka tidak bertanya-tanya lagi. Dia juga memberi peringatan pada mereka agar bisa bersikap sesuai rencana Liu,gadis miskin yang sederhana. Agar semua rencananya tidak rusak sia-sia. Selesai mengirim pesan,Liu menaruh kembali ponsel,mengabaikan ketiga sahabatnya yang sudah mulai heboh setelah membaca pesan.


Terbukti dari suara ponsel yang tidak berhenti bersuara,mereka mengirim pesan balik bertanya-tanya seolah tak percaya,Liu memlilih beristirahat sejenak diatas ranjangnya.......


Tok....tok....


Liu menggeliat dari tidurnya,menatap jam waker yang sudah menunjukkan waktu malam,terdengar ketukan pintu berkali-kali dari luar kamar. Dengan malas gadis itu terbangun, mendudukkan bokong nya dan menggelung rambut asal.


"Liu buka pintunya"


Ceklek....


"Ada apa?"Tanya Liu ketus,Amos tampak berwajah datar, tapi wajah tampannya mampu membuat Liu terpsona.

__ADS_1


"Ada yang mencarimu didepan,sepertinya teman-temanmu" Jawab Amos,mata pria itu memandang leher mulus Liu yang tampak sangat jelas dan menggoda, berkali-kali dia meneguk ludah kasar. Liu mengangguk...


"Aku akan turun,kau pergi saja sana" Usir Liu,Amos mendengus kesal.


"Tidak sopan pada suami,dasar gadis labil"Rutuk Amos menatap Liu jengah,gadis itu mencibir...


"Suami, seakan-akan hubungan kita ini adalah sungguhan"


"Apa maksudmu?"Sentak Amos yang mendengar gumaman Liu. Dia menatap gadis itu tak suka,Liu menghela nafas, sebenarnya tidak ingin mencari ribut,namun tingkah Amos yang mudah terpancing emosi juga membuat Liu ikut naik pitam.


"Bisakah sekali saja kau berbicara dengan lembut,dan kau tanya maksudku,sudah jelas kita hanya suami istri diatas kertas,seperti katamu aku hanya gadis labil,cinta dan istri satu-satunya untukmu adalah Lexa,siwanita dewasa yang suka keluyuran malam-malam" Jawab Liu dengan menantang dan keras.


Darah Amos langsung mengalir keubun-ubun,untuk sekian kali berbicara dengan Liu dapat mengundang cepat emosinya,bukan karna Liu yang mengatai Lexa wanita dewasa yang suka keluyuran,tapi saat Liu mengatakan hubungan mereka yang hanya diatas kertas,sungguh sangat tidak nyaman ditelinga Amos.....


"Kau benar,kita hanya diatas kertas,cara bicara,dan semua kelakuanmu itu sangat berbeda dengan Lexa,kau gadis kasar dan tidak punya sopan santun,tidak ada apa-apanya dengan istriku itu. Sampai kapanpun kau tidak akan pernah bisa menggantikan posisinya" Bentak Amos didepan wajah Liu....

__ADS_1


Liu terdiam,hatinya mencolos mendengar itu,sakit,sakit sekali mendengar perkataan seperti itu keluar dari mulut orang yang kita cinta.


Mati-matian Liu mengontrol mimik wajahnya, berkali-kali dia mendongak berusaha agar setetes bulir bening tidak terjatuh,dia memandang Amos penuh kecewa,marah,dan tidak percaya. Tapi rasa kecewa lah yang mendominasi,tapi Liu bisa apa,ini kesalahannya menaruh hati lebih dulu....


__ADS_2