GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE. 43


__ADS_3

"Sudah?,aku rasa sudah,sekarang giliranku yang berbicara,dengarkan baik-baik. Amos Bhalendra yang terhormat,jujur saja disini sudah ada namamu,aku ini memang gadis bodoh,jatuh cinta dengan orang yang jelas-jelas tidak pernah menghargaiku,cukup,cukup kau terus menggores luka,tapi tenang saja,aku masih belum menyerah dalam mengambil hatimu. Ingat,suatu saat aku akan membuktikan padamu bahwa wanita yang kau puja-puja itu bukan wanita baik-baik"


Teriak Liu,air mata menetes dari mata indahnya.


Persetan dengan harga diri,disini hatilah yang tengah diperjuangkan,dia sudah tidak tahan lagi,cemburu,jelas Liu cemburu,Amos terus-menerus mengagumkan sosok musuh bebuyutan soerang Qynliu.


Sekarang giliran Amos yang diam mematung,jantungnya berdebar kencang,apa dia tidak salah dengar,barusan gadis yang berhasil menarik perhatiannya itu mengungkapkan perasaan padanya,bagaikan terbang ke langit ketujuh dengan wangi bunga mawar yang semerbak memenuhi rongga hidung,nadi Amos berdenyut dengan merdu.....


Tapi....


Rasa gengsi dan emosi yang tak terkontrol membuat Amos menutup hati dan telinga rapat-rapat ucapan Liu seakan hanya angin lewat yang sedikit meniup-niup nakal ke relung hati terdalam.....


"Ckk memang apa perduliku,gadis sepertimu itu sampai kapanpun tidak akan pernah bisa menggantikan Lexa,tidak perlu dibahas lagi,aku muak,aku peringatkan jangan berbuat semena-mena lagi dengan Lexa,ingat posisimu disini Lexa adalah nyonya utama,jadi bersikap sopanlah"


Amos berlalu dari hadapan Liu, meninggalkan gadis manis nan cantik yang baru saja menyatakan perasaan padanya,dengan kesal Pria berbadan kekar itu berlalu menuju kamarnya,langsung membuka baju dan merendamkan diri dengan air hangat di dalam bathtub.


Berkali-kali Amos menggusar rambutnya kasar,dia menghembuskan nafas kasar penuh beban,entahlah setelah berkata seperti tadi pada Liu dada Amos menjadi sesak,dia menyesal dan merasa bersalah. Seharusnya bukan itu kalimat yang keluar dari bibirnya,namun ego membuat Amos tak terkendali,Amos mengutuk kepribadiannya yang mudah berubah-ubah.


"Arrggggg sialan"


Prang......


Amos meninju kaca yang ada didepannya hingga kaca itu pecah berserakan tak berbentuk lagi,darah segar mengalir dari buku-buku tangannya,rasa bersalah pada Liu semakin menjadi,dada Amos semakin terasa sakit,hingga berkali-kali pria itu memukul dadanya.....

__ADS_1


"Akkkkhhh Qynliu,adaapa denganku" Erang Amos tak tertahan,dia sedikit menarik rambutnya mengusap kasar wajah tampan itu.


Entahlah bayangan wajah Liu yang terlihat nanar begitu menghantui Amos,badannya yang bergetar setelah Amos memberi peringatan tadi membuat Amos rasanya ingin berlari menghampiri Istri mudanya,memeluk tubuh indah itu dengan sayang, mengucapkan kalimat maaf berkali-kali,dan mengecup bibir sexsinya dengan sensual.


Tapi itu tidak mungkin,Ego adalah nomor satu pada diri Amos....hanya satu yang tidak bisa Amos bantah,dia juga jatuh Cinta,jatuh Cinta pada sosok Lowhen Qynliu Robsont,gadis kasar dangdut arogant yang begitu memacu adrenalin.....


Malamnya.......


Satu keluarga yang penuh teka-teki itu tengah berkumpul di meja makan,siap menyantap makan malam yang telah disediakan para pelayan,seisi rumah terlihat sangat ramai,karna kedatangan Kedua orang tua Amos dan juga Kedua orang tua Lexa,tak lupa Keyndra yang sudah pulih ikut bergabung bersama yang lainnya.


jika seisi rumah berada di meja makan,berbeda dengan Liu,gadis itu tengah bersiap-siap didalam kamarnya,tengah memoles wajah cantik bak dewi itu dengan make-up tipis namun mampu membuat air mukanya semakin mempesona.



#Outfit Qynliu


Berkali-kali dia menyemprotkan parfum beraromakan Terapy yang menggairahkan agar gadis cantik itu terlihat semakin menggoda.....


Drttttt Drrttttt


Ponsel Liu yang ada di atas ranjang berbunyi,gadis itu meraih ponselnya,setitik senyuman terbit saat melihat siapa si penelepon.


"Hallo Nona Cantik,sudah siap?" Terdengar suara Rebecca dari arah sana. Liu masih memandang dirinya dari depan cermin memoles sekali lagi bibir sexsinya dengan pelembab.

__ADS_1


"Aku akan turun,tunggu saja aku di mobil" Jawab Liu dengan santai, dia meraih tas kecilnya yang diatas pembaringan masih dengan ponsel yang bertengger di telinga.


"Oke Baby" Jawab Rebecca kemudian mengakhiri sambungan telepon.


Liu menghela nafas sejenak saat tangannya meraih gagang pintu,gadis itu beranjak keluar kamar melangkah dengan anggun kearah tangga menuju ke bawah......


tak....tak...tak....


Prang.......


Semua ternganga bodoh,bahkan seorang pelayan dengan tidak sadar menjatuhkan nampan ditangannya saat melihat seorang sosok bidadari cantik turun dari arah tangga....


Mata Amos membelalak sempurna begitu juga mulutnya yang ternganga dengan bodoh,semua menatap nanar kearah Liu,wangi parfum menggoda sangat menyeruak diindra penciuman setiap orang yang ada di rumah ini.


Jantung Amos berpacu cepat,tenjangan birahi seketika memenuhi rongga dadanya,adik kecilnya menegang seketika membuat sensasi rasa sakit didaerah tertentu.


Apa dia tidak salah lihat,diujung tangga sana seorang gadis kecil yang tadi menyatakan cinta padanya tengah melangkah dengan sangat anggun dan berkelas kearahnya,tubuhnya yang melenggak-lenggok mampu membuat Amos salah tingkah...


Tapi itu hanya sesaat, tiba-tiba rasa kesal juga ikut andil,kenapa istri mudanya harus berpakaian seperti itu didepan banyak orang. Tidak boleh,Amos sangat kesal,hanya dia yang boleh melihat setiap jengkal keindahan tubuh Liu,tidak dengan orang lain.


Amos berjalan cepat kearah Liu,wangi parfum semakin menusuk kedalam hidung,yang mana semakin membuat Amos tersiksa akan sensasi gairah.....


"Qynliu, apa-apaan kau ini,kenapa kau berdandan begini ha?" Bentak Amos kesal,menarik tangan Liu dengan erat,mencoba menutupi tubuh indah itu dari pandangan orang-orang yang ada di belakang mereka,seolah dia sangat tidak terima miliknya dilirik oleh orang lain.

__ADS_1


"Aku akan keluar malam ini" Seru Liu dengan santai,mencoba tidak terbawa emosi,Amos menggeleng cepat dia semakin mengeratkan tangannya.


"Tidak boleh,masuk kamarmu dan ganti bajumu sana" Suruh Amos dengan ketus dia mencoba menarik Liu naik keatas.


__ADS_2