GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE . 74


__ADS_3

"Salam Tuan Bryan, dan Nyonya Anatasya. Suatu kehormatan bisa bertemu kalian secara langsung"


"Eh!"


"Maaf Nyonya, aku tidak bermaksud mengejutkan anda"


Amos merasa tidak enak, niat ingin menyapa Bryan dan Anatasya secara hormat justru malah mengagetkan keduanya


Pasangan suami istri yang terkaget itu berbalik secara bersamaan dan menatap Amos dengan pandangan tak bisa diartikan, keduanya bingung dan saling pandang sejenak sebelum kembali menstabilkan wajah mereka agar tidak terlihat mencurigakan. Mata Anatasya benar-benar menelisik setiap sudut dan garis wajah tampan Amos, ternyata beginilah sosok pria yang telah nekat menikahi putri semata wayangnya.


Sosok pria yang telah sukses membuat putrinya kalang kabut, wajah tampan Amos sangat familiar, mirip sekali dengan wajah sang ibu sahabat Anatasya sendiri. Tapi pandangan Anatasya jatuh pada mata indah Amos yang juga tengah menatapnya heran, kenapa pandangan Amos terlihat hampa dan kosong. Juga lingkaran hitam disekitar mata semakin terlihat jelas kegelisahan disana. Apa karna perpisahan pria ini dengan putrinya, atau ada hal lain. Jiwa penasaran Anatasya menjadi menggebu, seolah ingin menyeret menantunya ini dan menyuruhnya untuk menceritakan setiap kejadian dengan detail. Tapi keadaan tidak mendukung.


"Apa ada yang salah diwajahku Nyonya?"


Tanya Amos merasa kikuk saat dipandangi Anatasya, tangannya terangkat meraba-raba rahang.


Prangggg.......

__ADS_1


Semuanya terlonjak kaget, saat suara pecahan kaca yang begitu nyaring memenuhi ruangan pesta, pandangan mereka langsung berbalik kearah sumber suara. Mata Amos membelalak lebar saat melihat sosok gadis yang teramat dia rindukan tengah berdiri diujung sana dengan mata melotot menatapnya tak percaya, dada Amos bergemuruh. Tubuhnya membeku ditempat dengan jantung terpompa hebat.


Qynliu.


Ya, gadis cantik itu terkejut saat melihat sosok laki-laki yang berdiri didepan kedua orangtuanya, sampai-sampai gelas whisky ditangannya jatuh dan pecah dilantai. Mata Liu ikut terbelalak, apa dia tidak salah lihat?.


Disana suaminya berdiri, memandangnya dengan kaget, keduanya saling mengunci pandangan mereka dengan keadaan sama-sama tak percaya. Pesta kembali di lanjutkan suara riuk piuh kembali terdengar, seolah acuh dengan suara pecahan tadi. Namun, beberapa dari para pria memandang genit sosok Qynliu yang tengah mematung.


"Liu, Qynliu, istriku!"


Lirih Amos dengan mata berkaca-kaca, senyumnya terbit, cahaya kehidupan yang selama dua tahun redup kembali menyala. Matanya memandang penuh harap pada sosok gadis cantik diujung sana. Pandangan Amos sayu, dia menelisik wajah cantik itu. Akhirnya, kerinduan dan penyesalannya selama ini terbayar, dia kembali melihat wajah itu, wajah cantik yang selalu garang. Rasanya masih tidak percaya, bahkan untuk melangkahkan kaki mendekati Istrinya menjadi sangat berat.....


Amos menggeleng, dengan berani melangkahkan kakinya hendak mendekati sang istri.


"Tidak, Tidak, Liu tetap ditempatmu, jangan tinggalkan aku lagi!"


Suara Amos meninggi, langkah kakinya semakin cepat bahkan air mata juga ikut mengalir membuat dada Amos semakin sesak, kaki Liu semakin cepat dia berbalik kemudian berlari, melewati kumpulan orang-orang yang tengah bersenang-senang ditengah pesta, berkali-kali tubuh Liu menabrak tubuh orang yang lain namun dia tetap berlari. Amos tak tinggal diam, dia berteriak sekencang mungkin memanggil nama sang istri.

__ADS_1


"Qynliu"


"Qynliu"


"Qynliu arggggghhhh"


Jerit Amos kala Liu hilang dari jangkauannya, dia mengejar Liu sampai keparkiran bawah tanah, ratusan mobil mewah terparkir membuat Amos sulit mencari Liu. Pria itu terus memukul dadanya yang terasa sakit, dia menangis dan menjerit memanggil nama Qynliu. Mata Amos memerah seolah tidak rela, dia menarik rambutnya frustasi Amos menjadi menyakiti diri sendiri.


"QYNLIU!!"


Teriak Amos dengan suara baritonnya memenuhi parkiran bawah tanah ini, dia berputar tak tentu arah seperti orang gila, memanggil nama Liu dengan suara keras.


Sedangkan Liu, gadis itu terlihat menyedihkan, lututnya memerah karna tadi tidak sengaja menabrak benda keras, bajunya acak-acakan karna terus berlari menghindari Amos, sepatu high heels sudah ia lepas entah dimana. Air mata tak berhenti membasahi pipi chubbynya. Dengan nafas tersengal Liu berjongkok menyandar pada badan mobil yang tengah terparkir. Sekuat tenaga dia menutup mulut dengan kedua tangannya agar tidak menimbulkan suara, dia terisak kecil tapi menahan dengan menekan mulutnya kuat bahkan sampai memerah. Liu akan menutup mata rapat kala suara Amos kembali terdengar meneriaki namanya. Hati Liu bagai tertancap timah panas.


Setelah bertahun-tahun keduanya kembali dipertemukan, wajah pria yang begitu dia cintai tak banyak berubah, suaranya juga masih dingin dan mencekam, hanya saja beberapa garis beban terlihat diwajah Amos yang tidak terurus. Liu terus mengutuk Lexa, menyalahkan wanita itu karna tidak mengurus suaminya dengan baik. Liu hanya mampu menangis dan menangis.


Perlahan suara jeritan Amos menghilang, diganti suara berat lainnya yang mencoba menenangkan Amos dan membawanya pergi kembali pulang, Liu yakin bahwa itu adalah Gal Asst suaminya dulu yang sempat bersikap baik padanya....

__ADS_1


Disisi lain, disebuah toilet digedung pesta itu. Anatasya tengah terisak-isak dipelukan suaminya, wanita paruhbaya itu terus menangis saat menyaksikan momen haru pertemuan anak dan menantunya. Dia menjadi tidak tega pada mereka yang selama ini terpisah, jelas dimata keduanya menggambarkan seberapa besar rasa cinta yang meluap-luap. Bryan menghela nafas dia terus menenangkan sang istri tercinta namun dia juga khawatir pada putrinya, takut sesuatu hal buruk terjadi.


####


__ADS_2