
"Dasar *******"
Teriak seorang pria dengan menggebu-gebu, menatap sesosok pasangan yang sudah terkapar tak sadarkan diri didepannya tepat diatas ranjang. Pasangan itu pingsan dengan keadaan polos tanpa busana. Amos, ya pria itu adalah Amos. Menatap Lexa sang istri pertama dengan sangat jijik.
Mengingat ucapan Gal si Asst yang menyuruh Amos agar berkunjung kesebuah hotel dan masuk kedalam sebuah kamar. Bergegas setelah menyelesaikan beberapa pekerjaannya di kantor Amos pun datang kehotel itu dengan rasa penasaran....
Amarah langsung memuncah didiri Amos saat melihat pemandangan yang begitu menjijikan, saat dia membuka pintu kamar yang tidak terkunci itu, dia melihat Lexa tengah memacu adrenalin diatas tubuh seorang pria parubayah. Keduanya terkejut melihat kedatangan Amos.
Lexa langsung kaget dan bergerak cepat turun dari atas tubuh pria itu, tubuh Lexa berkeringat dicampur bau dari cairan reproduksi keduanya. Dia menatap suaminya yang tampak sangat marah dengan kaki gemetar. Sedangkan pria itu juga menjadi kalang kabut mencari pakaian dan mencoba menutupi tubuh polosnya.
Kilatan amarah di mata Amos sungguh sangat menyeramkan, Lexa menunduk takut berjalan gemetar kehadapan sang suami mencoba meraih tangannya dan.....
Bughhhhh
Tanpa rasa kasihan dan kasar Amos mendaratkan tendangan keras yang mengenai punggung Lexa. Membuat wanita itu terpelanting ke lantai dan membentur sudut meja, Lexa pingsan ditempat karna tendangan suaminya.
Tidak ada rasa penyesalan pada Amos, dia malah menatap istrinya dengan perasaan jijik. Kemudian pandangan Amos jatuh pada pria parubayah itu.
"A-ampuni aku tu-tuan"
Pria parubayah itu bersujud dibawah kaki Amos menyembah dan menyentuh sepatu Amos yang berkilat.
"Kalian sangat menjijikan"
__ADS_1
Bentak Amos membuat pria itu semakin bergetar ketakutan, kali ini tidak ada belas kasihan Amos yang memiliki tempramen semakin menjadi-jadi amarahnya kian tidak terkendali, bagaimana tidak selama ini wanita yang sudah menjadi istri dan selalu dia percayai justru berkhianat. Kembali teringat akan perkataan Liu si Istri Kecil yang mengatakan bahwa Lexa bukanlah wanita baik-baik.
Ternyata semua itu benar, bukan Liu yang berbohong tapi Lexa yang kurang ajar. Semakin marah pula pria tampan itu.
Menyesal?
Tentu saja menyesal, dia begitu bodoh justru memercayai kebohongan Lexa dan telah menghina Liu sehingga membuat gadis belia itu pergi meninggalkannya.
"Damn!"
Bughhhhh
Bughhhhh
Bughhhhh
Dengan membabi buta Amos melayangkan kakinya, membayangkan wajah Liu yang menangis waktu itu karna bentakannya. Dada Amos terasa sakit, sakit sekali kenapa dia begitu bodoh. Dia bodoh karna sudah memercayai Lexa.
"Arggggghhh Lexa sialan, argggggg aku membencimu"
Teriak Amos merasa frustasi, nafasnya terengah-engah tak mampu menahan rasa kesal karna kebodohannya.
"Hei bodoh, apa kau hanya akan berteriak dan menyesali kebodohanmu. Sekarang waktunya berubah, jika kau benar mencintai gadis itu. Kejar dia dan dapatkan dia kembali. Ingat dia masih istri sahmu"
__ADS_1
Gal yang tiba-tiba datang cukup mengagetkan Amos pria itu berdiri tepat di belakang Amos, sedari tadi sudah memperhatikan sahabatnya yang tengah dirundung rasa penyesalan.
Amos terdiam perlahan dia berbalik menatap Gal dengan keputus asaan, Cinta sudah pasti dia mencintai Qynliu dia sadar akan rasa cinta itu. Benar kata Gal, kini dia harus membuka lembaran baru. Merubah semuanya, membuat Liu kembali jatuh pada pelukannya. Dan menghempaskan Lexa jauh dari hidup nya.
Sejenak Amos menatap Lexa yang sudah terkurai lemas tak sadarkan diri, Amos menyentuh dadanya sendiri, tidak ada rasa sakit hati sama sekali, tidak ada rasa kecewa karna perbuatan Lexa. Tidak ada nyeri pada jantungnya karna merasa cemburu dan juga penyesalan cinta. Hanya ada rasa marah dan marah, marah karna dibohongi dan telah tahu kedok Lexa.
Marah karna sudah berbuat tidak adil pada Qynliu. Tentu Amos sadar, rasa ini sangat berbeda saat dengan Liu, dia akan merasa kecewa dan sakit hati, dan penyebabnya adalah Cinta. Selama ini dia sudah salah paham akan perasaanya pada Lexa, dia hanya menyayangi wanita itu karna status Lexa sebagai istrinya, sudah lama Cinta itu pudar, dia hanya takut dan trauma akan kata perpisahan seperti yang pernah dialami kedua orangtuanya.
Tapi jika pada Liu, itu nyata adalah sebuah cinta rasa tak rela dan kehilangan serta gairah ***** yang selalu membara saat dia dekat dengan Qynliu. Betapa bodohnya Amos. Sekarang apa dia bisa berteriak menyesali semuanya dan meminta maaf pada Liu karna sudah meragukan dan tidak memercayainya.
Tidak.
Tentu tidak semua sudah terlambat, tapi Amos yakin masih ada kesempatan untuknya, dia yakin Qynliu masih mencintainya dan Amos akan membalas cinta itu, dia akan meminta maaf dan meminta Liu agar kembali pulang, menjadikannya wanita satu-satunya dalam hidup Amos.
"Qynliu aku mencintaimu ternyata kau berhasil, aku kini sangat mencintaimu, kau lihat aku sudah kena batunya karna telah mengabaikanmu selama ini. Kembali lah, aku mohon kembali lah, aku yakin kita akan kembali dipertemukan. Bagaimanapun caranya kau harus kembali kesisiku"
Guman Amos dengan lirih, pandangan matanya begitu kosong, tak terasa bulir bening ikut jatuh menggambarkan seberapa besar rasa bersalah itu, berkali-kali dia memukul dadanya yang terasa nyeri karna selalu membayangkan wajah sendu Liu saat menangis karna bentakan dan kelakuan kasarnya.
______________
Bersambung......
Oke Guys kali ini Author nya ngga lupaðŸ¤ðŸ¤£
__ADS_1
Jangan lupa follow IG Author yak, biar kita bisa cakap2😘😘😘
@tsa_fld