
"Eh Amos"Guman Liu terkaget saat menyadari bahwa dia melupakan seorang pria pemarah itu. Liu baru ingat kalau dia sudah punya suami,dan parahnya lagi dia baru ingat bahwa semalam dia tidak pulang kerumah neraka itu. Sudah dipastikan Amos tengah marah besar,eh tapi tidak mungkin,pria itukan tidak perduli sama sekali dengan Liu memang apa tujuannya peduli dengan Liu,sedangkan dia memiliki Istri. Begitukan?
Tapi kalau boleh jujur hati kecil Liu sebenarnya sudah menyematkan nama Amos didalamnya, karna hanya merasa tertantang malah membuat nama pria itu mengenang. Liu cukup sadar,dia kalah dengan perasaan berkali-kali hatinya terasa berdenyut hanya karna perlakuan kasar Amos dan juga rasa tak suka saat pria itu bersama Lexa. Bisa dikatakan Liu itu bodoh dengan hati,dia tidak pandai menempatkan dimana dia harus singgah.......
Intinya nama Amos sudah mulai membengkak direlung Liu,perlahan mencari celah diantara nama Nick mantan kekasih yang sudah berpulang. Berkali-kali Liu mencoba menyingkirkan nama Amos namun tetap tidak bisa,dia akui dia kalah talak.
*********
Liu terkekeh melihat berita ditelevisi yang tengah menyiarkan berita siaran langsung pertemuan seorang pengusaha sukses dunia dengan beberapa pengusaha dinegera ini yang diselenggarakan secara terbuka disebuah restoran hotel nomor satu dinegara ini. Lexa yang berada disamping Liu menatap aneh madunya itu.
"He gadis miskin apa yang lucu?"Tanya Lexa dengan jengah menatap Liu,gadis itu tak menggubris. Lexa mendengus kesal kemudian menatap kearah Mommynya dan mommy mertuanya yang berada disampingnya tengah sibuk bercerita memamerkan perhiasan terbaru.
"Sudah tampan,kaya,tubuh indah,dan sangat sukses kurang apa pria itu. Dibandingkan Amos,cih impoten" Guman Lexa pelan,tapi jangan salah telinga tajam Liu dapat menangkapnya,dia menatap Lexa dengan ekor mata.
"Impoten?"Batin Liu mengulang ucapan Lexa,yang dimaksud Impoten itu apakah Amos,tapi rasanya tidak mungkin,bukankah pria itu sangat mesum dan genit selalu menggoda dan melecehkan Liu.....
"Gadis miskin tolong buatkan aku minum,aku haus sekali" Panggil Ibunya Lexa melambai pada Liu,gadis itu mengangkat alisnya bingung.
"Cih sikaya yang bergantung pada simiskin"Balas Liu mencibir,wanita paruhbaya itu membelalakkan mata tidak terima dengan jawaban Liu,dia berjalan mendekat berdiri tepat didepan madu putrinya.
__ADS_1
"He gadis sialan,kau itu sudah miskin,dan menumpang hidup dirumah anak dan menantuku tidak usah berlagak sok berkuasa,disini kau hanya seorang Upik abu" Pekik Ibunya Lexa didepan wajah Liu,dia menunjuk-nunjuk wajah gadis itu. Liu hanya cuek bebek memasukkan cemilan kedalam mulutnya. Hal itu justru memancing kemarahan Lexa dan ibunya Amos yang merasa tingkah Liu sudah berlebihan.
"Kau kurang ajar,jika Ibuku berbicara kau itu harus sopan" Bentak Lexa pula ikut-ikutan didepan wajah Liu.
"Sadar diri,jika bukan karna putraku mana mungkin kau bisa hidup enak seperti ini" Bentak Ibunya Amos,ketiga wanita itu berdiri didepan Liu menatap Liu penuh kebencian. Liu tetap diam,membuat mereka semakin dilanda amarah.
"Ckkk tidak punya sopan santun,pantas saja pasti dia tidak dididik oleh orangtuanya buktinya dia tidak punya keluarga tidak jelas asal-usulnya,pasti anak panti asuhan hasil hubungan gelap" Sentak Ibunya Amos memberi tatapan mengejek. Lexa tertawa menghina diikuti ibunya.
"Benar Mom,dia ini tidak punya orang tua, sekalipun ada pasti sama bodohnya dengan gadis murahan ini"Lexa kembali bersuara. Amarah Liu kian terpancing,jika sudah menyangkut orangtua itu urusannya sudah berbeda. Liu beranjak berdiri menatap mereka balik dengan sorot mata tajamnya membuat ketiga wanita itu diam membatu merasakan aura mematikan dari gadis yang mereka hina.
"Silahkan hina aku,tapi tidak orangtuaku,kalian tidak tahu apa-apa tentangku" Suara Liu sangat dingin...Entah keberanian dari mana Lexa mengangkat kepalanya menatap Liu dengan menantang.
"Sombong sekali kau,hanya gadis miskin yang mencoba merusak rumah tangga orang lain. Aku yakin ibumu pasti orang yang tidak benar"
Plak...
Plak....
Plak....
__ADS_1
"Arggggggg" Jerik ketiga orang itu bersamaan saat Liu dengan kerasnya melayangkan tangan dipipi mereka bergantian.
Bughhhh....
Bughhhh....
Bughhhh.....
"Akhhhhh"
"Arggggg sakiiiit"
"Berhenti"
Ketiganya kembali menjerit,suasana menjadi gaduh. Liu menghajar mereka dengan berutal,menendang dan menonjok hingga memear tertinggal ditubuh ketiga wanita itu,para pelayan sudah berkumpul tidak berani menghentikan Liu karna melihat kekasaran wanita muda itu....Ketiga wanita itu sangat lemah,padahal Liu memukul mereka dengan tenaga ringan dia bahkan belum mengeluarkan separuh dari kekuatannya......
"Qynliu" Bentak Amos dari ujung pintu,dia yang baru pulang dari meeteng itu bersama Sean karna ikut bergabung menjadi salah satu partner kerja,dikejutkan dengan pemandangan yang membuat jantungan. Ibu mertua,ibu serta istrinya sudah terkapar dilantai dengan Qynliu yang terus menendang mereka kasar. Amos cukup terkejut,seketika darah mendidih keubun-ubunnya,emosi meledak seketika,melihat itu,ditambah pristiwa semalam dimana Liu tidak pulang dan keluar tanpa seizinnya. Dengan langkah lebarnya dia berjalan kearah Liu,menarik tangan mungil itu dengan sekali hentakan membuat keduanya bertatapan........
_____________
__ADS_1
Bersambung......
Kira-kira Amos bakal ngapain Liu ya guys