GENUINE ( LMG . S2 )

GENUINE ( LMG . S2 )
GENUINE . 86


__ADS_3

Sampai di Apartemen Liu langsung meninggalkan Amos seorang diri diruang santai, wanita itu langsung menuju kamar dengan sisa-sisa amarah karna pertemuan dengan Lexa tadi. Liu menopang pinggang sambil menatap sekeliling kamar yang menjadi saksi bisu pergulatan panasnya dengan sang suami, kamar yang menyaksikan bagaimana keperawanannya terenggut dengan paksa.


Wanita itu mengeram kesal mengingat dia yang sampai sekarang masih terkurung di sisi Amos, pria yang sudah mempersuntingnya beberapa tahun lalu. Satu persatu kain yang melekat ditubuh indahnya dia tanggalkan, hingga tubuh Liu terpampang dengan jelas menunjukkan seberapa menggoda tubuh indahnya. Dia berjalan menuju kamar mandi masuk kedalam Bathtub setelah mengisi air hangat dengan aroma terapi yang memabukkan.


Qynliu melengguh saat merasakan hangatnya air yang menyentuh kulit beningnya,gadis itu bersandar pada dinding Bathub, memejamkan mata guna merelakan pikiran. Pikiran Liu melalang buana tentang keluarganya yang bahkan sampai sekarang tidak ada tanda-tanda untuk menyelamatkannya.


Hingga dua jam lamanya berendam didalam Bathtub, Liu pun keluar dari kamar mandi dengan tubuh berbalut kimono handuk, tubuhnya terasa lebih segar setelah melakukan Terapy sederhana.


"Sayang, apa sudah selesai?"


Tanya Amos yang sudah berdiri didekat ranjang, senyumnya rekah dengan sebuah nampan berisi makanan yang ada ditangannya, pria itu tersenyum sambil mendekat kearah Liu yang sudah di duduk manis didepan meja rias.


"Makanlah, tapi maaf sepertinya sudah dingin karna terlalu lama menunggumu, keluar dari kamar mandi"


Jelas Amos dengan semangat meletakkan nampan itu tepat di depan Qynliu, tanpa basa-basi Liu melahap makanan itu hingga tandas tak tersisa, Amos yang melihatnya dibuat tersenyum kemudian tangannya terangkat membelai rambut basah sang istri.


"Kapan aku akan bertemu orang tuamu?"


"Besok!"


"Benarkah?"


"Hem"

__ADS_1


Keputusan Liu sudah bulat, setelah berpikir lama sambil berendam di dalam bathtub, dia akan membuka identitasnya pada Amos, akan memperkenalkan pria itu dengan keluarganya. Amos senang bukan main, dia bahkan langsung merengkuh erat istrinya, ini menjadi salah satu harapan besar untuk Amos agar bisa terus mengikat Liu di sampingnya.


Gairah Amos kembali terpancing, mencium aroma wangi yang menyeruak dari rambut dan tubuh Liu, dia terus menggesekkan hidungnya pada pucuk kepala dan juga perlahan turun ke leher jenjang Liu.


Cup...


Cup..


Cup..


Kecupan-kecupan kecil mulai Amos layangkan untuk memancing gairah sang istri, dia terus menyerang leher dan juga bibir mungil kecil merah muda alami yang sangat menantang untuk dikecup. Liu terus membalikkan kepalanya, wanita itu berusaha memberi jarak untuk mereka dia dengan sedikit kuat mendorong dada bidang sang suami agar mau melepasnya.


"Aku sedang tidak ingin"


Tolak Liu memalingkan wajahnya, suara wanita cantik itu terdengar pelan dan juga ngos-ngosan, sekuat tenaga dia menahan nafsu yang sudah terpancing dan menggelora, Amos terkekeh sumbang. Dia mengapit pipi chubby istrinya agar manik mata mereka bersatu.


Perintah Amos talak mulai mengangkat Liu menuju pembaringan, Liu mencoba memberontak namun Amos yang sudah menghafal gerakan Liu dengan mudah bisa mengunci pergerakannya.


"Ahmmmm"


******* pertama lolos dari bibir mungilnya, saat pria itu dengan brutal mulai menyerang bibir dan juga lehernya.


Srekkkhhhh

__ADS_1


Dengan tak sabaran karna nafsu yang sudah diubun-ubun, Amos menarik kimono yang dikenakan Liu dengan kasar hingga handuk itu sobek tak berbentuk lalu Amos membuangnya asal ke lantai.


Mata Amos seakan dimanjakan, dengan postur tubuh idaman istrinya, bentuk tubuh yang sudah menjadi candu untuk Amos, Liu bersemu saat melihat suaminya itu menatapnya dengan pandangan aneh ingin memangsa, dia menyilangkan tangan didepan dada yang berhasil membuat Amos terkekeh lucu.


"Untuk apa di tutupi Hem?, bukankah hanya sekedar melihat, aku bahkan sudah merasakannya"


Goda Amos yang semakin membuat pipi Liu memerah bak kepiting rebus, hingga Amos dengan pelan menyingkirkan tangan yang menutupi daerah kegemarannya, tanpa menunggu lama Amos langsung melancarkan aksi mesumnya di sore ini juga. Memberi Liu kepuasan hingga wanita cantik itu menjerit minta dilepaskan. Amos tak memberi jeda sampai matahari terbenam barulah pria itu ambruk tepat disamping sang istri yang sudah tertidur pulas karna kelelahan.


Amos memandang wajah Liu yang cantik tengah tertidur damai, memerhatikan wajah polos yang begitu memukau dan penuh tak tik maut. Kecupan sayang tanpa henti Amos layangkan pada kening Liu, tersenyum sambil membelai pipi chubbynya.


Drrrrtttt Drttttt


Suara ponsel berbunyi berhasil memecahkan fokus Amos yang tengah sibuk menatap wajah istri tercinta.


"Halo"


"Ada apa Gal?"


Ternyata sosok Gal yang memanggil dari seberang sana, Amos menjawab dengan sedikit nada ketus karna sahabatnya itu sudah mengganggu aktifitasnya.


"Hey Tuan Bryan akan datang setengah jam lagi di restoran XXX, ruangan VVIP bisnis, jangan melewatkannya ini kesempatan besar untuk kita"


"Baiklah aku akan datang, tapi Istriku sudah tertidur pulas sekarang. Bisa kau siapkan beberapa wanita penjaga dan juga beberapa pegawai salon ternama untuk mendandani istriku.

__ADS_1


"Baiklah aku akan mengirim beberapa penjaga pria untuk berjaga didepan pintu apartemen dan juga penjaga wanita untuk mengurus keperluan nyonya saat anda tengah sibuk"


"Baiklah, aku akan bersiap"


__ADS_2