GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE. 25


__ADS_3

Mata Liu menatap Amos dengan tajam,pria itu sama sekali tidak takut,dia malah terus tertawa renyah sambil menggeleng melihat kelakuan Liu yang seperti orang akan diperk*osa....


"Ck apa-apaan ini,kenapa bajumu semua kurang bahan" Umpat Amos kesal menatap Liu tak percaya,dia yang tengah membongkar isi lemari istri kecilnya untuk pertama kali,dikejutkan dengan banyak baju-baju tidur kurang bahan. Lingerie dan banyak Hotpants.


"Itu kan aku gunakan untuk tidur" Jawab Liu enteng dia mendekat kearah Amos mendorong pria itu dengan tubuh mungilnya lalu mengambil sebuah Hotpants dan Kaos Oversize.


"Keluar sana aku mengantuk ingin tidur" Usir Liu tanpa memandang Amos yang ada dibelakangnya. Pria itu tak menjawab melainkan memeluk tubuh Liu dari belakang,menghirup bau tubuh gadis itu dengan dalam. Liu terkejut bukan main,mencoba menyingkirkan tangan Amos namun tidak bisa karna tangan pria itu melingkar dengan erat.


"Malam ini aku akan tidur disini,sebagai hukuman karna kau sudah membawa laki-laki lain kedalam rumah kita" Jawab Amos. mengecup mesra punggung Liu,dia menyibak rambut gadis itu. Mata Liu semakin menajam dia tidak suka ada yang menyentuhnya melebihi kekasihnya Nick. Dengan sekuat tenaga akhirnya dia berhasil lepas dari pelukan suaminya.


"Ingat jangan pernah menyimpan perasaan karna aku tidak akan pernah membalasnya,dan jangan bicara sembarangan,ini bukan rumahku,tapi rumahmu dan Lexa. Disini peranku hanya istri kontrak,untuk selebihnya kau tidak memiliki banyak Hak atas aku,kau tidak mengenalku dengan baik"


Jlebbbbb.


Perkataan Liu begitu menusuk kedalam relung terdalam Amos,dia diam membeku,gadis itu jika sudah berkata maka tidak akan memperdulikan perasaan orang lain. Perkataan Liu antara benar dan tidak,tapi intinya tentang cinta mencintai begitu terasa sangat menyakitkan,mata Amos memandang kearah Liu yang perlahan menghilang dibalik daun pintu Walk in closed.

__ADS_1


Amos sudah duduk diatas pembaringan yang hanya muat untuk satu orang itu,dia sudah mengganti pakaiannya dengan kaos dan celana simpel,tak lupa beberapa pakaiannya dia letakkan didalam lemari istri mudanya. Sambil menunggu Liu yang berada dikamar mandi Amos sibuk dengan ponsel.


Krieeet.....


Liu keluar dari kamar mandi,sudah siap dengan pakaian minimnya. Mata Amos membelalak Liu benar-benar cantik,kenapa baru sekarang dia menyadari bahwa gadis itu sangat cantik dan menggoda,kalah jauh jika dibandingkan Lexa,wanita itu tidak ada apa-apanya. Asal kalian tahu saja beberapa garis keriput sudah muncul diwajahnya.


Amos menelan ludanya kasar matanya tak lepas memandang Liu,gadis penuh misteri yang mampu membangkitkan gairah. Haaa Liu kau membuatku gila,jerit batin Amos.


Gadis itu berjalan kearah meja rias memoles wajahnya dengan berbagai alat kecantikan sebelum lelap. Amos semakin dibuat panas dingin, apalagi saat Liu mendongak untuk memoles Lotion kebagian leher,sungguh sangat menggoda. Entah setan apa yang mendorong Amos agar mendekat melingkarkan tangannya dileher putih nan mulus itu.


"Lepaskan" Ketus Liu. Amos tak menggubris dia malah menghirup aroma menyeruak dari tubuh Liu,gadis itu mulai risih berusaha keras menjauhkan wajah Amos dari lehernya namun tetap tidak bisa.


"Aku mohon,aku ingin sekali merasakannya" Lirih Amos menatap Liu dengan mata sayunya. Liu menggeleng kuat.


"Lakukan itu dengan Lexa tidak denganku"

__ADS_1


"Tapi hanya denganmu aku merasakan seperti ini" Rintih Amos lagi.


"Liu,aku benar-benar sudah kau buat gila"Guman Amos. Liu menggigit bibir bawahnya sekuat tenaga agar tidak mengeluarkan suara aneh saat Amos dengan rakus menjilati lehernya.


"Ahhh" Sial suara itu berhasil keluar. Liu mengutuk dirinya sendiri. Mendengar itu Amos tersenyum dia semakin bersemangat,tangannya dia lingkarkan dipinggang ramping Liu mengangkat gadis itu paksa menuju ranjang,menindihnya tak membiarkan dia lepas barang sedikitpun.


"Aku mohon jangan lakukan" Liu menangis,dia terus memberontak, memukul-mukul punggung Amos,namun pria itu tak menggubris,dia sibuk melucuti baju Liu dengan kasar. Liu tak bisa bergerak tenaga Amos sungguh luar biasa,dia yang seorang Princess Mafia saja bisa kalah. Amos sudah dibutakan hawa *****, tanda merah sudah hampir memenuhi seluruh lehernya.


"Hiksss Nick" Liu mengingat kekasih hatinya,hal itu mampu membuat Amos langsung berhenti,memandang Liu dengan tajam,raut kekecewaan begitu tercetak jelas. Perlahan dia melepaskan Liu dengan cepat gadis itu mengambil jarak menutupi tubuh bagian atasnya yang sudah sedikit terbuka dengan selimut.


Amos terduduk dipinggir ranjang,memandang Liu yang tengah menangis dengan wajah frustasi,kecewa dan marah.....


"Istirahat,maafkan aku" Seru Amos, dia berjalan keluar kamar menutup pintu dengan sangat keras,mata Liu terpejam dia menghembuskan nafas lega.


Beberapa saat Liu mengontrol detak jantungnya yang berpacu dengan sangat cepat,air mata tidak bisa berhenti terjun dari pelupuk mata,dia berjalan kearah cermin menatap leher dan dadanya yang dipenuhi bekas cupa*ngan. Liu kembali naik keatas ranjang termenung sejenak sebelum menutup mata untuk terlelelap.

__ADS_1


"Aku pikir rasa ini abadi Nick,aku pikir hati ini hanya milikmu. Maafkan aku,hati membuatku lemah dan kalah,pria itu berhasil membuat jantungku berdetak seperti saat aku memandang matamu. Aku mohon jangan marah,aku yakin ini hanya rasa sementara,dan besok pagi pasti akan berubah. Pria itu kasar dan tempramen aku tidak suka"


__ADS_2