
Qynliu dengan mata berbinarnya tersenyum senang melihat jalanan yang dipenuhi oleh orang-orang yang sibuk pada kegiatannya masing-masing, layaknya manusia goa yang tidak pernah melihat dunia luar, Liu memberi reaksi berlebihan karna sudah selama tiga hari ini mata Liu hanya disuguhkan pemandangan yang membosankan, ruangan Apartemen terutama kamar, tempat dimana Amos selalu membuat Liu terkapar setelah aksi panas mereka.
Liu dengan celana jeans panjang warna hitam, dipadukan T-shirt lengan pendek berwarna coklat yang sangat pas menempel ditubuh indahnya yang menggoda, gadis yang sudah menjadi wanita itu menguncir kuda rambut pirangnya sehingga menampilkan leher jenjang nan putih.
Amos dibuat gemas dengan tingkah Liu layaknya seorang anak yang merasa girang karna diajak jalan-jalan, mata Amos sekali-kali menatap kearah Liu sambil mengabsen jalanan.
"Sayang"
Panggil Amos, Liu reflek meliriknya kemudian mengangkat alis sebelah sebagai isyarat jawaban dari panggilan Amos, wanita itu menatap dalam manik mata suaminya yang terlihat ingin mengatakan sesuatu, Amos tersenyum kemudian memberhentikan mobil tepat dipinggir taman kota. Dia menggenggam tangan Liu, sesaat pria itu terlihat akan berbicara sesuatu yang serius.
"Aku ingin kau jujur!, apa kau masih memiliki orang tua, aku ingin menemui mereka dan meminta restu untuk pernikahan kita"
Jelas Amos, sejenak Liu terlihat diam dan memikirkan ucapan Amos barusan, apa Liu akan memberitahukan semua identitasnya pada pria ini. Tapi Liu takut orang tuanya akan mengetahui segalanya dan akan marah besar pada dirinya, terutama sang kakak Sean yang selalu overprotektif terhadap segala sesuatu mengenai Liu, Liu takut kakaknya itu akan murka lalu melakukan hal yang buruk pada Amos....
"Apa itu sangat penting?"
Tanya Liu balik, dia mencoba mengalihkan pertanyaan, dia ingin semua berjalan seperti dua tahun belakangan, dimana Amos bahkan tidak perduli dari mana asal-usulnya, dan bagaimana kehidupan asli Liu.
"Of course, itu adalah pokok utama dari hubungan kita, kita ini sudah menikah Liu, aku harus mengetahui siapa keluargamu, bagaimana kehidupanmu. Come on Liu, this is not a joke"
"But, I'm not ready, I'm not sure yet."
Jawab Liu lantang, Amos berdecak kesal, dia mengguyur rambutnya kebelakang merasa kesal dengan jawaban sang istri yang tidak memuaskan. Liu berdecih kemudian membuka pintu mobil dan keluar dari mobil, Amos seketika panik takut Liu akan kabur, terburu-buru pria itu turun dari mobil dan menghampiri sang istri.
Liu duduk disalah satu kursi taman yang dikelilingi tanaman-tanaman indah dan orang yang berlalu-lalang kesana kemari. Mata Liu memandang sepasang kekasih yang tengah berciuman mesra dibawah pohon, mereka terlihat seperti pasangan yang benar-benar bahagia dan saling mencintai.
Amos ikut duduk disamping istrinya, dia memandang wanita yang teramat dia cintai itu dengan sendu, Amos mengikuti arah pandang Liu, kemudian tersenyum kecil saat melihat kedua orang disana yang masih asik menikmati ciuman mereka. Tangan Amos bergerak menggenggam tangan Qynliu.
__ADS_1
"Aku mencintaimu"
Bisik Amos ditelinga istrinya, Liu menatap manik mata berwarna hitam pekat itu, pancaran matanya terlihat sangat sejuk dan menenangkan, Liu tersenyum dia menatap wajah sang mantan kekasih Nick didalam wajah Amos. Betapa rindunya Liu pada sosok itu, dengan tidak sadar dia mengelus lembut rahang kokoh yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu.
"Nick"
Ucap Liu dengan mata berbinar, Amos yang tidak mengenali nama yang diucapkan bibir mungil sang istri mengerjit aneh, terlebih ekpresi Liu yang terlihat tidak biasa.
"Siapa Nick?"
Tanya Amos dengan mata tajam memandang Liu, Liu tersentak, seketika wanita itu memalingkan wajahnya, dia sadar bahwa tadi dia sudah berhalusinasi karna rasa rindu yang membuncah pada Nick, pria yang dia cintai dengan begitu dalam.....
"Qynliu!"
Panggil Amos dengan suara pelan namun begitu tegas, pria itu kembali menarik wajah istrinya agar manik mata mereka bisa saling beradu, Liu terlihat canggung dan juga gugup.....
Bryan dan Anatasya dibuat kalang kabut dengan pertanyaan sang putra tercinta, yang menanyakan keberadaan adik kesayangannya. Saat pulang dari urusan bisnisnya dari negara tetangga dan langsung pulang menuju Mansion, Sean tuan muda itu melepaskan rindu bersama kedua orangtuanya yang dia tinggalkan beberapa hari belakangan.....
Sean bertanya dimana keberadaan Qynliu yang belum dia temui sejak pagi tadi, hal itu membuat Bryan dan Anatasya bingung ingin menjawab apa, karna sudah beberapa hari ini Liu menghilang tanpa kabar.
"Dad, Mom?"
Panggil Sean lagi, mendesak agar kedua orangtuanya memberitahu keberadaan sang adik yang sudah sangat dia rindukan.
"Jangan khawatir boy, adikmu baik-baik saja, dia meminta izin ingin berlibur sendiri saja kesebua pulau"
Jawab Bryan enteng namun penuh dusta, pria paruhbaya itu mencari jalan aman agar putranya tidak mengetahui Liu yang menghilang dan akan memancing kemarahan Sean lalu mengutus semua Mafiso untuk mencari Qynliu. Sean mengerjit kemudian memandang sang Mommy yang tengah sibuk dengan masakannya.
__ADS_1
"Kenapa Liu tidak meminta izin denganku dulu Dad?"
"At that time your sister wanted to ask permission, but your phone was off"
"Really?"
"Yes boy".
Ada alasan kenapa Bryan dan Anatasya memilih tidak memberitahukan Sean tentang kehilangan Liu beberapa hari ini, sejak terakhir kali Qynliu meminta izin keluar rumah untuk mengerjakan tugas dari dosen di kampus kerumah salah seorang temannya.
Bukan tidak khawatir dan tidak mencari keberadaan Liu, sebagai orang tua tentu saja mereka merasa khawatir saat pada pagi hari menemukan Liu tidak pulang kerumah, biasanya wanita itu selalu meminta izin jika ingin menginap dirumah teman atau berpergian....
Hingga pada pagi itu juga, beberapa Bodyguard shadow Liu meminta maaf dan memberi laporan tentang kelalaian mereka dalam mengawasi sang Nona muda hingga Liu hilang karna diculik seseorang.
Hal itu membuat keduanya murka dan cemas, takut terjadi hal buruk pada putri semata wayang mereka, keduannya langsung bergerak dan melacak keberadaan Liu terakhir kali sebelum dia menghilang, setelah mendapat informasi tentang Karim, teman yang waktu malam itu Liu kunjungi, langsung saja mereka menemui pria timur itu dan mengintrogasinya.
Karim menceritakan kejadian malam itu, dimana seorang pria mendatangi mereka lalu terlihat marah pada Liu. Bryan langsung menyuruh anak buahnya untuk mengecek CCTV untuk memperjelas siapa pelaku penculikan putrinya, hingga Bryan dan Anatasya dibuat terkejut saat mengetahui bahwa pria muda yang menghampiri mereka kala itu dipesta anak presiden yang menculik Qynliu. Amos Bhalendra.
Anatasya langsung mengenali wajahnya, dia tau itu Amos, suami dari putrinya. Keduanya pun memutuskan untuk menghentikan pencarian mereka dan membiarkan Liu bersama suaminya. Mereka membiarkan sepasang suami istri itu untuk menyelesaikan masalah dalam rumah tangga mereka. Bryan dan Anatasya percaya bahwa Amos sangat mencintai putri mereka dan mencoba untuk kembali membangun tiang kokoh pernikahan yang sempat ambruk.
Kembali ke Liu dan Amos.
"Hello, Lihat siapa yang aku temui!"
"Lexa!"
"Ya, aku Lexa, aku kembali"
__ADS_1