
"Selamat pagi Lily" Balas Liu tak kalah lembut,dia memberikan senyuman manis. Hal itu membuat Lily kegirangan,sebab jarang sekali Liu mau mengumbar senyum, lebih-lebih jika di bandingkan Lexa. Wanita itu jarang membalas sapaan malah dia sering menghina para pekerja dirumahnya,jika saja mereka membuat kesalahan.
Jarang-jarang seorang Istri dari tuan Rumah seperti Liu mau bersikap ramah kepada orang yang hanya bekerja sebagai pembantu.
"Tidak perlu melamun,aku tidak sebaik yang kau pikirkan" Tangkas Liu seolah mengerti isi pikiran Lily yang sedari tadi termenung. Gadis itu menggaruk lehernya kikuk....
"Nona,ingin sarapan?"Tanya Lily
"No,aku ingin membantu membuat sarapan" Jawab,Liu.
"Tapi,Nona."
"Sudah ayo,temani aku" Ajak Liu menarik tangan Lily menuju dapur. Para pelayan lainnya memberi tunduk hormat pada Liu dibalas gadis itu pula dengan senyuman rekah.
Jujur saja Liu kurang tertarik di bidang kuliner seperti sang Mommy,bahkan gadis itu tidak tahu menahu tentang alat masak atau kebutuhan dapur. Selama ini,semua kebutuhannya di Mansion,selalu dipenuhi,tidak perlu turun kedapur untuk membuat makanan,tinggal menjentikkan jari maka para pelayan akan berbaris membawakan makanan untuknya.....
"Nona bukan seperti itu" Seru Lily ngeri melihat cara Liu memotong sayuran sudah seperti memotong daging saja,wajah polos Liu tampak bingung hal itu membuat dia terlihat menggemaskan.
"Lalu bagaimana?"Tanya Liu dengan alis yang saling bertautan,bibirnya mengerucut lucu karna kesal mendapat teguran. Jika biasanya juga dia akan mendapat teguran dan siraman qolbu sepanjang jalanan tol saat dia mengganggu aktivitas memasak Anatasya....ah...Liu jadi merindukan Mommynya.
"Kalian pergilah,biar aku saja yang membimbing gadis manja ini" Liu terlonjak saat tiba-tiba seorang sosok yang mampu menggetarkan jantungnya hadir ditengah mereka.
"Tuan,selamat pagi Tuan" Sapa para pelayan ikut terkejut melihat kehadiran Amos,mereka menunduk hormat tapi Pria itu tidak membalas sama sekali,dia tengah sibuk menelisik wajah cantik Liu.
"Tidak perlu,Lily juga bisa mangajarkanku,aku tidak yakin kau bisa memasak" Liu memasang wajah galak,hal itu semakin membuatnya menggemaskan. Amos mengulum senyum,merasa lucu dengan tingkah Qynliu yang baru dia ketahui.
"Cihh meremehkan" Balas Amos yang kemudian langsung mengambil pisau kecil yang tergeletak disamping telenan.
__ADS_1
"Kami permisi Tuan, Nona" Pamit para pelayan meninggalkan dapur menyusahkan Qynliu dan Amos saja.
"Perhatikan" Titah pria tampan itu yang sibuk memotong-motong sayuran dengan lihai dan sangat rapi. Qynliu dibuat terperangah,Amos sangat hebat, Ternyata ada juga laki-laki yang pintar memasak.
"Walaupun akan masuk kedalam perut,setidaknya kau harus memotongnya dengan rapi,agar tampilannya lebih enak dipandang, selain itu bentuk yang indah juga dapat menggugah selera"
Jelas Amos panjang lebar. Qynliu hanya mampu mengangguk,mata Qynliu dengan nakal menjelajahi seluruh tubuh suaminya.
Keringat pada leher Amos yang sedikit membasahi kera bajunya,lengan kekar Amos yang tampak tercetak jelas,rahang tegasnya yang ditumbuhi bulu-bulu halus,ditambah rambut pria itu yang masih basa dan brantakan semakin menambah nilai plus pada Amos.
Liu meneguk ludahnya kasar,dia menggigit bibir bawahnya sangking tidak tahannya melihat penampilan sexsi suaminya itu. Pikirannya jadi tidak fokus.....
"Liu" Panggil Amos merasa heran melihat istri kecilnya yang malah melamun senyum-senyum sendiri,Amos merasa ngeri. Tapi percayalah melihat gadis itu memilin bibirnya juga membuat Amos ikut tidak tahan.
Cup....
"Kau dasar mesum" Pekik Liu kesal memukul pelan lengan Amos,pria itu terkeheh lucu,antara malu dan gemas.
"Ayo perhatikan lagi" Seru Amos dengan sisa-sisa tawanya. Liu mengerucutkan bibirnya kesal tapi tetap memerhatikan setiap arahan dari paksu. Sesekali mata Amos juga ikut menelisik wajah mulus istrinya....
"Ehem pagi Darl" keduanya dikagetkan dengan suara ketus seorang wanita dari arah belakang,dengan bersamaan mereka berbalik. Wajah Lexa terlihat cemberut menahan cemburu dan juga kesal.....
Cup....
"Morning Kiss"
Dengan tidak tahu malu Lexa sengaja mengecup bibir Amos tepat didepan mata Liu,wanita itu memberi tatapan mengejek pada madunya.
__ADS_1
Mata Liu berubah cepat menjadi sendu,ingin marah,tapi bukan waktunya. Dia menatap wajah Amos,pria itu tampak tidak nyaman. Liu jadi berfikir apa mereka benar-benar akan dipersatukan......
"Aku harap,dimana disetiap paginya,hanya ada kecupan dari bibir kita,kecupan penuh cinta dan kehangatan,dimana disetiap saatnya hanya tubuhku tempatmu memeluk,dan hanya tanganku yang menggenggammu"
_______________
Sorry Ya Guys jarang Up,maklum anak sekolah kendala kuota🥺🥺🥺harap pengertiannya🥺....
Oh iya Guys,Author uda kabulin permintaan kalian nih buat crazy up....Giliran kalian dong gantian🥺🥺🥺jangan lupa dukung ya lapaknya aku.....
Oh Iya jangan lupa Follow IG Author sekalian,biar bisa DM2an PC author biar cepet update🤭,soalnya suka lupa.....
@tsa_fld
@tsa_fld
@tsa_fld
Jangan lupa....
#Vote
#Like
#Koment
#Hadiah
__ADS_1
#dan ingat jangan lupa follow.....