GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE . 91


__ADS_3

Keadaan semakin tegang, para anggota keluarga itu kini berkumpul di sofa berukuran besar yang masih berada diruangan kamar utama yang tadi ditempati oleh Amos saat dia pingsan.


Liu dan Amos hanya mampu menunduk dalam saat seluruhnya menatap mereka dengan pandangan mengintimidasi bak singa lapar yang siap menyantap makanannya.


"Kalian harus bercerai"


Ucap Sean tiba-tiba penuh penekanan, pria tampan yang memakai kameja putih dengan lengan baju tergulung sampai sikut itu memasang wajah datar dengan gaya duduk silang pada sofa single semakin menambah karisama ketampanannya.


Amos seketika mendongak dengan mata melotot menatap kakak iparnya itu, jelas ekpresi Amos menunjukkan penolakan.


"Tidak, itu tidak akan pernah terjadi"


Sungutnya menggebu-gebu, pria tampan suami dari Liu itu dengan keberanian yang seketika membara menatap tajam pada Sean yang dibalas Sean tak kalah tajam dan mematikan.


"Kalian memang harus bercerai, status Liu adalah seorang pewaris, lebih-lebih kini dia menjabat menjadi pemimpin dari LOWHEN GROUP, perusahaan terbesar dunia nomor dua. Itu bukanlah hal mudah, takutnya pernikahan ini akan menggiring opini masyarakat pada status Qynliu"


Jelas Bryan angkat suara dengan penuh wibawa sebagai sosok kepala keluarga, Anatasya menganguk setuju dengan penjelasan istrinya. Begitupulah Sean yang langsung melemparkan senyuman miring penuh kemenangan pada Amos. Liu ikut memberi pendapat setujunya dengan menganguk kecil.


Melihat istrinya menganguk Amos menjadi kalang kabut dan menatap Liu tak percaya, dengan segenap jiwa raga keberanian, Amos berjalan panik kearah mertuanya yang duduk di sofa berukuran Double.


"Maaf jika aku lancang, sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan Istriku, aku tidak akan meninggalkan Liu. Sekarang dia istriku, hakku. Aku sadar bahwa aku sudah melakukan hal buruk dan aku juga bukan keturunan miliarder yang pantas bersanding dengan Tuan muda Lowhen Qynliu Robsont. Tapi aku mencintai keturunan kalian, aku akan mempertahankan rumah tanggaku sekalipun kalian menentang dengan keras"


Ucap Amos dengan wajah serius di depan Bryan dan Anatasya, pria tampan itu membungkuk hormat kepada mertuanya. Sean berdecih kesal, pria itu masih belum menerima ucapan adik iparnya.

__ADS_1


"Memang Qynliu mencintaimu?"


"Tentu saja tidak!"


Jawab Liu langsung tanpa hambatan kalimat itu meluncur bebas dari bibir mungilnya. Seluruh anggota keluarga yang berkumpul menatap gadis itu tak percaya, tanpa rasa bersalah pada suaminya yang sudah memasang tampang menyedihkan. Sean dibuat tertawa ngakak dengan jawaban adiknya yang memuaskan, kemungkinan besar keputusan menceraikan pasangan itu akan lebih meyakinkan


"Kau lihat, dia tidak mencintaimu, ayolah bung. Rumah tangga yang kau pertahankan itu hanya bertepuk sebelah tangan"


Pancing Sean lagi semakin memperkeruh suasana, Anatasya dan Bryan hanya mampu menggelengkan kepala tidak habis fikir dengan kelakuan anak jaman sekarang.


"Bukan masalah, itu akan menjadi tugas utama untukku, kembali membangkitkan rasa yang pernah hilang"


Amos tersenyum dengan paksa, dia menunjukkan ketegaran hati dan juga melemparkan senyuman hangat pada istrinya. Walaupun hati Amos terasa sakit bagai ditusuk seribu pedang tajam, ucapan Liu barusan bukan hanya kalimat biasa, tapi dengan jelas Istrinya itu menolak dan juga siap untuk berpisah dengannya.


Hingga pada titik dimana Bryan memberi keputusan talak yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun.


"Baiklah, aku akan memberimu waktu satu bulan untuk membuat Liu kembali mencintaimu, aku ingin mulut Liu sendiri yang mengatakan akan melanjutkan rumah tangga kalian. Dalam waktu satu bulan ini, kalian tidak diperbolehkan tinggal satu atap, aku tidak ingin ada penilaian buruk orang-orang terutama paparazi yang dengan mudah bisa mencari kabar keluarga Lowhen Robsont. Liu akan kami bawa pulang, kau bisa berkunjung dengan bebas namun tidak boleh tinggal di Mansion begitupulah sebaliknya. Jika tidak setuju, mau tidak mau, aku akan mengakhiri rumah tangga kalian dengan paksa!"


"Aku setuju Dad"


Comot Amos langsung mencari jalan aman, mendengar penjelasan dari Bryan sedikitnya Amos merasa kecewa karna tidak diperbolehkan membawa Liu tinggal bersamanya. Mereka hanya diperbolehkan bertemu dalam jangka singkat selama satu bulan lamanya. Sungguh berat bagi Amos, seminggu ini dia sudah terbiasa dengan kehadiran istri tercintanya. Sosok Liu yang menjadi pemandangan pertama saat dia membuka mata dipagi hari dan menjadi pemandangan terakhir saat dia menutup mata dimalam hari. Namun, demi rumah tangga mereka Amos harus mengiyakan persyaratan Bryan.


************

__ADS_1


Amos menganga layaknya orang bodoh, bahkan bibirnya tidak bisa hanya untuk berdecak kagum melihat pemandangan Mansion megah bak istana kerajaan. Luas Mansion yang bahkan sepuluh kali lipat dari ukuran rumahnya. Sistem smart canggih yang terpasang disetiap sudut rumah dan juga sekitar Mansion yang dimulai dari pagar yang bisa terbuka otomatis.


Para Maid dengan seragam kompak berbaris menyambut kedatangan mereka bahkan langsung mengantarkan mereka keruangan kumpul keluarga.


Guci dan gambar berkelas dunia menjadi hiasan disetiap pojok Mansion, kepercayaan diri Amos menjadi surut, jika dibandingkan dengan istrinya, maka Amos hanya sejentik kuku tak berarti. Saat memasuki kawasan mansion Lowhen Robsont setelah diajak oleh mertuanya untuk berkunjung, Amos menatap tak percaya gedung mewah menjulang tinggi didepannya adalah kediaman istri yang dulu pernah dia sakiti batin maupun raganya.


Para Maid berjejer masih berbaris rapi tepat di belakang mereka yang duduk diruang keluarga, saat Anatasya menjentikkan jari para Maid yang didominasi oleh perempuan itu membungkuk kemudian berlalu menuju dapur.


"Salam Nona Muda, lama sejak bertemu terakhir kali seminggu yang lalu"


Kedua kepala pelayan, Pa Lie dan Bi Ai membungkuk dihadapan Liu penuh hormat membuat Amos semakin menganga heran.


"Aku merindukan kalian berdua, hemmm Bi Ai tolong siapkan air hangat di kolam Rofthop aku ingin berendam dengan wangi bunga lavender"


"Baik Nona Muda, permisi"


"Pa Lie tolong siapkan bahan-bahan dessert kesukaanku. Mommy akan membuatkannya"


Pinta Liu lagi dengan suara manja menggemaskan yang sering dia perlihatkan jika bersama anggota keluarga, Bryan, Anatasya dan Sean tersenyum gemas dengan tingkah manis Qynliu. Berbeda dengan Amos yang menunjukkan wajah cengo tak percaya dengan sikap istrinya yang berbanding terbalik saat bersamanya. Wanita itu selalu berucap ketus dan berwajah datar.


_____________


Btw sorry telat Update, lagi sibuk. Sebenarnya kemarin malam Up karna Uda janji sama mbak @Aisyah, salah satu Reader. Tapi ga sempet akunya ketiduran.

__ADS_1


Lunas janjiku lho mbak🤭 agak telat dikit tapiiiii🤭🤭🤭🤭❤️


__ADS_2