GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE . 98


__ADS_3

Masih dengan baju seksi yang tadi dia kenakan, Liu dengan amarahnya langsung turun ke lantai bawah menuju garasi di mana mobilnya terparkir, tanpa pikir panjang Liu langsung memilih sebuah mobil dan kemudian menaikinya mulai melesat keluar dari gerbang Mansion.


Anatasya merasa heran saat melihat putri cantiknya turun dari lantai atas dengan tergesa-gesa dan juga wajah yang menunjukkan kemarahan besar, karna merasa khawatir ibu muda itu pun berlari ingin menyusul putrinya tapi dia berhenti kala Amos juga turun dari lantai atas dengan berlari dan wajah frustasi.


"Amos!"


Panggil Anatasya, dia langsung mendekati menantunya itu yang terlihat gelisah.


"Iya Mom"


Jawab Amos menghentikan langkahnya, gelagat pria itu tampak tak tenang, dia terus menatap pintu utama Mansion yang tadi dilewati oleh Liu.


"Ada apa, Nak?. Apa kalian bertengkar lagi?"


"Maafkan aku Mom, aku tidak bisa mengontrol emosi saat Liu meminta cerai. Aku membentaknya dan dia pergi begitu saja, maafkan aku, aku sangat mencintai Liu!"


"Tid-...."


"Apa?, kau membentak adikku, beraninya kau pria sialan!"


Brughhhhh


"Akhhhhhh"


"Sean!!!"


Anatasya memekik kaget saat melihat putra nya itu tiba-tiba datang dan langsung memberikan Bogeman keras di perut menantunya. Sangking kerasnya tenaga yang dilayangkan Sean, Amos sampai terhuyung ke belakang sambil memegang perutnya yang terasa sakit.


"Berani sekali kau membentaknya, jangan pernah seenaknya dengan adikku!"


Sean terlihat begitu murka, dia langsung meraih kerah baju Amos dan terus menekan pria itu sampai dia terpojok. Amos diam membeku, bukan kalah, tapi pikirannya sekarang hanya tertuju pada istrinya, dia takut Liu akan melakukan hal-hal yang membahayakan keselamatannya.


"Sean, hentikan, mommy bilang hentikan!"


Kesal Anatasya pada putranya tercinta, dia langsung menarik tangan Sean dari leher Amos, Sean melepaskan tangannya dengan paksa, dia terus menatap tajam ke arah Amos yang jelas terlihat di wajahnya guratan khawatir.


"Sudah Nak, pergilah, susul istrimu. Biasanya saat sedang marah Liu akan menuju markas, dia akan melampiaskan amarahnya di sana"


"Maafkan aku Mom!"


"Ckkk"

__ADS_1


Sean berdecak kesal, melihat adik iparnya yang langsung berlari keluar dari Mansion, ada rasa kasihan saat melihat wajah pasrah Amos yang teramat menyedihkan, tapi dia sangat tidak terima saat adik semata wayangnya itu disakiti oleh orang lain......


"Sejak kapan Mommy mengajarkanmu seperti itu, apa kau ingin menyakiti keluargamu sendiri. Jika seperti itu pukuli saja Mommy agar kau puas, bagaimanapun sekarang Amos adalah anggota keluarga kita, dia adik iparmu!"


Tekan Anatasya tegas pada putranya, Sean menunduk dalam merasa bersalah dengan kelakuannya tadi, dia takut akan membuat wanita yang membesarkannya itu sedih.


"Maaf Mommy"


"Sudah ganti bajumu, kemudian makan ke bawah!"


"Tapi, mommy memaafkanku kan?"


"Itu terserah Mommy!"


***********


Saat sampai di Markas utama TZX, tidak seperti sebelumnya Amos yang dibuat mati kutu dan terkejut akan tempat ini, justru sebaliknya. Pria itu dengan luwesnya turun dari mobil menuju masuk ke dalam gedung Mansion menjulang tinggi itu.


Tanpa sungkan dia melangkahkan kaki dan mencari-cari keberadaan Istrinya, para Mafiso petinggi yang berada di Markas, semuanya memberi salam hormat kepada menantu Lady dan King mereka, karna tengah dilanda gunda Amos tidak menyempatkan hanya untuk membalas sapaan mereka.


"Liu, Qynliu"


Panggil Amos menggelegar memenuhi Markas, dia berjalan kesana-kemari layaknya orang kesetanan, satu persatu ruangan dia jajahi demi menemukan sang istri tercinta yang entah di mana keberadaannya. Para Mafiso hanya mampu terdiam saat melihat aksi Amos.


Bentak Amos pada mafiso yang tengah bersantai di lapangan tembak, beberapa pria berbadan kekar itu menunduk hormat dan juga mencoba menenangkan Amos.


"Princess ada di ruangan ekseskusi Prince"


Jawab salah seorang diantara mereka dengan menunduk tak berani menatap wajah dan mata tajam Amos yang terlihat mengerikan.


Prince.


Ya, panggilan itu kini sudah melekat pada sosok Amos, suami dari Qynliu, Anatasya dan Bryan memutuskan mengumumkan posisi Amos sebagai Prince dari suami Princess TZX, semuanya harus memanggil Amos dengan nama kebesarannya yaitu pangeran TZX,.


Tanpa pikir panjang, mendengar penjelasan Mafiso itu, Amos langsung bergegas ke ruangan bawah tanah di mana letak tempat eksekusi berada, dengan sedikit berlari Amos melewati lorong-lorong demi lorong, dan juga membuka satu persatu pintu tahanan. Guna memastikan keadaan Istrinya.


Hingga saat akan melewati ruangan eksekusi nomor pintu 256-E, Amos mendengar suara jeritan kesakitan dari dalam ruangan itu, hantaman-hantaman keras terdengar jelas yang membuat Amos merinding seketika.


Yakin di sana ada sang istri tercinta, Amos mencoba meraih gagang pintu dan perlahan membuka pintu ruangan itu.


"Argggghhhh sakittttt, hentikannnn aku mohon arggghhhhh"

__ADS_1


Suara jeritan yang pertama kali masuk dalam telinga Amos saat memasuki ruangan itu, pemandangan mengenaskan yang mampu membuat bulu kuduknya berdiri.


Kaki Amos bergetar rasanya tak kuat untuk menghampiri sosok wanita cantik yang tengah berdiri tepat di depan pemandangan mengerikan itu, sekuat tenaga Amos mencoba melangkahkan kakinya ke dalam dan langsung menghampiri wanita yang begitu dia cintai.


"Maafkan aku!"


Dua kata yang langsung terucap saat Amos tiba-tiba memeluk Liu dari belakang, Qynliu tampak terkejut, dia terlalu fokus dengan kegiatannya sampai tak sadar akan kehadiran suaminya.


"Kalian keluarlah!"


Perintah Liu pada dua mafiso yang berada di sudut ruangan tengah menemaninya, keduanya keluar dari ruangan menyisahkan sepasang suami istri yang tengah perang dingin.


Liu tidak menjawab ucapan suaminya, hal itu membuat Amos geram rasanya menjadi gemas melihat tingkah Liu, tanpa izin Amos langsung melayangkan kecupan di bibir mungil Liu yang membuat wanita itu melotot tak percaya.


"Hei cabul, apa kau tahu kita berada di mana Ha?"


Pekik Liu tak habis fikir, Amos terkekeh dibuatnya.


Pandangan Amos jatuh pada sesosok pria dengan keadaan mengenaskan yang diikat diantara rantai-rantai besi dengan bergantungan. Keadaannya benar-benar menyedihkan, penuh luka dan darah yang sudah mengering.


Pria itu terus meringis dan menangis pelan, tapi sebentar, wajah pria itu tampak tidak asing, ya pria itu sangat familiar.


"Sayang, bukankah dia?"


"Ya, itu dia, bukankah kau puas?. Kau membencinya bukan!"


"What the, hahahaha.... Aku benar-benar puas, ternyata istriku ini benar-benar hebat"


"Tentu saja, aku adalah Princess off TZX!"


"Baiklah-baiklah, aku harus memberimu hadiah"


"Ahmmm, Am-Amos apa yang...."


Liu terkejut bukan main, suaminya itu tiba-tiba menciumnya dengan brutal, menyerang bibirnya tanpa ampun bahkan kini mengunci pergerakannya, Amos merengkuh erat tubuh Liu agar tidak bisa bergerak, dia menekan tengkuk Qynliu agar memperdalam ciuman mereka.


Liu dibuat kesusahan dengan luma*atan liar dari Amos, pria itu terus mengecap bahkan mengu*lu rangkus lidahnya. Berkali-kali Liu mencoba menghindar hingga dia berhasil sedikit melonggarkan pelukan suaminya.


"Apa kau gila, kau ingin berbuat mesum disini, di ruang Eksekusi?. Dan di depan pria ini?"


"Hahaha, aku akan mencungkil matanya jika berani menatap tubuh wanitaku, hemm jadi, kau ingin bermain disini atau di kamar?"

__ADS_1


"Ckkk dasar menyebalkan!"


"Ahhhh, aku mendapatkanmu sayang!"


__ADS_2