GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE . 90


__ADS_3

Perlahan mata Amos mulai terbuka, kesadarannya mulai kembali saat merasakan tepukan sedikit kuat pada pipi dan suara memanggil-manggil namanya. Mata dengan bola berwarna hitam pekat itu dengan perlahan terbuka, cahaya lampu memasuki netranya membuat dia menyipit sambil melihat sekeliling.


Wajah cantik istrinya yang terlihat khawatir, menjadi pemandangan pertama untuk Amos, tanpa sadar pria itu tersenyum dan mengangkat tangan untuk mengelus pipi Qynliu.


Plak.....


"Shhhhh"


Amos meringis kaget, belum sampai tangannya mendarat pada pipi mulus sang istri, sebuah pukulan sedikit keras sudah mendarat di lengannya untuk menyingkirkan. Pria itu mengeram kesal, dia menata si empunya tangan yang berani memukulnya.


Mata Amos kembali mengerjit, dengan bantuan Liu Amos bangun dari posisi berbaringnya pada sebuah ranjang berukuran besar di kamar yang terbilang mewah dan elegan. Mata Amos masih tertuju pada sosok pria tampan dengan rambut blonde dan tampang sangat tak bersahabat, pria muda yang sepertinya seumur dengannya tengah menatapnya tajam.


"Siapa kau?"


Tanya Amos dengan nada suara menantang, dia menggenggam erat tangan istrinya, takut wanita cantik itu akan dibawa kabur oleh pria tak dikenal ini.


"Kau yang siapa, beraninya ingin menyentuh wajah adikku!"


Sentak Sean tak kalah garang, sejenak Amos terus menatap wajah Sean yang seperti familiar, sampai ingatannya siapa sosok pria muda yang berdiri didepannya ini terlintas dibenaknya, Amos membelalak kaget, dia menatap Sean dengan mata membola.


"Tuan Sean, Lowhen Sean Robsont, pemimpin perusahaan AN'T Corp, keturunan Tuan dan Nyonya pengusaha kelas dunia itu?"


Pekik Amos heboh saat dia mengingat wajah tampan Sean yang sering berseliweran di televisi dan juga berbagai majalah serta slogan-slogan perusahaan. Liu memutar matanya jengah dengan tingkah bodoh suaminya itu, dengan perasaan kesal Liu menyodorkan segelas air putih pada Amos yang langsung diterima oleh Amos dan dalam sekejap air dalam gelas tandas.....


"Pelan-pelan"

__ADS_1


Tegur Liu kembali meraih gelas di tangan suaminya itu, Amos tersenyum pada Liu dan ingin kembali meraih pipinya namun dengan cepat Sean menghempaskan lengan kekar Amos untuk kedua kalinya.


"Sebentar, adik katamu?"


Bingung Amos dengan menatap Bryan dan Liu bergantian, tampang wajah datar mereka terlihat sangat mirip. Liu dan Bryan mengangguk bersamaan yang kembali membuat Amos seketika syok dan langsung menerawang jauh dengan pikirannya.


Qynliu, sosok wanita misterius yang dia nikahi beberapa tahun lalu, yang dia renggut kesuciannya dengan paksa Minggu lalu, dan wanita yang sudah membuatnya hampir gila hanya karna perasaan cinta adalah adik dari seorang Sean, Lowhen Sean Robsont. Pria muda yang memimpin perusahaan nomor satu dunia AN'T Corp, anak dari Bryan Robsont Ant dan juga Anatasya Falda Lowhen pemilik dari perusahaan nomor dua dunia yaitu LOWHEN GROUP.....Apa dia tidak salah dengar, Amos menatap istrinya tidak percaya.


"Iya mereka berdua adalah adik kakak, putra dan putri kami"


Terdengar suara lembut namun berintonasi tegas mencelah dari ambang pintu, Amos langsung mengalihkan perhatiannya. Keterkejutan yang belum berakhir kembali menjadi-jadi, sepasang suami istri paruhbaya tengah berdiri disana dengan bergandengan mesra sambil menatapnya fokus. Warna mata galaxy Anatasya yang membuat Amos terpaku bahkan hanya untuk berbicara.


Warna mata itu bukankah yang menjadi ciri khas sosok Lady penguasaan dunia bawah, Lady yang namanya melegenda bahkan dimuseumkan sebagai wanita berdarah dingin seorang Psychopat yang telah membunuh banyak orang. Jika itu adalah Nyonya Anatasya Mommy dari Qynliu, berarti wanita paruhbaya itu adalah sosok Lady yang selama ini menjadi rahasia Publick, lalu warna mata Liu yang sama, apakah Liu adalah keturunan Lady Anatasya.


Semuanya membuat Amos pusing, kebenaran tentang istrinya yang berasal dari keluarga bukan sembarang, keluarga yang sangat berpengaruh di dunia membuat Amos kembali terbayang akan perilaku buruknya pada Qynliu. Dia memaki bahkan dulu tak segan ringan tangan pada istrinya itu.


Plakkkkk....


Rasa sakit pada tamparan dipipinya membuat Amos seketika membuka mata lebar-lebar sambil memegang pipinya yang terasa panas, dia menatap Liu sang pelaku kekerasan.


"Sayang?"


Guman Amos dengan raut wajah sedih, sebelah tangannya menggenggam tangan Liu meminta pengampunan dan belas kasih, belum apa-apa istrinya itu sudah menganiayanya lebih dulu. Liu melotot marah sambil menghempaskan tangan suaminya.


"Kau ingin pingsan lagi, ckkk jangan menyusahkanku!"

__ADS_1


Kesal Liu membuat Amos mendengus kesal, saat kembali tersadar Amos cepat-cepat bangun dari atas ranjang dan berjalan menuju Bryan dan juga Anatasya melewati Sean dan Liu yang masih berdiri didekat pembaringan.


"Salam Daddy mertua, Mommy mertua. Maafkan aku sudah tidak sopan"


Amos membungkukkan badannya di depan Bryan dan Anatasya, pria itu menunjukkan wajah penuh penyesalan..


"Mertua, apa maksudnya ini?"


Suara Sean meninggi, dia yang masih bingung sedari tadi dikagetkan dengan ucapan Amos memanggil kedua orangtuanya dengan embel-embel mertua. Melihat tatapan sang kakak tidak bersahabat, Liu cepat-cepat berlari mendekat kearah Amos kemudian bersembunyi dibalik punggung suaminya. Anatasya menghela nafas berat kemudian berjalan kearah putranya itu.


"Iya sayang, dia adalah suami adikmu, suami Qynliu"


"Apa?"


"Tidak apa nak, semua sudah terlanjur, bagaimanapun kita harus menerimanya"


"Kurang ajar, no mom, big no. Menikah, apakah itu hal sepele bahkan aku kakaknya tidak mengetahui itu"


Wajah Sean memerah bak tomat matang menahan amarah, dia menatap Liu dengan pandangan mematikan, Liu yang ketakutan terus bersembunyi dibalik punggung suaminya, sedangkan Anatasya dia terus mencoba menenangkan putra kesayangannya itu


"Awas saja aku akan membunuh pria itu, beraninya dia menikahi adikku tanpa meminta izin. Dan kau Liu, kau sudah berani sekarang"


Suasana semakin tegang didalam Markas, terutama kamar utama yang tengah ditempati anggota keluarga yang dilanda emosi, Bryan menjadi panik saat putranya itu akan berjalan mendekat kearah Liu dan juga Amos sambil mengeluarkan pistol dari saku celana belakangnya. Amos juga ikut terkejut, pria itu berbalik dan merengkuh erat tubuh mungil Liu untuk melindunginya dari tembakan.


"Hikss, Hikss Mommy ini sudah tua, apa kalian akan membuat keributan dan membuat mommy mati karna terkena serangan jantung"

__ADS_1


Jurus andalan sang ibu muda pun dia keluarkan, air mata buaya dari mata galaxynya. Terbukti cara itu berhasil, Sean langsung menghentikan langkahnya kemudian mendesah kesal, air mata sang mommy adalah kelemahan terbesar baginya, pria itu melemparkan senjata kesembarang arah dengan kesal kemudian berbalik kearah Anatasya dan menarik wanita paruhbaya itu kedalam pelukannya.


"Maafkan Sean mom, jangan menangis aku mohon"


__ADS_2