
One week later.....
Keadaan telah kembali normal di dalam Mansion, kondisi Liu jauh lebih membaik, kini wanita itu sudah dipindahkan ke Mansion agar lebih nyaman dan mudah ditangani oleh anggota keluarga.
Seluruh kerabat dekat Lowhen ataupun Robsont terus berdatangan memberikan ucapan selamat pada Liu, Mansion mereka kini semakin berwarna dalam menyambut anggota keluarga baru yang tidak lama lagi lahir ke dunia.
Kini Liu sudah mulai beradaptasi, dia lebih menerima keadaannya dan juga janin dalam perutnya, Anatasya dan anggota keluarga lainnya tak henti-henti memberi pengertian pada Liu agar dia bisa menerima anaknya sendiri bersama Amos.
Rasa sayang Liu semakin hari semakin memuncah pada jabang bayi mereka, namun ada sesuatu yang mengganjal dan membuat Liu gelisah belakangan ini.
Amos, suaminya itu sekarang entah di mana keberadaannya, setelah keributan di ruang medis Amos tidak pernah muncul lagi, tepatnya tidak pernah muncul di hadapan Liu, Amos sering datang ke Mansion namun dia tidak menemui istrinya, sekedar menyapa anggota keluarga lainnya. Liu menjadi merasa bersalah dan selalu memikirkan Amos, Liu sadar bahwa dia sangat merindukan pria itu.
Sekarang Liu berdiri di sisi jendela kamarnya yang menghadap pada pemandangan laut yang luas di depan sana, Liu mengelus sayang perut ratanya, mata Liu terlihat redup karna merasa sedih, dia menjadi sensitif setelah hamil. Wanita muda itu terlihat sangat cantik, dengan balutan dres seksi berwarna hitam dan tali spaghetti melingkar di bahunya membuat angin leluasa menyapu kulit mulus Qynliu, angin sepoi-sepoi menggoyang kecil rambut halus Liu yang terurai indah.
Percayalah sekarang Liu mengharapkan kehadiran suaminya, dia terus berharap Amos akan pulang dan memeluknya, Liu suka saat Amos terus berusaha meyakinkan nya tapi sekarang situasinya sangat berbeda.
Ceklek......
Terdengar suara pintu yang berhasil memecahkan lamunan Liu, dengan cepat mata Liu menatap pintu yang sebentar lagi akan terbuka, mata Liu berbinar dengan senyuman haru dia berharap itu adalah Amos, nafas Liu menjadi tak beraturan karna gugup......
"Hai Li......"
__ADS_1
Ternyata kenyataan memang tak seindah ekspetasi, orang yang Liu harapkan ternyata tidak ada, itu hanya sosok Sean yang datang menemuinya dengan buket bunga besar ditangannya. Walaupun sedikit sedih, Liu tetap memberikan senyuman terbaiknya kepada sang kakak dia tersenyum cantik menyambut Sean.
"Hai......"
Jawab Liu untuk sapaan Sean, pria tampan itu tersenyum tampan yang sangat jarang dia perlihatkan, kemudian langsung menghampiri Liu dan memberikan kecupan singkat pada keningnya.
"Apa kau suka?"
Tanya Sean mengangkat buket bunga itu dan memperlihatkan pada Liu, Liu menganguk kemudian sedikit menghirup aroma bunganya......
"Aku suka, ini sangat cantik"
"Terimakasih Prince Sean untuk bunganya"
"Hahahaha you are welcome baby"
Keduanya membuat lelucon kecil, Sean tak berhenti tersenyum dan tertawa dengan kelakuan sang adik, begitupulah sebaliknya, keduanya terus bercerita dan bercanda sampai Liu tertidur tepat di atas pangkuan Sean. Sean kemudian memindahkan Liu ke atas ranjangnya memasang selimut dengan hati-hati lalu menyempatkan mengelus lembut perut rata Liu.
Sean menuntup pintu kamar adiknya dengan sepelan mungkin agar tidak menggangu tidur nyenyaknya, Sean menaiki Lift untuk turun ke lantai dasar, pria tampan itu langsung menuju meja makan dan duduk di salah satu kursinya.
"Apa dia sudah tidur?"
__ADS_1
Tanya Amos yang ternyata berada di Mansion dan tengah makan siang bersama yang lainnya, salahsatunya Ham Bhalendra, Daddy Amos juga berada di meja makan, pria parubayah itu untuk sementara waktu tinggal dan menginap di Mansion mereka, karna Anatasya dan Bryan mengajak Ham, akan kesepian jika Ham tinggal seorang diri di apartemen.
"Hem, dia tidur, dan kau tahu itu sangat menggemaskan"
Sean tersenyum miring sengaja menggoda sang adik ipar, dia tahu Amos sangat merindukan adiknya setengah mati, Amos selalu penasaran apa yang tengah di lakukan istrinya dan ingin kembali membelai wajah cantiknya, terutama Amos merindukan bayi kecilnya yang berada di dalam rahim sang istri.
Melihat Amos yang terdiam karna langsung memikirkan Liu, Anatasya, Bryan, Ham dan Sean tertawa dibuatnya, Amos berhasil dihipnotis oleh Sean .......
"Jadi apa rencanamu?"
Tanya Sean dengan menyenggol lengan Amos angar tersadar dari lamunannya, semuanya menatap Amos sambil memotong daging di piring mereka.
."Ah, itu. Kita akan melakukannya besok, aku sudah mengatur semuanya dengan lengkap kita tinggal menjalankan rencana. Masalah perusahaan sudah aku tangani, kantor induk berada di negara ini. Tidak ada lagi kendala"
"Wow, dalam seminggu kau bisa menyelesaikan masalahmu, semuanya teratasi dengan baik, tapi ada satu masalah lagi. Kau pasti merindukan putriku"
Sekarang giliran Bryan yang mengolok-olok menantunya, setelah memuji kinerja Amos tak lupa dia kembali mengingat Amos akan istrinya, semua yang berada di meja makan kembali tertawa kecil.
"Hemmm, malam ini aku akan menginap"
Pecahlah suara tawa orang-orang yang berada di meja makan, tidak tahan dengan kelakuan sepasang suami istri itu yang tengah perang dingin, keduannya benar-benar pasangan unik........
__ADS_1