GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE . 122


__ADS_3

Kini seluruh anggota keluarga besar sudah berkumpul di ruang keluarga, tak lupa Keluarga Nayana yang juga ikut bergabung.


Raut wajah Qynliu tampak berseri-seri, ibu hamil itu merasa sangat bahagia karna kembali berkumpul bersama seluruh keluarganya, juga terlihat sang Mommy dan mertuanya begitu dekat bahkan mereka tidak berpisah sedari tadi.


Nayana dan Anatasya duduk berdua di sofa, mereka terus bercerita dengan gelak tawa sesekali mewarnai obrolan keduanya, Anatasya dan Nayana saling berbagi kehidupan mereka selama keduanya terpisah cukup lama. Namun ada sepasang mata yang sedari tadi mencuri pandang pada Nayana, sosoknya yang masih cantik dan awet muda, tak banyak yang berubah setelah terakhir kali mereka bersama, senyumnya masih sangat cantik dan menawan. Ham, ya pria itu merasa keluh dan Kikuk untuk menyapa mantan istrinya, dia hanya mampu memandang Nayana dari jarak yang sedikit jauh.


Jangan tanyakan Lauren dan Chelsea, kedua gadis itu hanya mampu menunduk malu diantara riuk piuh keluarga Liu. Mereka menatap seluruh anggota keluarga yang terlihat sangat berkelas, sangat jauh berbeda dengan meraka berdua yang hanya seujung jari. Keduanya merasa malu karna sempat mengatakan Liu adalah wanita miskin, ternyata salah besar, bahkan kekayaan wanita itu jauh di atas sang suami sendiri.


Ada juga ketiga sahabat Liu, Jesi, Bela, dan Caca keempatnya sibuk bercerita sambil sesekali melirik Lauren dan Chelsea yang tampak tak berkutik, mendengar cerita sahabat mereka bahwa kedua gadis itu mencari gara-gara dengannya membuat ketiganya terkekeh sumbang sambil menatap mereka berdua dengan insten. Apa mereka tidak salah, kedua gadis itu hanya seperti sampah menjijikan.


Terutama Caca, matanya mengunus kedua gadis itu sambil berdecih meremehkan yang membuat mereka semakin menunduk malu.


"Gadis seperti itu yang ingin bersaing dengan Nona Muda, Cihh memalukan"


Umpat Caca sengaja mendekati mereka, bahkan dia menduduki dirinya di sofa yang sama sambil memegang segelas wine.


"Yang benar saja, itu tidak sebanding"

__ADS_1


Hina Jesi pula terkekeh meremehkan, dia juga ikut duduk tepat di depan keduanya yang tampak menunduk dalam menyesali perbuatan mereka pada Liu.


"Sudahlah jangan bertengkar, dan kalian jangan ulangi lagi"


Bela seperti biasa yang akan menjadi tokoh Tritagonis diantara ketiga sahabatnya yang memang gemar berkelahi, dengan lembut dia memperingati mereka membuat kedua bersaudara menganguk mengiyakan.


"Kami minta maaf Nona Muda, kami bersalah"


Ucap mereka serempak menunduk dihadapan Liu, Liu menganguk dengan sedikit senyuman kemudian mulai melangkah lebih dekat kearah keduanya.


Bisik Liu tersenyum menyeringai pada mereka yang membuat keduanya merinding takut, sedangkan yang lainnya tidak menyadari perselisihan sengit diantara para wanita. Amos sendiri tengah sibuk berbincang bersama Sean dan Jerald, hanya membahas seputar perusahaan.


Ting.....Ting....


"Perhatian semuanya, untuk seluruh anggota keluarga besar terimakasih karna sudah hadir diacara makan malam kita yang spesial ini, karna kita menyambut anggota keluarga baru. Aku juga menganggap ini adalah pesta perayaan atas kembalinya sahabat cantikku Nayana. Aku ucapkan terimakasih dan juga rasa syukur yang besar, semuanya bersulang"


Celetuk Anatasya membunyikan gelas dengan sendok guna mengalihkan perhatian semua orang yang berada di ruang keluarga, semuanya tersenyum mendengar ucapan Mommy muda itu dan terakhir mereka mengangkat gelas wine ditangan mereka tinggi-tinggi.

__ADS_1


"Bersulang"


Suara gelas yang berdeting memperlihatkan mereka yang saling menyatukan gelas hingga menimbulkan suara yang memenuhi seisi Mansion. Semuanya bersenang-senang malam ini hingga ditutup dengan acara makan malam bersama anggota keluarga.


***


Hari demi hari berlalu berganti menjadi Minggu kemudian disusul oleh Bulan. Bulan berganti dan kini menjadi hari yang begitu ditunggu-tunggu oleh semua orang.


Terlihat seorang pria dengan tangis terus menggenggam tangan istrinya yang tengah berbaring di atas ranjang rumah sakit. Pria itu rasanya tak kuat melihat keadaan Istrinya itu. Para tenaga medis tengah berjuang mati-matian demi hasil yang terbaik.


Sedangkan tepat di depan pintu ruangan, sekumpulan anggota keluarga yang benar-benar ramai dan riuh tengah berkumpul dengan wajah khawatir dan tak sabaran, mereka hanya bisa diam sambil memandang pintu dan terus merapalkan doa di dalam hati.


Pukhhhhh


"Aku baik-baik saja, jangan berlebihan"


Sedangkan wanita yang tengah berbaring di atas pembaringan itu dengan wajah kesal memukul lengan suaminya sedikit kuat, pria itu tak berhenti menangis sambil mengecupnya berulang kali membuat wanita itu merasa kesal bukan main. Pasalnya dia tidak merasakan apa-apa sedikitpun, tapi suaminya itu sudah sangat berlebihan.

__ADS_1


__ADS_2