
"Tidak, Liu itu hanya milikku, milikku"
Sentak Amos keras, Gak kembali mencibir melihat reaksi sahabatnya itu. Jika bukan sahabat sudah lama Gal meninggalkan Amos, selain gaji tidak dibayar, Amos juga sangat merepotkan.
"Apa dia kembali mabuk-mabukan?"
Suara bariton berat terdengar dari arah ambang pintu kamar Amos, keduanya terkejut dan cepat menatap kearah sumber suara. Disana Tuan Ham Bhalendra berdiri dengan tegas menatap Amos dengan tatapan tak bisa diartikan.
"Salam Tuan"
Sapa Gal dengan hormat dan menundukkan kepala, Ham memberi senyuman sekilas pada Asst anaknya itu. kemudian kembali menatap sang anak yang juga tengah menatapnya dengan sinis, hal itu membuat pria parubayah itu menghela nafas berat, Amos masih terus memusuhinya.
"Perbaiki dirimu nak, kuatkan tekatmu untuk mencari gadis itu. Jangan sampai nanti kau justru merasa rendah saat mengetahui siapa gadis itu sebenarnya. Sebelum itu terjadi, perbaiki semuanya. Terutama perusahaan, bawa ia bangkit kembali hingga manca negara. Itupun Daddy masih ragu nanti kau tak akan terkejut dengan kebenarannya"
Jelas Tuan Ham penuh teka-teki pada putranya itu yang tampak termenung mendengar setiap lontaran kata yang dikeluarkan sang Daddy. Amos terdiam merasa ada yang aneh dengan kalimat Ham, tapi pikiran pria itu tidak bisa diajak kerja sama, semuanya buntu hanya ada Liu.
"Apa mak....."
Amos mendongak, ucapannya terpotong saat menyadari bahwa Tuan Ham sudah berlalu dari posisinya tadi. Perlahan Amos beranjak dari ranjang, berjalan kearah sahabatnya itu yang masih berdiri dan fokus pada telfon genggam.
"Gal, apa kau paham dan sedikit curiga dengan perkataan si Tuan Ham itu?"
Tanya Amos menatap sahabatnya yang begitu fokus pada ponsel, Gak mendonga kemudian mengerjit dengan bingung, hal itu membuat Amos mendengus kesal dan berlalu kekamar mandi.
"Memang apa?"
__ADS_1
Teriak Gal merasa bingung pada sahabatnya yang sudah menutup rapat pintu kamar mandi.
"Liu aku merindukanmu"
Guman Amos pelan dibawah guyuran shower, mata indahnya menyiratkan kesedihan mendalam hatinya kembali hancur saat mengucapkan nama Istrinya itu. Berkali-kali pria itu memukul dadanya yang terasa sakit saat kembali mengingat wajah Liu yang menangis pada malam pertengkaran mereka. Dengan kejam Amos melontarkan kata kasar dan juga menampar pipi chuby istri tercinta.
"Liu maafkan aku, maafkan aku. Kembalilah aku mohon"
Guman Amos lagi disusul dengan cairan bening menetes tanpa izin dari kedua matanya. Hei ayolah, sejak kapan seorang Amos Bhalendra yang terkenal dinegera ini, dengan wataknya yang tempramental, pemarah, pemaksa dan juga angkuh menjadi sangat lemah. Dan itu hanya karna seorang gadis yang berpredikat sebagai istrinya. Semua orang pasti akan terkejut saat melihat pria itu meneteskan air mata karna sebuah penyesalan.
"Aku, aku tidak akan menyerah. Selamanya kau milikku Qynliu, statusmu masih istriku. Kini adalah istri tunggal"
Seringai aneh muncul dibibir Amos, memantapkan hati agar tidak berhenti berjuang. Terus mencari dan mencari istri tercinta, akan membawanya kembali kesisinya. Membangun kembali istana Cinta dan menjadikan Liu sebagai ratu didalamnya.
Setengah jama lamanya Amos membersihkan diri dikamar mandi, sekaligus memikirkan rencana-rencana untuk mencari Liu, hanya ada Liu dan Qynliu dikepala Amos. Setelah selesai pria itu berjalan menuju walk in closed masih dengan handuk yang melilit dipinggangnya.
Amos terkekeh membayangkan suatu saat nanti bersama Qynliu, disetiap paginya akan memasangkannya dasi dan mengantarkan nya bekerja sampai didepan pintu rumah. Mengucapkan kata cinta berkali-kali dan memberi ciuman perpisahan.
Ah.... membayangkan hal itu membuat Amos tak berhenti tersenyum, seketika rasa semangat pagi ini memburu hanya dengan membayangkan wajah cantik istrinya.
"Apa kau sudah siap Tuan Muda?"
Tanya Gal bergidik ngeri yang sedari tadi menatap Amos senyum-senyum sendiri, dia mengira sahabatnya itu sudah benar-benar gila karna kehilangan istrinya. Amos mengalihkan perhatian kearah Gal, senyum seketika luntur dari wajahnya digantikan dengan ekpresi kesal.
"Ckkk mengangguk saja"
__ADS_1
Kesalnya kemudian berjalan cepat melewati Gal yang mencibir, langkah Amos kembali tegas. Aura kepemimpinan masih terasa kental dari setiap langkahnya, hanya saja sorot mata Amos terlihat kelam dan kosong. Tidak ada tanda kehidupan didalamnya, dia seperti kerangka berjalan namun diberi roh
**********
"Nona Muda rapat akan segera dimulai"
Ucap Fay wanita cantik berambut pendek dengan kacamata dan tubuh ramping yang menjabat sebagai Asst pribadi Qynliu. Sosok gadis yang tengah duduk dikursi kebesarannya, memandangi komputer didepan mata dan ribuan lembar kertas ditangannya.....
Liu mengangguk kemudian mematikan komputer dan menutup lembaran kertas tadi, gadis itu berdiri dari duduknya. Fay bergerak cepat meraih sweater disandaran kursi dan memakaikannya ketubuh sang Nona Muda.
"Siang ini anda memiliki jadwal kuliah Nona"
Kembali Fay membacakan jadwal Liu sambil mengiringi langkah keduanya menuju ruang rapat Lowhen Group. Liu menghela nafas kasar, tapi hanya mampu mengangguk, Fay menggeleng dengan Nona mudanya, semakin hari semakin dingin sikap gadis itu. Mulut Liu seakan keluh untuk membuka suara, dia enggan berucap jika itu tidak penting. Kecuali, dilingkungan keluarga.
"Tender kali ini dibuka untuk seluruh perusahaan dipelosok dunia, Lowhen Group membuka pintu untuk semua perusahaan"
Ucap Qynliu dengan santai diruang rapat tengah membahas sebuah topik tentang Tender kerja yang akan diadakan Lowhen Group. Orang-orang yang berada diruang rapat itu mengangguk setuju pandangan mata mereka terfokus pada Komputer didepan wajah masih-masing yang menyajikan informasi tentang topik yang tengah dibahas.
"Salam Nona Muda"
Rapat berakhir, para bawahan itu menunduk hormat dan berdiri serta berucap sopan saat Liu dan Fay yang akan beranjak dari ruang rapat, Qynliu mengangguk dengan wajah datar. Barulah orang-orang itu bisa bernafas bebas, Qynliu dikenal dengan sikap tegas dan angkuhnya, sangat tidak suka dengan orang yang berbicara tidak jelas dan bertele-tele.
Liu juga dikenal dengan sikap tidak sabaran dan pemarah. Gadis itu tanpa perasaan akan memecat para bawahan jika kelakuan mereka tidak menyenangkan hatinya........
_____________
__ADS_1
(Oke Guys, ini part Ter Random kayanya yang author tulis. Ya ampun aku bingung buat alur kaya gimana, Otak lagi beku banget nih guys)