
Lexa menatap nyalang suaminya dan juga madu mudanya yang baru pulang kerumah pada sore hari,keduanya masuk bersamaan dan langsung menuju sofa ruang keluarga.......
"Jangan bilang kalau kemarin kau terjebak macet bersama gadis ini?"Tuduh Lexa yang berdiri didepan suaminya,dia menunjuk tepat didepan wajah Liu.....
"Ayo jawab kak Amos"Desak Liu menatap Amos dengan semangat,dia akan kembali menyalakan bara api diantara mereka...Lexa semakin menajamkan matanya pada Liu. Amos menghela nafas....
"Kami terjebak hujan,jadi menginap di apartemen"Jelas Amos dengan singkat....Mata Lexa semakin membola,nafasnya memburu menahan cemburu dan rasa kesal.....
"Kau dasar gadis sialan,pasti kau yang menempel pada suamiku supaya dia membawamu ke apartemen" Tuding Lexa menggebu-gebu.....Amos menggeleng melihat itu,sedangkan Liu semakin membuatnya tersenyum dalam hati.....
"Kak Lexa ingat ya. Kak Amos itu sekarang suamiku juga" Ucap Liu semakin menuangkan minyak.....Lexa mengeram,dia siap mendekat dan akan menonjok Liu namun tangannya ditahan oleh Amos.....
"Lexa tenanglah,apa begini kelakukanmu pada seorang gadis kecil, istriku bukan orang yang kasar"Lexa terdiam mendengar perkataan suaminya itu dia hanya terus menatap Liu yang tengah tersenyum penuh kemenangan......
"Aduhhhh aku lelah sekali,semalam kak Amos tidak membiarkan aku beristirahat" Seru Liu lagi dengan suara dimanja-manjakan,dia beranjak sambil menumpu pinggangnya seolah memang berulah sakit,lalu gadis itu berjalan kearah kamar....
Lexa menatap Amos dengan kejam,dia tidak terima saat mendengar ucapan Liu,dipikirannya adalah suaminya sudah bercinta dengan gadis kecil itu...Amos menggeleng,didalam hati dia terkikik dengan tingkah aneh Liu.....
"Kau melakukan itu dengannya,sedangkan dengan ku?"Tanya Lexa lemah,dia menunjuk dirinya sendiri dan menatap Amos tidak percaya.....
"Kau salah paham Lexa,aku tidak per...."
"Cukup,aku tidak butuh penjelasanmu"Pekik Lexa memotong ucapan suaminya,dia berlari kearah kamar dengan berderai air mata...Amos kembali menggeleng dia bingung harus menjelaskan bagaimana......
******
__ADS_1
Burung berkicau,pagi mulai menghampiri untuk kesekian kali,tak terhitung jumlahnya.....Liu gadis itu sudah siap dengan seragam sekolahnya,tengah memoles wajah dengan make-up tipis,agar terlihat lebih fres......
"Selamat pagi Nyonya kecil"Sapa para pelayan saat melihat Liu yang datang kedapur,semua terpukau dengan kecantikannya untuk kesekian kali,rambutnya yang tergerai,wajah ayunya yang menawan membuat semua merasa takjub.....
"Hemmm"Jawab Liu dengan cuek,semua menganga,sapaan hangat dibalas dengan sapaan tak mengenakkan....
"Ada yang bisa aku kerjakan?"Tanya Liu dengan memegang sebuah spatula penggorengan.....
"Tidak perlu nyonya kecil,nanti baju anda bisa kotor"Tolak Lucy dengan halus. Liu kembali tak menyahut dia malah langsung menyendok kan ikan yang tengah dimasak didalam wajan, memindahkannya kedalam piring.....
Para pelayan hanya bisa menghela nafas melihat itu. Liu benar-benar gadis yang sangat tidak suka basa-basi......
"Apa yang kau lakukan didapur?"Tiba-tiba terdengar suara bariton dari arah belakang....Liu melirik ternyata Amos yang sudah siap dengan jas kantornya tengah duduk dikursi meja makan dan menatap Liu kearah dapur....
"Sudah bangun ternyata" Liu membuatkan secangkir kopi panas,dan meletakkannya didepan pria itu....Amos hanya menatap Liu dengan datar namun didalam hati,dia sangat merasa senang,karna perlakuan Liu yang begitu menghargainya........
"Morning Darl, soryy aku telat bangun"
Cup.....
Tiba-tiba Lexa datang dan langsung mengecup pipi Amos....Pria itu tersenyum...
"Pagi juga Darl"
Cup.....
__ADS_1
Amos membalas tak kalah hangat,dia memberi kecupan manja dipipi Lexa...Wanita itu melirik Liu dengan tatapan mengejek menyatakan kemenangan..
"Sudah baikan ternyata" Batin Liu melihat interaksi keduanya yang kembali akur,oke dia tidak akan patah semangat,dan akan membuat bara api lagi diantara mereka....
Lexa menatap Liu dengan rendah saat melihat gadis itu menyeduhkan makanan kepiring Amos,dia menyamakan kelakuan Liu dengan pelayan,yang melakukan tugasnya dalam mengurus sang tuan rumah...Sedangkan Liu,gadis itu melakukan tugasnya layaknya seorang istri sungguhan,dia belajar dari sang Mommy yang begitu mengagungkan suami dan juga melayani semua kebutuhan suami....
Prankk....
"Aghhhh" Amos memekik,saat tak sengaja gelas kopi tadi tersenggol sikutnya dan membuat kopi itu tumpah mengenai pahanya....Karna kopi Masih panas membuat Amos merasa kesakitan....Para pelayan terkejut, begitunya Lexa dan Qynliu...Lexa dengan cepat beranjak agar dia tidak ikut terkena.....
"Pelayan cepat bersihkan dan ambil kotak obat" Pekik Lexa menatap ngeri kearah suaminya yang tengah mengkipas-kipas pahanya yang terkena kopi panas....
"Biar aku saja" Seru Liu,dengan cepat dia berjongkok dibawah kaki Amos,membuka sedikit tungkai kakinya lalu mengelap bagian celana yang basah menggunakan kain kering....
"Nyonya kotak obatnya"Pelayan Lucy menyerahkan kotak pada Liu...Gadis itu mendongak....
"Tidak perlu,ini hanya terkena air panas,tolong berikan saja aku kompres air dingin ya"Pintu Liu yang masih sibuk dengan paha suaminya....Lucy dengan cepat menyiapkan yang nyonya kecilnya minta.....
Mata Amos fokus menatap Liu,rasa sakitnya sedikit berkurang,untuk kesekian kali,dia selalu merasa tersanjung dan juga takjub dengan perlakukan Liu....Istri yang dia anggap hanya istri kontrak dan gadis kecil,namun begitu menghargai dan juga melayaninya.....
"Apa masih terasa perih?"Tanya Liu mendongak sambil sibuk mengompres paha Amos dari luar....Pria itu menggeleng dengan bodoh,karna fokus menatap benda kenyal merah muda yang beberapa hari pernah dia rasakan,begitu manis dan memabukkan....
"Cihhh kau memang cocok menjadi pelayan"Lexa kembali bersuara setelah terdiam beberapa saat,dengan tidak ada rasa kasihan sama sekali pada Amos,dia mendudukkan kembali tubuhnya pada kursi dan sibuk mengunyah sarapan....
"Aku memang pelayan,pelayan untuk suamiku... Statusku memang seorang istri kontrak,tapi didalam sumpah pernikahan tidak ada kontrak dan juga perjanjian....Disini aku seorang istri,yang sah dimata hukum dan agama,sudah menjadi tugas istri untuk melayani suami....Ibuku selalu memberi tahu,suami adalah orang yang harus kita patuhi dan layani,karna dia adalah kepala keluarga, pemimpin dalam sebuah rumah tangga....Jadi tidak ada salahnya untuk aku berbuat seperti ini,toh sudah menjadi tugasku"
__ADS_1