GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE . 75


__ADS_3

Liu keluar dari tempat persembunyiannya, wajahnya pucat dan tak bersemangat, kaki jenjang Liu berjalan lunglai menuju salah satu mobil mewah yang juga terparkir disana, dengan perasaan tak menentu Liu mengendarai mobil keluar dari perkarangan gedung. Pandangan mata Liu kosong, bayang-bayang wajah Amos kian mendominasi pikirannya.


"No-nona muda, apa yang terjadi?"


Para pelayan terkejut melihat keadaan Liu yang acak-acakan saat dia sampai di Mansion. Semuanya berlarian mencoba memapah gadis itu yang hampir terjatuh diambang pintu.


"Bi Ai, antarkan aku kekamar, dan Pa Lie, siapkan air hangat, aku ingin berendam!"


Perintah Liu dengan suara lirih, keduanya pun mengangguk dan langsung menjalankan tugas. Setelah mengisi Bathtub dengan air hangat, Pa Lie permisi keluar kamar dan menyiapkan makan malam untuk Nona Mudanya itu. Berganti dengan Bi Ai, yang langsung membantu Qynliu melepas pakaiannya dan kemudian memapah Liu masuk kedalam air. Liu memejamkan matanya sambil menikmati air hangat yang menyentuh kulit mulusnya, berkali-kali menghela nafas guna menghilangkan sedikit kegundahan hati.


"Bi Ai kau boleh pergi!"


"Hem, baiklah Nona muda, saya permisi"

__ADS_1


Liu mengangguk, matanya masih terpejam, dipikirannya hanya ada wajah Amos yang tadi menatapnya tak percaya dengan mata berkaca-kaca, ada apa dengan pria itu. Sangat berbeda dengan Amos yang dulu selalu menatap Liu dengan pandangan dingin dan kesal. Apa selama dua tahun terakhir Amos menjadi gila karna Liu pergi?.


Tapi tidak masuk akal, bukankah Amos sama sekali tidak mencintainya?, pria itu hanya mencintai istrinya Lexa seorang, lalu mengapa menatap Liu seolah Amos merasa rindu padanya.... Entahlah semua membingungkan, namun menghindari pria itu adalah jalan terbaik, Liu tidak ingin luka hati yang sudah lama kembali terbuka dan menyayat. Biarlah perasaan dan kerinduan Liu tanggung sendiri, sebagai konsekuensi karna mencintai suami orang.


"Apa ada sesuatu yang Mommy tidak ketahui"


Liu yang saat itu hampir memejamkan mata dipembaringan empuknya, terkaget saat mendengar suara yang sangat dia kenal tepat disampingnya. Gadis itu membuka mata dan mengerjit saat melihat sang Mommy sudah terduduk disisinya.


"Mom?"


"Apa Mommy akan marah, jika Liu menceritakan sesuatu yang buruk?"


"Tergantung Baby, tapi jika itu mengancam keselamatan dan juga membuat putri Mommy tidak nyaman, tentu Mommy akan marah besar"

__ADS_1


Jawab Anatasya dengan tenang, sebenarnya dia sudah tahu semua lika-liku kehidupan Liu bersama pria itu, namun melihat putrinya yang enggan bercerita membuat Anatasya dan Bryan hanya bisa pasrah pada keadaan. Namun, mereka akan selalu mengawasi setiap gerak gerik putrinya.


Perlahan dengan bibir sedikit gemetar dan tubuh menggigil ketakutan, Liu berusaha sekuat tenaga menceritakan semua keluh kesah pada sang Mommy. Dia akan menerima semua keputusan dan kemarahan dari wanita paruhbaya itu, Liu cukup sadar bahwa akar masalah utama adalahya dirinya......


Dengan deraian air mata, Liu memandang wajah sang Mommy yang tampak tak bersahabat setelah mendengar ceritanya, takut-takut Liu mencari kilatan amarah pada mata Anatasya. Anatasya menghela nafas, memandang putrinya yang langsung menunduk takut, tangan Anatasya menggenggam jemari Liu lembut.


"Kau tidak salah, Nak. Semua ini salah Mommy yang lalai menjaga dan mengawasimu, Mom..."


"No Mom, itu salah Liu, jangan seperti itu"


"Mommy tidak akan marah sayang, mommy sangat menyayangimu dan juga kakakmu, Daddy juga seperti itu. Bagaimanapun keadaanmu, Mommy dan Daddy akan selalu mendukung dan memberi perlindungan, Mommy harap ini menjadi pelajaran kedepannya agar lebih berhati-hati. Tapi, percayakan semua pada hatimu, ikuti kata hatimu Nak. Jika kau mencintai pria itu, maafkan dia dan beri dia kesempatan, jangan langsung menghakiminya, semua keputusan ada ditanganmu dan Mommy akan selalu mendukung"


"Hiks, Hiks, Hiks, Mommy"

__ADS_1


Isak tangis Liu pecah dipelukan sang ibu, dia memeluk wanita itu dengan erat, dan malam ini Anatasya memutuskan tidur dikamar putrinya untuk menenangkan hati yang tengah gundah.......


######


__ADS_2