GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE . 76


__ADS_3

🏫


Liu memasang wajah jengah, menatap sosok pria tampan dengan mata birunya yang terlihat salah tingkah. Pria bernama Karim Abdullah yang sejak beberapa waktu lalu selalu menguntit dan membuat Liu merasa tidak nyaman dengan tingkah Karim yang selalu mencoba mencari perhatiannya.


Saat Liu hendak keluar dari toilet wanita, hampir saja gadis cantik itu terhuyung kebelakang karna kaget, sosok Karim sudah berdiri diambang pintu posisi membelakangi pintu, Liu mengerjit aneh sekaligus bosan karna terus-menerus diganggu oleh Karim.


"Sebenarnya apa yang kau inginkan, Karim?"


Karim tersenyum rekah, dadanya berdegup kencang untuk kali pertama gadis yang begitu dia kagumi secara langsung menyebut namanya dengan bibir merah muda itu, Liu semakin dibuat jengah dengan tingkah Karim.


"Eitsss, tunggu dulu!"


Dengan cepat Karim menahan pergelangan tangan Liu saat gadis itu ingin beranjak meninggalkannya. Liu berbalik kemudian menatap Karim dan pergelangan tangannya yang masih digenggam erat oleh tangan pria itu. Karim menyengir kuda dan melepaskan tautannya.


"Apa kau punya waktu sedikit, aku rasa kita perlu mengobrol, jika dilihat-lihat wajahmu itu adalah tipeku dan sangat cocok denganku"


Karim mengucapkan kalimat asal membuat Liu mengerjit tak suka, sangking gugupnya berada didekat gadis yang dia sukai pada pandangan pertama sukses membuat seorang Tuan Muda Karim yang berasal dari negara tanah suci menjadi salah tingkah.


"Ckkkk"


"Ahhhkkk"


Hampir saja Liu terjatuh kedepan saat dia ingin meninggalkan Karim, pria itu justru menariknya dengan sedikit kuat membuat Liu menjerit kaget karna hampir terhuyung kedepan, dan wajah cantiknya akan terbentur lantai. Tapi sebuah keberuntungan memihak, Karim dengan gerakan seribu bayangan bergerak cepat menangkap Liu, membuat keduanya jatuh bersamaan namun badan mungil Liu terlindungi oleh badan kekar Karim. Pria itu terjatuh dengan posisi Liu berada diatasnya.


Mata Liu membelalak menatap Karim nyalang, siap untuk menumpahkan rasa marah dan kesal, saat tangan Liu ingin bergerak memberikan bogeman pada wajah tampan Karim.


"Dasar anak muda, kalian berbuat mesum ditoilet umum, dan ahhh, kau Qynliu sudah telat masuk dalam materiku hari ini. Maka kau akan aku beri tugas tambahan!"


Tiba-tiba sosok pria paruhbaya yang memakai kacamata dan tongkat kecil ditangannya masuk kedalam toilet dan menemukan keduanya dalam posisi seintim itu, dia adalah salah satu Dosen yang mengajar diruangan Liu, dia menggelengkan kepala sambil menatap mereka tak percaya.


Qynliu hanya diam, rasanya muak untuk hanya membuka mulut, entah kesialan apa lagi yang akan terjadi seharian ini, dia berdiri dari posisinya disusul oleh Karim. Mereka menatap Dosen itu dengan cuek.


"Aku ingin kau mengerjakan materi yang tadi aku sampaikan dikelasmu, tapi aku menginginkan dua rangkap materi. Kerjakan itu bersama priamu ini, setidaknya kalian punya waktu berduaan bukan, hey ayolah aku dosen terbaik disini"

__ADS_1


Dosen paruhbaya itu menggoda keduanya, bahkan dengan berani dia mencolek pinggang Karim dan mengerlingkan mata pada pria tampan itu, Liu mendengus kesal, bagaimanapun dia harus tetap menghargai sosok guru yang sudah memberinya ilmu.


"Dan satu lagi, aku ingin dokumentasi saat kau mengerjakannya bersama pria ini"


Sambung sang Dosen sebelum dia berlalu, untuk terakhir kali dia kembali mengedipkan mata pada keduanya membuat Liu menatapnya cengo. Kemudian pandangan Liu jatuh pada Karim yang terlihat mengulum senyum karna merasa senang mempunyai kesempatan berduaan saja dengan Liu. Liu berlalu dari toilet itu, masih dengan menatap sinis sosok Karim.


"Hotel utama AN'T Corp, kamar VVIP nomor 03"


Teriak Karim sebelum Liu benar-benar berlalu, Karim melompat kegirangan tidak bisa membayangkan betapa menyenangkannya nanti saat mereka akan berduaan dikamarnya. Sejenak Karim mengatur pernapasan agar tidak terlalu girang, dia pun bergegas menuju kelas lalu langsung kembali pulang kehotel. Karim akan mempersiapkan jamuan untuk kedatangan Liu, dia akan melakukan sedikit persiapan agar Liu terkesan nantinya.


######


Malam pun tiba.



Dengan Outfit sexsi namun elegant yang semakin menunjang kharisma kecantikan dari Liu, kulit beningnya yang teramat bersih tanpa noda serta tubuh molek bak gitar spanyol. Gadis itu menghela nafas, dia mulai menepakkan kakinya masuk kedalam hotel milik keluarganya sendiri yang Karim menginap didalam salah satu kamar.


Arah pandangan orang-orang mulai tertuju padanya yang hanya memasang tampang datar, Liu bersikap acuh tak acuh, orang-orang terus mengagumi kecantikan dan tubuh sempurnanya. Liu terus berjalan hingga masuk daerah ruangan VVIP.


Akhirnya kamar yang dicarinya sudah ketemu, untuk kesekian kalinya Liu menghela nafas sebelum memencet bel kamar 03 yang ditempati Karim. Seperti ucapan Dosen itu, Liu benar-benar pergi walau tuduhan yang diberikan sang Dosen salah besar. Namun itu adalah salah satu sikap menghargai dari Liu.


Pintu terbuka, sosok Karim memberikan senyuman khasnya pada Liu yang selalu tanpa ekspresi, Karim terlihat keren dan lebih macho. Hanya mengenakan kaos rumahan dan celana selutut, rambutnya basah dan acak-acakan wangi shampo juga menyeruak dari rambut hitamnya.


"Ayo Masuk"


Ajak Karim, Liu berjalan melewati Karim dan masuk kedalam kamar itu, tanpa diminta oleh situan rumah, Liu langsung menjatuhkan bobot tubuhnya pada sebuah sofa berukuran besar yang menghadap pada jendela kaca lebar. Tanpa basa-basi dan berlama-lama langsung saja Liu mengeluarkan beberapa buku dari dalam tas kecilnya tak lupa sebuah laptop mungil berwarna pink, Liu terlihat lebih feminim dari biasanya.


Karim ikut terduduk disofa tepatnya disamping Liu, entah kenapa suasana menjadi canggung bagi Karim, perlahan tangan Karin mengambil sebuah buku lalu membaca beberapa lembar awal, sedangkan gadis itu sendiri sudah disibukkan dengan tugasnya tanpa sepatah katapun.


Amos keluar dari kamarnya sudah dengan baju casual santai, wajah pria itu terlihat lebih pucat semenjak pertemuan mengenaskannya dengan sang istri tercinta. Pandangan mata Amos semakin redup, tak ada lagi tanda-tanda kehidupan disana. Para bodyguard yang berdiri diambang pintu memberi salam hormat kepada Amos.


"Maaf Tuan Muda, Tuan Gal memerintahkan agar kami melarang anda keluar dan memperingati anda untuk beristirahat karna keadaan anda belum pulih"

__ADS_1


"Ckkk, tetaplah disini aku hanya akan keluar sebentar"


Para bodyguard itu hanya mampu mengangguk takut, keadan Amos benar-benar tidak baik, pikirannya kacau dia butuh teman untuk bercerita dan meluapkan kekesalan hatinya. Teringat akan sosok seorang pria yang pernah menabraknya kala itu saat dia yang pertama kali datang kehotel ini membuat Amos memliki ide untuk menemui pria itu. Sepertinya jika dilihat-lihat pria itu sopan dan bisa diajak mengobrol. Amos pun memutuskan akan pergi menemuinya.


Setelah lama mengingat nama dari pria itu dan nomor kamar yang ditempatinya akhirnya Amos berhasil mengingatnya.


"Karim Abdullah, kamar VVIP nomor 03"


Guman Amos yang mengingat perkenalkan diri pria itu, diapun berjalan sambil mencari-cari nomor 03 yang tertempel diatas pintu yang terbuat dari besi keras berharga fantastis.


Setelah menemukan kamar itu, Amos menekan bel beberapa kali hingga sosok yang dicari muncul dan membukakan pintu, Karim mengerjit melihat Amos yang belum sempat berkenalan dengannya.


"Astaga maafkan aku tuan, anda yang waktu itu tidak sengaja aku tabrak"


Karim menyapa dengan sedikit membungkukkan badan, dibalas Amos dengan wajah datar, entah sudah menjadi kebiasaan atau apa. Namun, Amos sama sekali tidak memiliki sopan santun dan juga selalu bersikap dingin, walaupun dia begitu membutuhkan jasa orang lain.


"Hem, ayo masuk tuan. Aku juga memiliki tamu di dalam"


Ajak Karim yang merasa canggung dan bingung dengan sikap dingin Amos, kenapa rasanya Karim dikelilingi oleh orang-orang aneh ya?. Amos menganguk kemudian mulai masuk kedalam kamar itu mengekori Karim.


_________


Bersambung


Pasti penasaran kan gmna selanjutnya, part ini lumayan panjang ya spesial tahun baru dari author........


Btw untuk projects Novel baru author tentang Mafia Cewek itu, Author masih belum nentuin judul apa yang dibawa ya, soalnya masih nunggu komenan ramai dari kalian para Readers tercinta......


Eh Author juga ada kejutan nih, untuk nama-nama tokoh pemain dalam Novel Mafia selanjutnya, othor bakal ambil nama dari para Reader tercinta yang terpilihhhhh, seru pasti ya kalo baca Novel terus nama pemerannya itu sama banget kaya nama kalian......


Ayo komen sebaik dan sebagus mungkin, terus kasih ulasan dari karya othor Natasya yang uda pernah kalian baca. Komen yang banyak dan sekreatif mungkin, bebassss mau komen apa dan sertakan nama panjang kalian ya Readersssss....


Makasih semua salam hangat dari Author Natasya....

__ADS_1


Happy New Year 2022 Reader, semoga yang dicita-citakan terkabul dan kalian semua sehat selalu, makasih uda nemanin aku berjuang dan berhalu memikirkan alur Novel yang seru.....Sekali lagi Happy New Yearrrrrr


(Eh bela2in nulis sampe begadang biar bisa ucapin tahun baruan buat Readers, othor sedih kalo ga ada yang komen🥺🥺🤭) Batin Othor Jomblo jiaaaahkk slebewwwww


__ADS_2