
Mata mereka membulat,melihat hal yang sangat mengejutkan,terutama Liu dia terheran-heran ada apa yang terjadi dengan pria itu. Keduanya beranjak cepat kearah asal suara.
Pria itu terlihat sangat sekarat,wajahnya penuh luka lebam,dan sobekan karna tinjuan,wajahnya sudah dipenuhi darah segar,dia terus menekan perutnya seolah disana titik rasa sakit terbesar.
"Key,Keyndra apa yang terjadi" Suara Amos tercekat melihat adik semata wayangnya dengan keadaan seperti itu,dia meraih tubuh Keyndra mengusap darah dengan bajunya......
"Di-dia lagi" Jawab Keyndra dengan lirih,rahang Amos mengeras,matanya memerah,aliran darah kemarahan langsung menerjang ubun-ubunnya,tangannya terkepal kuat hingga buku-buku tangan terlihat memerah.
Prok.... prok.....
"Hahahah,itulah akibatnya jika bermain-main denganku" Amos dan Liu bersamaan menatap keasal suara. Mata Liu mengerjit bingung dan terkejut seketika,aneh,satu kata dalam benak Liu. Berbeda dengan Amos dia memandang wanita paruhbaya itu dengan amarah yang memuncak.
"Dasar sialan,kau apakan adikku ha?"Teriak Amos berjalan cepat kearah wanita itu,yang tak lain adalah Sima,ibunya.
__ADS_1
Plakkk...
"Wanita sialan" Bentak Amos lagi bahkan dengan tidak sopan dan sangat kurang ajar,dia melaynagkan tangan kepipi tebal Sima. Wanita itu menahan sakit dia meringis kecil kemudian tersenyum miring kearah Amos.
"Hey putraku,sopan sedikit dengan Mommy" Seru Sima dengan suara terkesan meledek,Amos semakin dibuat buta akan amarah,dia menarik kasar rambut Sima,hinnga wanita itu meringis sakit minta dilepaskan.
Liu membelalak,antara bingung dan juga kesal dengan kekasaran Amos,biar bagaimanapun Sima adalah Ibunya Amos,jadi tidak pantas seorang anak memperlakukan ibunya seperti itu.Liu berjalan cepat,berusaha melepaskan tangan suaminya dari rambut sang ibu mertua.
"Kak lepaskan,jangan seperti ini, bagaimanapun dia ibumu" Pekik Liu masih berusaha melepaskan lengan kekar Amos. Pria itu memandang Liu tajam,kemudian kearah ibunya.
"Oke tenanglah,kita lupakan Mommymu,sekarang kita obati Keyndra dulu ya" Liu merengkuh tubuh Amos memberi pria itu kekuatan,dengan sayang dia mengelus punggung suaminya. Badan Amos bergetar,dia menenggelamkan wajahnya diceruk Liu,perlahan kemarahannya mulai terkontrol,nafasnya mulai kembali teratur dibantu usapan lembut dari tangan mungil Liu.
"Baiklah" Jawab Amos lemah,wajahnya tampak senduh,banyak kesedihan yang terpendam disana,namun terus sekati oleh sifat arogant dan wajah datarnya. Pandangan Liu ikut menghangat,dia menjadi iba pada suaminya,namun juga bingung ada apa dengan ibu dan anak ini,kenapa hubungan mereka sangat buruk.
__ADS_1
Amos membopong sang adik menuju kamar Keyndra,meletakkannya perlahan dipembaringan,Liu yang sedari tadi mengekor dengan cepat membuka sepatu sekolah yang masih terpasang dikaki Keyndra,melepaskan dasi dan rompi adik iparnya.....
"Lukanya lumayan dalam,tapi tidak terlalu berbahaya,sebab luka luar lebih banyak dari pada luka dalam" Celetuk Liu selesai melihat beberapa luka diwajah serta perut Keyndra.
Amos hanya mampu terdiam,menatap sang adik yang sudah tak sadarkan diri, berkali-kali dia menghembuskan nafas kasar dan mengacak rambutnya Frustasi.......
"Sudah tenanglah,minum ini dulu ya,biar aku yang mengurus Keyndra" Liu dengan sabar mengusap lengan Amos,memberikan pria itu segelas air,menyeka beberapa butir keringat dikening Amos. Amos menatap istrinya tak berkedip,suara dan perhatian Liu mampu membuat hatinya luluh dan berirama dengan tak teratur,dia mengangguk patuh mendudukkan diri disofa yang tak jauh dari pembaringan. Mempercayakan sang adik pada Liu,membiarkan gadis itu bolak-balik didepannya untuk mengobati Keyndra.....
"Selesai" Guman Liu tersenyum senang,luka ditubuh Keyndra sudah lumayan membaik dan juga sudah diberikan obat-obatan terbaik oleh Liu,setelah membasuh sedikit badannya dengan air hangat dia menutupi tubuh Keyndra dengan selimut dan membiarkan pria itu beristirahat,setelah dicek Keyndra hanya pingsan karna merasa syok dengan kejadian ini. Mata Liu melirik kearah sofa dia tersenyum melihat Amos yang juga menatapnya dengan nanar,sesercah senyuman tipis tulus terbit dibibir Sexsi Amos.....
"Ingin minum kopi lagi?"Tanya Liu lembut mendudukkan bokong tepat disamping suaminya,Amos menggeleng lemah,dia memijat-mijat keningnya.
"Biar aku saja" Liu berinisiatif,dia menyentuh kening Amos dengan tangan mungilnya, memijat kecil dengan kulit hangatnya. Nafas Amos semakin teratur dia sudah kembali bisa mengatur emosinya...
__ADS_1
"Eh."
Kaget Liu saat tiba-tiba Amos menerjangnya dengan pelukan yang erat,pria itu menenggelamkan wajah didada Liu yang empuk,membuat sang empu risih,namun saat merasakan tubuh suaminya yang bergetar diapun membiarkan