
"Good Morning Mommy"
"Good Morning Princess"
Ibu dan anak itu sibuk melempar sapa hangat dan ciuman pada pipi masing-masing. Kemudian keduanya bercanda dengan ria melepaskan rasa rindu yang tergabung selama beberapa waktu ini.
"Ehem Mommy, Baby"
Deheman tak bersahabat terdengar dari arah belakang. Keduanya berbalik bersamaan melihat siapa gerangan pemilik suara bariton itu.
"Good Morning Prince"
Kedua wanita cantik berbeda generasi itu menyapa sang pria dengan hangat.
Cup ....
Cup....
Dua ciuman bersamaan melayang di kedua pipinya, membuat si Pria tampan tersenyum senang.
"Morning"
Cup
Cup
Tak kalah hangat, dia membalas hal serupa dengan senyuman di kening mereka bergantian.....
"Apa Daddy yang tampan ini sudah di lupakan?"
Suara Bryan yang baru muncul ikut mengagetkan, pria parubayah yang masih tampan itu memasang wajah merajuk. Ketiganya tertawa mengejek kemudian mendekat kearah Bryan.
"Morning Daddy yang tampan"
Cup
Cup
Cup
__ADS_1
Kecupan berturut-turut mendarat memenuhi wajah Bryan, pria parubayah itu terkekeh lucu dibuatnya. Kemudian dia menggiring kedua anak dan istri cantiknya untuk duduk dimeja makan, menyantap sarapan bersama-sama.
"Bagaimana selama disana, apa sesuai keinginanmu?"
Sang Mommy Anatasya buka suara di tengah kunyahannya, dia menatap putri tercinta dengan penuh kasih sayang. Liu menjadi gugup seketika, terlihat jelas dari ekpresi wajahnya. Anatasya mengerjit kening merasa heran.
"Apa terjadi sesuatu?"
Selidik Bryan yang cepat langsung menangkap gelagat aneh Qynliu. Memang jika di hadapan kedua orangtuanya Liu hanya seorang bayi kecil yang tidak bisa berbohong.
"Ti-tidak aku hanya sudah kenyang, emmmh semua sesuai keinginan tidak ada masalah"
Jawab Liu namun tidak berani melihat mata Bryan dan Anatasya. Keduanya mengangguk dan melanjutkan kunyahannya. Hingga selesai sarapan barulah keluarga kecil itu kembali pada kesibukannya masing-masing.
Liu terduduk di ruang keluarga, memandang keadaan Mansion yang sudah lama dia tinggalkan pandangannya jatuh kearah depan dimana sang Daddy dan kakak tercinta tengah berdiri rapi layaknya anak TK.
Liu terkekeh, Bryan dan Sean tengah menunggu Anatasya yang akan memasangkan dasi dikera baju keduanya. Pagi-pagi seperti ini Anatasya memang sangat disibukkan dengan urusan seisi rumah.
"Mommy cepatlah Sean bisa terlambat"
Rengek Sean merasa kesal karna Bryan yang berlama-lama dengan menggandeng mesra pinggang ramping sang Mommy. Bryan tertawa keras melihat wajah masam putranya. Anatasya menggeleng Daddy dan anak ini memang tidak pernah akur.
"Nah sudah selesai"
Celetuk Anatasya senang melihat kedua pria berbeda generasi itu sudah siap dengan jas yang membalut tubuh indahnya. Dasi yang tertata rapi, sepatu berkilau berwarna selaras dengan pakaian yang di kenakan. Aura ketampanan para pemimpin TZX ini semakin semerbak.
"Kami pamit"
Pekik Bryan dan Sean secara bersamaan, berjalan dengan gaya sok Cool menuju pintu utama Mansion. Terdengar tawa para pelayan menyaksikan tingkah unik tuan mereka. Qynliu menggeleng, Daddy dan kakaknya memang tidak beres.
"Ayo Tuah Putri, waktunya mandi"
Anatasya mengiring putri tercinta menuju kamar. Qynliu masih belum beres, dia sengaja tidak mandi sedari tadi karna menunggu diurus langsung dengan tangan lembut sang Mommy, sudah lama sekali sejak saat itu.
*******
"Mommy bagaimana keadaan markas?"
Qynliu menatap Mommynya yang sibuk dengan kemudi setir, tangan Anatasya masih sangat lihai mengambil alih kendaraan. Keduanya tengah berada di mobil akan menuju ke Markas TZX.
__ADS_1
"Semuanya baik, tapi beberapa hari belakangan ada seorang Mafiso yang ketahuan sebagai mata-mata"
Jelas Anatasya, sejenak dia menatap lembut wajah putrinya yang begitu cantik jiplak dia dan Bryan.
"Eror Squad"
Seru Qynliu yang membuat Anatasya mengerjit bingung. Tapi sedetik kemudian wanita paruhbaya itu mengangguk seolah mengerti.
"Mommy sudah tahu, dia adalah keturunan Amius"
"Iya Mom Liu juga baru tahu, sepertinya mereka masih sangat dendam"
"Bukan masalah, biarkan tikus nakal itu bekerja. Dan putriku yang cantik seperti ular berbisa ini, akan mengambil alih dengan mematuk mereka"
Senyum Smirk licik terukir dibibir Ibu Muda, pandangannya penuh akan misteri, kejahatan dan kebencian. Memang siapa yang bisa mengalahkan seorang penguasa dunia bawah, tentu tidak ada.( Kecuali Bryan ) 😑ðŸ¤
Liu ikut tersenyum aneh, Anatasya sudah memberi izin dan kode agar Liu yang mengambil alih dalam memberantas Agio, sudah ada peluang, setidaknya pelampiasan akan hubungannya dengan Amos.
Tiga puluh menit menghabiskan waktu diperjalanan dengan canda dan tawa, serta obrolan-obrolan hangat ala Ibu dan Anak. Akhirnya keduanya sampai juga di parkiran markas TZX.
Para Mafiso berlari kesana-kemari saat sang Ratu dan Putrinya datang berkunjung, mereka berbaris rapi menyambut kedatangan Princess Qynliu yang baru pulang dari pertulangannya mencari jati diri.
"Selamat datang kembali Princess"
Para Mafiso petinggi itu memberi ucapan dan membungkukkan badan bersamaan sebagai tanda penghormatan. Bukan hanya para Mafiso, tapi juga keempat sahabat Liu ikut bergabung dalam penyambutan sang putri mahkota.
"Terimakasih"
Jawab Liu cuek, semuanya hanya bisa menelan ludah kasar akan tingkah acuh tak acuh Liu. Bahkan sikap dinginnya tidak ada beda sama sekali dengan sang Daddy Bryan. Anatasya menggeleng dengan kelakuan anaknya......
"Berkumpul diruang rapat untuk Mafiso Devisi mata-mata, aku ingin mendengar hasil kerja kalian kemarin"
Ucap Anatasya dengan dingin. Kemudian mulai melangkah memasuki kedalam Markas. Beberapa dari Mafiso langsung berjalan dan mengikuti langkah sang Lady. Begitupulah Qynliu dan keempat sahabatnya merasa penasaran dengan pembahasan Devisi Mata-mata....
__________
Jangan ada yang bilang tanggung lagi ya Guys, Author sedih nih, padahal uda nyempetin waktu update setiap hari, masih aja dikata kurang. Nulis itu cape banget, bisa berjam2 cuma untuk 1 part. Jadi maklumi ya, lebih2 masih skolah
@tsa_fld
__ADS_1