GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE. 38


__ADS_3

"Terserah kau saja,aku akan ganti baju,nanti aku turun" Suara Liu melemah, dia memberi senyuman hampa pada suaminya itu,Amos tampak mematung menyadari perubahan aneh pada Liu,senyuman itu kenapa sangat menyakitkan,sangat menyayat hati,tapi perkataan itu semua adalah Reflek karna Amos yang tengah dikuasai amarah.


"Liu aku...."


"Tidak apa,itu bukan masalah,kau benar,lupakan saja,aku ganti baju dulu" Liu tersenyum dengan paksa,meyakinkan Amos yang sepertinya sudah menyesali perkataanya,dia mendorong punggung Amos hingga dia melewati batas pintu,kemudian Liu kembali menutup pintu tak lupa menguncinya rapat.......


"Nick,ini sakit sekali,sakit sekali,aku bodoh Nick,aku bodoh" Buliran bening itu akhirnya menetes juga,Liu bersandar pada pintu berkali-kali menekan dadanya yang terasa nyeri,jatuh cinta tak seindah ekspetasi.....


"Maaf Liu,aku terus menyakitimu,aku pria lemah dan pengecut,sampai sekarang aku masih bingung dengan hatiku" Guman Amos tangannya terurur menyentuh daun pintu,raut wajah pria itu terasa penuh penyesalan,dia mengacak rambutnya Frustasi kemudian berlalu kebawah.


*******


"Liu" Ketiga gadis cantik nan sexsi itu menyapa Liu dengan riang,mereka dengan cepat menghampiri sang sahabat yang baru keluar dari kamar dan menjumpai mereka diruang tamu. Ketiganya berpelukan saling melepas rindu.


"Kami mau penjelasan secara langsung"Ketiga sahabat Liu itu berbisik ditelinganya dengan suara yang dingin,sangat horor,Liu menjadi merinding, kemudian dia mengangguk kecil dan menggiring ketiganya untuk duduk pada sofa.....


"Jadi itu istri pertamanya?"Tanya Rebecca sinis,dia memandang kearah Amos dan Lexa yang duduk diruang keluarga tak jauh dari keempatnya,sepasang suami istri itu tampak saling bermesraan.

__ADS_1


"Iya"Jawab Liu dengan pelan,matanya juga menatap Amos dan Lexa,matanya memanas melihat adegan dimana Lexa dengan manja menyandarkan kepala pada lengan kekar Amos....


"Cih gadis bodoh,jangan bilang kau mencintainya?" Jesi tampak membaca cepat mimik wajah Liu,dia sedikit menjolok pelipis Liu membuat gadis cantik itu cemberut. Caca dan Bella memandang Liu tak percaya dan juga kesal.


"Gadis bodoh,kau kalah sebelum berperang"Umpat Caca pula dengan amarah yang menggebu-gebu,dia tak habis fikir dengan sahabatnya yang satu ini, seorang Nona Muda dan Princess Mafia,tapi masalah hati dia hanya seorang baby Girl....


"Yaa,itukan bukan salahku sepenuhnya"Liu berucap pelan,dia menggaruk tengkuk yang tiba-tiba meremang, jari-jarinya saling bertautan.


"Hati siapa tahu" Bella yang memliki sifat dengan tingkat kegemulaian level seratus itu lebih memilih membela Liu dari amukan kedua singa kelaparan.


"Ingin sekali aku mencekikmu sampai mati" Kesal Jesi lagi,bahkan kali ini dia mencubit lengan Liu membuat gadis itu meringis dan mengusap bekas tempat cubitan dengan wajah masam.


"Kau ingin aku mencubit mu dengan tang Bella" Ancam Caca. Bella menggeleng cepat, kemudian sedikit mengambil jarak,menatap Liu penuh sesal karna tidak bisa membantu sahabatnya itu.


"Kau Li....."


"Kalian tenang saja,aku ini pandai menyembunyikannya jadi aman dia tidak tahu"Ucap Liu cepat memotong ucapan Jesi. Kedua gadis itu mendengus kesal,kemudian kembali menegakkan duduk,mengarahkan pandangan mereka kearah Amos dan Lexa.....

__ADS_1


"Apa?" Dari seberang sana Lexa berkata ketus,dia memeloti Liu dan ketiga sahabatnya karna merasa tidak nyaman dengan keempat orang itu yang sedari tadi memandang dia dan suami dengan pandangan aneh.


"Cih kur..."


"Ca tenang,tidak usah diladeni dia itu orang gila"


Bella cepat-cepat menahan Caca, gadis itu sangat jutek dan pemarah,sedikit saja disentil dia akan mengamuk seperti singa. Lexa terdiam nyalinya sedikit ciut melihat bola mata Caca yang tak kalah besar saat melotot.


Lexa hanya bisa mencibir dan mendegus kesal,dia kalah dengan gadis belia,wanita itu memandang Amos mengharap pembelaan,namun bukan pembelaan yang didapat melainkan rasa kesal yang semakin bertambah. Mata Amos tengah menatap lekat kearah Liu hingga bola matanya tidak berkedip.


"Darl" Rengek Lexa menggoyangkan lengan kekar Amos.


"Ah,iya Lexa" Amos tersadar, dia kembali menatap istri tuanya dan dia mengerjit saat melihat wajah Lexa yang memerah menahan kesal.....


"Hei bodoh" Panggil Jesi,pada ketiga sahabatnya. Ketiganya mengerjit kemudian ikut mencondongkan kepala kearah Jesi,seolah mereka tengah membicarakan rahasia tetangga yang sangat hot.


"Suamimu itu,dia juga mencintaimu" Ucap Jesi dengan suara kecil,Liu menggeleng seolah tak percaya,Bela dan Caca melirik Amos dengan ekor mata mereka.

__ADS_1


"Menurutku juga begitu,dari caranya melihat Liu" Caca ikut bersuara,alis Liu saling bertautan bingung. Itu tidak mungkin,terbukti dari perlakuan Amos dan ucapannya yang selalu kasar pada Liu.Gadis cantik nan sexsi itupun hanya mengangkat bahu acuh.


"Lupakan masalah itu,sekarang kita punya misi besar" Raut wajah Liu berubah srius, dia kembali menegakkan cara duduknya,membuat posisi duduk menyilang,kini aura kepemimpinan Liu keluar dengan sangat terasa,gaya elegant nan dingin itu sangat mirip dengan Anatasya. Ketiga sahabatnya tak kalah serius,mereka kembali menegakkan posisi duduk,ruangan tengah ini akan mereka jadikan ruangan berunding sementara.


__ADS_2