GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE . 117


__ADS_3

Ciiiiitttt...


Mobil mereka berhenti tepat di depan sebuah rumah sederhana namun terkesan indah, rumah yang tidak terlalu besar dan hanya berlantai satu. Rumah bercat hijau dan putih yang dipenuhi oleh berbagai macam bunga yang tersusun rapi di pekarangan.


Ada Dua mobil yang terparkir di garasi terbuka, Amos memerhatikan mobil itu dan seketika dia ingat bahwa itu adalah Mobil milik Keyndra adiknya. Amos kembali melihat ponsel memastikan bahwa mereka tidak salah alamat, rumah dipinggir jalan ini memang adalah rumah milik Ibunya Nayana.


Amos pun keluar dari mobil, berjalan memutar membukakan pintu untuk sang istri tercinta, membantu wanita itu turun dari mobil dengan perut besarnya. Keduanya berjalan bergandengan menuju pintu rumah yang tidak terlalu jauh dari perkarangan. Amos menghela nafas kemudian memberanikan diri untuk mengetuk pintu.


Tok....tok....


Ketuk Amos sambil menunggu dengan gugup pintu terbuka, Liu mencoba menenangkan suaminya dengan mengelus lengan kekar pria itu.


"Sebentar"


Sahut dari dalam yang semakin membuat jantung Amos bergemuruh, suara itu, suara wanita yang telah lama pergi meninggalkannya. Amos masih sangat hafal suara itu, suara yang sering mengiringi tidurnya.


Ceklek.....


"Siap-........"


Ucapan seseorang wanita yang membukakan pintu itu terputus saat melihat siapa yang mengetuk pintu rumahnya sore-sore begini, dia terpaku menatap takjub pemuda tampan nan gagah didepannya, wanita paruhbaya itu membeku menatap sosok Amos yang juga terlihat diam tak bergerak.


"Am-Amos, putra Mommy"


Lirih Wanita itu tak kuasa menahan air mata, dia menangis kencang dan langsung merengkuh tubuh putranya, walau tidak lama bertemu namun dia hafal, sangat hafal bagaimana garis wajah, mata, serta semua yang ada didiri anaknya. Nayana memeluk Amos, memeluk erat dengan sekuat tenaga dia menangis dan terus mengucapkan kata maaf.


"Putra Mommy, ya Tuhan maafkan Mommy"


Nayana masih menangis, seolah dunianya benar-benar kembali, Amos. Pria itu terdiam kaku, dia menghirup dalam tubuh Nayana, dia juga hafal wangi tubuh wanita yang telah melahirkannya ini, Amos diam namun tangannya tergerak membalas pelukan sang Ibu, tak terasa bulir bening langsung menetes membasahi bahu ibunya, sudah lama Amos tidak menangis di depan wanita ini, sejak terakhir kali Nayana meninggalkannya.


Melihat interaksi ibu dan anak yang sudah lama terpisah itu, Qynliu juga tak kuasa menahan kesedihan, air matanya ikut menetes, dia terharu melihat bagaimana dua orang yang memiliki hubungan darah kembali dipersatukan.


"Mommy"


Panggil Amos dengan suara bergetar, Nayana menganguk membingkai wajah putranya, kemudian mulai mengecup seluruh wajah Amos.


"Iya nak, ini mommy"

__ADS_1


Keduanya saling melepas rindu di depan pintu rumah, sampai-sampai Nayana tidak menyadari kehadiran wanita berperut buncit yang sedari tadi bersama putranya. Hingga Nayana tersadar dan dia memandang bingung Qynliu, namun Nayana terpukau dengan wajah cantik wanita satu ini, benar-benar cantik dengan kulit mulus seputih susu, air mukanya yang ayu dan teduh sangat enak untuk dipandang, kemudian pandangan Nayana jatuh pada perut buncitnya.


"Hallo, siapa wanita cantik ini?"


Tanya Nayana lembut menghapus sisa air matanya dan berganti menjadi senyuman indah nan ramah, Liu ikut tersenyum yang semakin membuat Nayana terpana akan kecantikannya.


"Dia istriku Mom"


Ucap Amos dengan bangga merangkul Qynliu, Nayana melotot tak percaya dia tersenyum menawan sambil ikut merangkul Liu dengan senang.


"Benarkah?. Yaampun maafkan Mommy nak, kau pasti lelah berdiri disini, ayo kita masuk sayang"


Ajak Nayana lebih tertarik dengan menantunya, Liu tersenyum senang dia mengangguk cepat kemudian keduanya langsung masuk ke dalam rumah, Amos menatap tak percaya, Mommy nya itu bahkan tidak mengajaknya masuk, baru pertama kali bertemu namun Nayana sudah langsung pilih kasih dan lebih perhatian pada istrinya.


"Astaga menantu Mommy sangat cantik, siapa namamu Nak?"


Tanya Nayana yang sudah duduk di Sofa ruang keluarga bersama ketigannya, dia memberikan segelas susu pada Liu dan juga cemilan sehat yang membuat Liu semakin merasa senang.


"Qynliu Mommy"


"Nama yang cantik sekali"


"Terimakasih sudah hadir dihidup Amos, pasti dia sangat bahagia memiliki wanita cantik dan sebentar lagi kalian akan memiliki anak, terimakasih nak, kau sudah mengisi hari-hari dan menemani Putra Mommy, mommy merasa lega bahwa selama ini dia memiliki wanita yang selalu ada untuknya"


"Mommy tid-....."


"Iya sayang, mommy hanya merasa bahagia dia tidak bersedih, jadi kau jangan menangis lagi ya"


Ucapan Liu terpotong karna Amos yang langsung menyela dan mengelus punggungnya, Amos sengaja menjawab dengan cepat karna dia takut Liu akan terpancing dan kembali menangis tanpa henti karna merasa terharu. Liu mengangguk menatap suaminya, yang membuat Amos bisa bernafas lega, Nayana tersenyum, dia mengerti bahwa menantunya ini ternyata adalah wanita yang mudah menangis.


"Lauren pulang"


Suara cempreng yang menggema memenuhi seisi ruangan, terlihat ketiganya terkejut mendengar suara itu.


"Chelsea pulang"


Kembali suara kedua memenuhi rumah dan memekakkan telinga, Nayana menggeleng dan bangkit dari duduknya.

__ADS_1


"Lauren, Chelsea jangan berteriak di Rumah Nak!"


"Iya Mommy Naya"


Jawab keduannya serempak, kemudian mereka langsung menghampiri Nayana yang berada di ruang keluarga. Kedua gadis yang terlihat seumuran dengan Qynliu itu memandang kaget dua orang asing yang datang berkunjung ke rumah mereka.


Mata Liu dan Amos langsung memandang kedua gadis itu dari atas sampai bawah, keduannya mengenakan pakaian yang benar-benar terbuka, memamerkan segala segi bentuk tubuh mereka. Kedua gadis berambut pirang itu juga menatap Amos dan Liu bergantian, mereka memekik tertahan saat melihat ketampanan Amos. Liu juga tak luput dari kekaguman mereka atas kecantikannya.


"Kyaaaa, Amos Bhalendra, pengusaha sukses itu"


Teriak mereka serempak, mereka bahkan sampai melompat sangking kagetnya, Liu mendengus kesal, dia menjadi tidak suka jika ada yang memuja suaminya, ditambah pakaian para wanita ini yang terkesan binal.


"Lauren, Chelsea, ini Amos putra kandung Mommy, kakaknya Keyndra, dan ini menantu cantik Mommy istri Amos"


Ucap Nayana menjelaskan, seketika raut wajah kedua gadis itu berubah datar saat Nayana memperkenalkan Liu sebagai Istri Amos, ditambah perut buncitnya, sudah dipastikan bahwa dia tengah hamil anak Amos.


"Baik Mom Naya, hallo Kak Amos, dan kakak ipar"


Sapa mereka menunduk, sengaja memamerkan bongkahan daging yang menggelantung didada keduannya. Liu mencibir di dalam hati, jika saja dia mengenakan pakaian pas Body bukan daster longgar ibu hamil ini, pasti kedua gadis itu akan merasa iri dengan bentuk tubuh dan tonjolan menggodanya.


Melihat wajah istrinya yang tak bersahabat, Amos langsung merangkul pinggang Liu, kemudian mengecup bibir wanita itu di depan Mommy dan saudara tirinya. Membuktikan pada semua orang bahwa Liu adalah istrinya, cintanya yang tak tergantikan.


"Yo Brother, dan Liu"


Tiba-tiba Keyndra datang dengan gaya Coolnya, membuat Lauren dan Chelsea kembali salah tingkah karna rumah mereka dipenuhi oleh pria-pria tampan yang menggoda iman.


"Hai Key"


Serempak Amos dan Liu.


"Wah, ada anak tampan satu lagi, apa ini Amos?"


Celetuk seorang pria parubayah yang datang bersama Keyndra, pria dengan tubuh berotot penuh kharisma itu bergabung dan langsung mendekati Nayana istrinya lalu memberi kecupan mesra.


__________


Creazy up gak tuh?

__ADS_1


wkwkwkwk bener-bener deh, author rela nulis hari ini berjam-jam karna Uda ga sabar namatin ini cerita hehehehe, ada saran gak sih dari para Reader untuk novel selanjutnya?


__ADS_2