GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE . 85


__ADS_3

"Hello, Lihat siapa yang aku temui!"


"Lexa!"


"Ya, aku Lexa, aku kembali"


Seoarang Wanita yang tidak asing, terlihat lebih dewasa dari sebelumnya tiba-tiba datang dengan wajah sinis menemui sepasang suami istri yang tengah bersantai di Taman.


Tampilan Lexa terlihat sangat menantang, dengan Dres terbuka di bagian dada bahkan hampir memamerkan seluruh aset nya itu, dengan Dres pas body berwarna Gold yang terlihat sangat mencolok, sebuah tas kecil yang bertengger di bahunya dan juga high heels tinggi semakin menunjang penampilan dewasanya.


Amos tampak kaget dengan kehadiran mantan istrinya itu yang sudah lama menghilang sejak keputusan perceraian mereka di pengadilan, Pria itu bahkan berdiri dari duduknya sambil menatap Lexa nyalang. Amos takut kehadiran wanita ini akan menggangu rencananya untuk mengambil hati wanita yang teramat dia cintai.


"Qynliu, ternyata kalian kembali bersama"


Prok prok prok....


Lexa menggeleng sambil bertepuk tangan menatap keduanya remeh, wajah Amos terlihat kesal tapi dia tidak ingin mengeluarkan amarah yang nanti justru membuat Liu semakin tidak nyaman. Sedangkan Liu, gadis itu masih terlihat santai dan biasa saja.


Dia tidak beranjak dari duduknya hanya memandang Lexa dari atas sampai bawah, dandanan menor Lexa membuat Liu rasanya muak berlama-lama memandang wanita rubah itu. Liu memandang saat Lexa mencoba memberi rayuan pada suaminya, bahkan wanita itu jauh lebih nekat dengan memegang tangan Amos didepannya, tapi Amos sigap dan langsung menghempaskan kasar tangan Lexa.


"Pergilah Lexa, aku tidak ingin melihat wajahmu!"


Suruh Amos dengan ketus, dia kembali duduk di sisi Liu dan merangkul mesra pinggang istrinya, raut muka Lexa terlihat murka namun tetap bersikap anggun didepan mantan suaminya itu.


"Kalian tidak ada hak mengusirku, ini wilayah untuk umum"


Jawab Lexa tak kalah ketus, Liu menghela nafas kesal, muak sekali dengan tingkah wanita rubah satu ini yang tidak pernah berubah, sejenak emosi Liu kian terpancing ingin berdiri dan memberikan pelajaran pada Lexa. Namun terhenti kala seorang pria parubayah bertubuh gempal terlihat datang menghampiri mereka.

__ADS_1


"Honey, why are you here?"


Pria itu tanpa aba-aba langsung merengkuh mesra pinggang ramping Lexa, bahkan pria botak gempal itu dengan berani memberikan kecupan hangat di bibir wanitanya. Raut wajah Lexa semakin terlihat arogant, dia menggandeng lengan pria itu dan memberikan tatapan mengejek pada Liu.


"Kau itu jangan berpikir bisa mengalahkanku, kau lihat siapa yang bersamaku, dia ini kekasihku, pemilik perusahaan agensi nomor satu di negara XXX"


Sombong Lexa, Liu tak menggubris, dia justru dibuat ingin mual melihat tatapan pria gempal itu kepadanya yang tampak seperti singa lapar dan begitu bergairah melihat Liu.


"Lexa pergilah, kau jangan mengangu kami!"


Usir Amos untuk kedua kalinya, dia kembali berdiri dan menggandeng tangan sang istri menunjukkan kemesraan mereka didepan kedua orang ini.


"Jaga ucapanmu Tuan, kalian jangan berkata kasar kepada kekasihku atau kalian akan dalam bahaya"


Ancamnya dengan wajah meremehkan Amos dan juga Qynliu, Lexa semakin dibuat melayang mendengar itu, semakin menunjukkan wajah berkuasa dan penuh kemenangan. Liu masih mempertahankan diamnya dan hanya memandang mereka, banyak orang-orang yang menatap kearah kedua pasangan yang tengah beradu argumentasi ini, dan itu membuat sedikitnya Liu tidak nyaman.


"Of Course Honey, bahkan aku juga bisa membelinya"


Jawab Pria itu enteng, dia semakin menatap Liu dengan mesum, memandang daerah intim Liu dengan tatapan lapar, emosi Liu kian terpancing saat tangan pria itu dengan sengaja meraba tangannya diam-diam.


Plakkkkk


Brughhhhh


"Honey!!!"


Tanpa basa-basi Liu melayangkan tamparan keras kekepala botak pria itu membuat kepalanya terpaling kebelakang, kemudian Liu menendang kuat punggung berlemaknya hingga pria itu terhuyung kedepan dan terjatuh telungkup ke tanah, hal itu membuat Lexa terkejut panik dan berteriak memanggil kekasihnya kemudian membantu pria itu berdiri.

__ADS_1


Amos menganga tidak percaya dengan tindakan agresif sang istri yang seperti singa betina, gadis itu layaknya seorang penggulat yang tidak bisa disinggung sedikitpun. Orang-orang ikut terkejut melihat aksinya mereka menatap Liu aneh dan ada juga yang menertawakan keadaan pria gempal itu.


Pria itu berdiri dengan wajah murka, jas berkilat yang dia kenakan sudah kotor dengan noda tanah, wajahnya tampak menghitam karna tertutup oleh tanah yang menempel, Lexa sibuk mengibas sedikit jas pria itu guna menghilangkan kotoran yang menempel. Pria itu berjalan kedepan Liu dengan mata melotot marah.


"Kau!!"


Brughhhhh


"Akhhhhhh"


"Beraninya kau menunjuk istriku!"


Kembali Amos pula yang melayangkan bogeman mentah pada wajah pria itu membuat Lexa kembali memekik kaget dengan aksi sepasang suami istri itu, Amos tidak terima saat jari telunjuk pria tadi berada tepat didepan wajah istrinya. Langsung saja Amos meraih tangan Liu dan menggenggamnya erat.


"Sayang, ayo pulang!"


Ajak Amos namun terdengar seperti nada perintah, dia menarik tangan Liu menjauh dari Lexa dan pria tadi yang masih mencoba bangun, Liu hanya mampu diam dan mengikuti jejak kaki suaminya.


"Dasar pasangan gila, awas saja kalian aku akan memberi kalian perhitungan argggggghhhh"


Teriak pria itu murka saat melihat mereka yang sudah menjauh, Liu dan Amos kembali masuk kedalam mobil, kemudian mobil mereka mulai melesat membelah jalan menuju apartemen, didalam mobil sama sekali tidak ada percakapan, Amos masih membayangkan bagaimana gerakan Liu menendang pria tadi yang terlihat sangat cepat dan juga berirama.


Tendangan Liu bukan tendangan biasa, namun tendangan seseorang yang paham akan beladiri, bahkan gerakan gadis itu tadi penuh dengan perhitungan, Amos semakin bertanya-tanya siapa Liu sebenarnya. Sudah cukup seperti diawal, kali ini Amos tidak akan meremehkan masalah dari mana Liu berasal.


_____________________


Bersambung......

__ADS_1


Next Part Besok yahhhhh!!!!!!!


__ADS_2