
Tepat siang hari keduannya sampai di gedung tempat diadakan acara yang sudah direncanakan oleh Amos dan Keluarga untuk Qynliu, terlihat gedung mewah yang menjulang tinggi dengan pilar-pilar raksasa bercat senada dengan tembok yaitu putih tulang yang terlihat semakin elegant.
Qynliu mengerjit aneh, saat Amos menggandengnya masuk ke dalam gedung, Amos tampak aneh, wajahnya terlihat gugup, terbukti sudah beberapa kali Amos terus menghela nafas. Yang membuat Liu bingung adalah ekpresi dan juga tempat yang rasanya aneh jika hanya untuk menghadiri makan malam bersama keluarga.
"Apa kau yakin kita akan makan malam di sini?"
Tanya Liu sambil menatap ngeri sekeliling gedung yang begitu sunyi dan gelap, Liu mengeratkan tangannya pada lengan sang suami.
Mata Liu menyipit saat melihat sorotan lampu yang ada di depan sana, karna minimnya cahaya membuat pandangan Liu sedikit terganggu bahkan dia tidak menyadari taburan bunga dan lilin kecil yang menghiasi setiap jalan yang dia lalui.
Amos tanpa sepatah katapun terus menggiring istrinya sampai tepat di bawah sorotan lampu itu, kemudian Amos melepaskan tautan tangan mereka sejenak yang membuat Liu semakin bingung.
Saat Liu akan memanggil nama suaminya tiba-tiba.
Prok....Prok....Prok.....Prok......
Orang-orang tiba-tiba keluar dari kegelapan, lampu raksasa menyalah dengan serentak, semua orang bertepuk tangan dengan meriah, kini gedung yang tadinya gelap gulita dalam sekejap sudah berubah menjadi tempat mewah yang sudah dikreasikan dengan indah.
Bunga-bunga berwarna Pink menggantung menghiasi dinding, tak lupa berbagai hiasan cantik dialtar tempat Liu berdiri sekarang.
#Liu yang berdiri di atas Altar
Mata Liu membola sempurna dengan mulut menganga tak percaya, dia menatap takjub ruangan yang tadi serba putih kini sudah menjadi sangat berwarna, mata Liu kini teralihkan pada orang-orang yang tak lain adalah para anggota keluarga yang sudah berkumpul dan memberi kemeriahan.
__ADS_1
Tak lama Amos datang, membawa sebuket Bunga Krisan dan Bunga Iris Biru, yang disatukan dalam ikatan yang indah. Tak sembarang, Amos memilih bunga dengan arti mendalam dan bermakna untuk sang istri tercinta.
Amos datang dengan senyuman rekah penuh pesona, dengan wajah malu-malu Pria tampan itu memberikan Buket bunga yang diterima langsung oleh Liu.
"Kejutan yang indah"
Puji Liu, senyumannya benar-benar indah yang mampu menghipnotis Amos, para anggota keluarga bersorak senang pada pasangan itu.
Beberapa jam berlalu, pengucapan janji pernikahan yang sakral dan mengharukan, membuat semua yang berada di gedung itu menangis bahagia. Tak terkecuali Liu, ibu hamil itu bahkan sampai menangis dengan sesegukan karna bahagia, dia tak menyangka dengan usaha sang suami untuk membuatkan acara sesempurna ini hanya untuk pernikahan kedua mereka.
Amos benar-benar sudah berubah, pria itu kini sudah sangat tergila-gila dengan Liu, akan melakukan apapun dan bagaimanapun untuk membahagiakan sang istri tercinta.
Para anggota keluarga bergantian naik ke atas Altar, memberikan ucapan selamat dan memberi Doa kebaikan bagi pernikahan Liu dan Amos. Acara mereka diakhiri dengan makan malam bersama DiRoftop gedung yang memang sudah disediakan oleh Amos. Senyuman kebahagian terus terpancar dibibir semua orang yang berada disana.
"Hahaha kalian lihat wajah Liu tadi, dia benar-benar syok"
"Liu terlihat seperti anak kecil saat menangis tadi, sudah lama sekali saat terakhir melihat Liu menangis di depan semua orang"
"Ayolah Ounty, hahaha Liu sekarang memang lebih dingin"
"Hahahahaha"
*******
Kini Liu dan Amos sudah berada di dalam Mobil untuk perjalanan pulang menuju Mansion, langit sudah sangat gelap gulita, aktivitas orang-orang sudah mulai berkurang karna sepinya malam. Keduanya menjadi yang terakhir pulang karna harus mengunjungi suatu tempat lagi.
__ADS_1
Yaitu Amos menunjukkan hadiah besarnya sebuah Mansion mewah yang masih dalam tahap pembangunan, Mansion itu dia hadiahi untuk Liu dan anak-anaknya nanti, agar keluarga kecilnya memiliki istana yang nyaman dan layak.
Lagi dan lagi Qynliu dibuat takjub dengan perlakukan suaminya, rumah impian yang sering Liu tuliskan di dalam buku Diary, rumah yang sangat ramah dengan alam. Kini hati Liu sepenuhnya yakin pada Amos, dia akan menaruh harapan besar pada pria itu.
Mata Liu tak teralihkan dari sang suami, wajah tampan tubuh indah dan sosoknya yang sekarang sudah sangat mencintainya membuat Liu ingin berlama-lama menatap Amos.
Amos yang merasa dirinya ditatap terus-terusan oleh Qynliu membuat dia mengerjit aneh sambil menatap balik sekali-sekali.
"Apa ada yang salah dengan wajahku?"
Tanya Amos sambil meraba wajahnya, Liu terkekeh malu-malu dengan pipi bersemu yang membuatnya terlihat sangat menggemaskan.
"Hemmm tidak"
Jawab Liu dengan suara Lirih, kini gantian Amos yang terkekeh lucu dengan kelakuan istrinya, pria itu pun tak tahan dan langsung mengacak gemas rambut Liu.
"Love you istriku"
"Emmm Love you too"
Brukhhhhh.......
Bommmmm.......
Sttttthhhh.....
__ADS_1
Arghhhhhhhh.........
"QYNLIU!!!"